Teori Siapakah yang Paling Berpengaruh dalam Perjalanan LHK?

PicsArt_03-08-02.56.29

Linguistik historis komparatif --LHK-- atau linguistik bandingan historis adalah cabang ilmu linguistik yang menelaah perkembangan bahasa dari satu masa ke masa yang lain, mengamati cara bagaimana bahasa-bahasa mengalami perubahan, serta mengkaji sebab akibat dari perubahan bahasa (Keraf, 1984). Kehadirannya berperan dalam menetapkan fakta, tingkat keeratan, dan kekerabatan antarbahasa yang bertaut erat dengan pengelompokan bahasa-bahasa sekerabat.

Menyoal mengenai kesejarahannya, setidaknya LHK terbagi atas lima periode, meliputi sebelum abad XIX, abad XIX, abad XIX periode awal, abad XIX periode tengah, dan abad XIX periode akhir. Berkenaan dengan tokoh-tokoh pencetusnya, kita dapat menyebut beberapa nama, seperti E. B. Condillac, Johann Gotfried Herder, Friedrich von Schlegel & A. W Schlegel, Wilhelm von Humboldt, R. K. Rask, Franz Boop, Jacob Grimm, dan A. Schleicher.

Apabila merujuk pada tokoh yang berperan penting dalam LHK, menurut kamu teori siapakah yang paling berpengaruh dalam perjalanan LHK?

Referensi:
Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

5 Likes

Dari beberapa teori yang dipaparkan oleh tokoh-tokoh dalam linguistik historis komparatif, saya sepakat dengan teori dari Wilhelm von Humboldt. Dalam (Susiati, 2020) menurut Humboldt terdapat hubungan antara Bahasa dengan cara berpikir manusia. Hal itu dibuktikan dengan membandingkan tata Bahasa yang berlainan dengan tabiat Bahasa dari Bahasa bangsa tersebut (Susiati, 2020). Kemudian dalam (Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri, 2021) juga menjelaskan bahwa dalam Bahasa Jawa Kuno banyak kata yang dipengaruhi oleh kata dari Sanskerta atau menyerap kata-kata dari Sanskerta. “Adapun yang mengikat Bahasa Jawa Kuno itu dengan sejumlah besar Bahasa yang dipakai di Indonesia, Melanesia, dan Polinesia adalah hubungan kerabat” (Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri, 2021). Humboldt juga menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang valid sebagai Bahasa serumpun dengan Bahasa Melayu (Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri, 2021). Sehingga dari hasil yang ada bahwa dalam perkembangan Bahasa, pemikiran masyarakat akan mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan Bahasa. Selain itu juga terdapat hubungan kerabat dalam rumpun Bahasa. Sehingga teori ini memiliki pengaruh yang cukup besar.

Sumber:
Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri. (2021). Tokoh Linguistik Historis Indonesia dan Pemikirannya. Yogyakarta: Ruas Media.
Susiati. (2020). Bahan Ajar Psikolinguistik. doi:https://doi.org/10.31219/osf.io/9hveb

1 Like

Wilhelm von Hamboldt

Bahasa memiliki dua hal utama:

Energia, yaitu energi kapasitas untuk berbicara mendengarkan.

Ergon, yaitu hasil atau produk berbicara dan mendengar.

Hamboldt menjadi populer karena teori tipologi bahasa, yaitu tripatid, isolatif, aglutinatif, dan flektif berdasarkan struktur kata yang lebih dominan sebagai unit gramatis.

Referensi

Dr. Burhanuddin, Prof. Dr. Mahyuni, M.A. Ph.D., & Dr. Sukri, M.Hum. (2021). TOKOH LINGUISTIK HISTORIS INDONESIA DAN PEMIKIRANNYA. Yoogyakarta: Ruas Media.

2 Likes

Menurut saya, teori yang paling berpengaruh terhadap Linguistik Historis Komparatif adalah teori milik Johann Gottfried Herder. Hal ini dikarenakan bahasa merupakan dorongan dari dalam diri manusia untuk mencoba berfikir. Bahasa dapat diartikan sebagai hentakan secara insting seperti halnya janin ketika proses kelahiran. Tidak hanya itu, bahasa pula berasal dari kecerdasan serta dorongan hati manusia yang pada akhirnya akan menyertai gerak, kesan, dan emosi. Dengan demikian, teori Johann Gottfried Herder sangat berpengaruh dalam perjalanan Linguistik Historis Komparatif.

Menurut saya teori yang paling berpengaruh bagi perkembangan LHK ialah teori Von Schlegel, ia berpendapat bahwa berbagai bahasa sangat berlainan tergantung pada faktor-faktor yang mengatur tumbuhnya bahasa tersebut. Ada bahasa yang lahir pada onomatope, ada yang lahir pada kesadaran manusia, dan sebagainya, namun dari manapun asal bahasanya manusialah yang membuatnya sempurna.

Menurut saya, teori yang paling berpengaruh adalah teori yang dikemukakan oleh R.K. Rask. Rask (dalam Dewi Pusposari, 2017) mendasarkan teorinya dengan perbandingan etimologis kata-kata antara bahasa dan berkerabat. Maksudnya, kalau ada persamaan antar dua bahasa, maka hal itu disebabkan oleh adanya kekerabatan bahasa tersebut. Kekerabatan bahasa sebagai hubungan keseasalan suatu bahasa yang dibuktikan dengan pengelompokan dan rekonstruksi protobahasanya (Hock, 1988). Fakta-fakta kebahasaan dalam wujud keteraturan dan kesepadanan yang ditemukan pada bahasa-bahasa kerabat menunjukkan bukti adanya keasalan yang terwaris dari moyang yang sama (Afria dan Fitrah, 2017). Jadi, bahasa sebenarnya berasal dari satu nenek moyang yang sama, namun dengan berjalannya waktu mereka terpecah dan membuat suatu kelompok sendiri sehingga menciptakan berbagai bahasanya sendiri-sendiri.

REFERENSI:
Hock, H.H. 1998. Principle of Historical Linguistics. Amsterdam; dc Gruyter.
Fitrah, Y., & Afria, R. (2017). Kekerabatan Bahasa-Bahasa Etnis
Melayu,Batak,Sunda,Bugis, dan Jawa Di Provinsi Jambi: Sebuah Kajian Linguistik Historis Komparatif. Jurnal Titan, 1(2).
Pusposari, D. (2017). Kajian Lingusitik Historis Komparatif dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(1).

1 Like

Berdasarkan pemaparan tadi, menurut pendapat saya mengenai teori yang paling berpengaruh adalah teori August Schleicher. Schleicher terkenal dengan teori pohon keluarga (Stammbaum/family tree). Berdasarkan teori Schleicher, Sampson (dalam Pusposari: 2017) mengungkapkan bahwa laksana pohon, bahasa-bahasa memunyai akar, batang, cabang, dahan, ranting, dan daunnya. Konsekuensinya, satu bahasa (daun) dapat dibedakan dari bahasa yang lain (daun lain) berdasarkan hubungannya dengan ranting, dahan, cabang, batang, dan akar darimana bahasa tersebut diturunkan.

Sumber:
Pusposari, D. (2017, Maret). KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF DALAM SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA. JURNAL INOVASI PENDIDIKAN, 1(1), 75-85.

1 Like

Dari beberapa tokoh LHK, saya sependapat dengan E.B. Condillac. Dia berpendapat bahwa asal mula bahasa berpangkal pada bunyi-bunyi alamiah berupa teriakan-teriakan karena emosi yang kuat. Emosi dari manusia itu sendiri yang kemudian terjadi berulang-ulang menjadi sebuah kesepakatan bersama dan kemudian menjadi bertambah banyak jumlahnya karena tiap individu memiliki kekuatan emosi yang berbeda. Jadi dari ekspresi emosi manusia tersebut menjadikan lahir bahasa-bahasa tentunya dengan kesepakatan bersama.

Menurut saya dari beberapa tokoh yang menyampaikan mengenai teori Linguistik Historis Komparatif, teori yang paling berpengaruh dalam perjalanan Linguistik Historis Komparatif adalah teori Wilhelm von Humboldt. Dikutip dari Pusposari, D., (2017) teori Wilhelm von Humboldt berpengaruh besar pada periode tengah abad XIX.

Melalui teorinya Humbolt menyatakan bahasa mempunyai dua hal utama, yaitu energeia, energi/kapasitas untuk berbicara dan mendengar, dan ergon, hasil/produk berbicara dan mendengar.

Humbolt menjadi makin populer karena teori tipologi bahasa tripartitnya, yaitu isolatif, aglutinatif, dan flektif berdasarkan struktur kata yang lebih dominan sebagai unit gramatis (Robins, 1990) dalam (Pusposari, D., 2017).

Humboldt membuat juga klasifikasi bahasa yang didasarkannya pada lautfrom. Kemudian ia bagi ke dalam empat jenis:

a. Bahasa monosilabel, bahasa yang hanya terdiri dari root dan tak mengalami perubahan bentuk.
b. Bahasa aglutinasi (inggris, agglutinate= meletakan, merekatkan, menjadi satu, gluten= perekat), bahas temple-menempel. Perubahan bentuk diperoleh dari melekatkan afiks.
c. Bahasa fleksi, bahasa yang mengenal konyugasi, kasus.
d. Bahasa inkorporsai (Inggris, In corporate= memasukan ke dalam). Sifat bahasa ini yakni patient dimasukkan kedalam bentuk kata kerja.

Sebagaimana yang dikutip dari Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri (2011), Humboldt mengatakan bahwa dalam perkembangan Bahasa, pemikiran masyarakat akan mempengaruhi masyarakat dalam penggunaan Bahasa. Dengan demikian, teori ini memiliki pengaruh yang cukup besar.

Referensi :
Burhanuddin, Mahyuni, & Sukri. (2021). Tokoh Linguistik Historis Indonesia dan Pemikirannya. Yogyakarta: Ruas Media.

Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah PerkembanganBahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(1), 75-85. Diunduh dari: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF DALAM SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA | Pusposari | Jurnal Inovasi Pendidikan

1 Like

Menurut saya, teori yang paling berpengaruh dalam perjalanan LHK adalah Wilhelm von Humboldt (1767-1835) karena
Humboldt merupakan penegak pertama linguistik umum. Pandangannya tentang bahasa dapat di baca pada bukunya yang berujudl Ueber die Kawisprache auf der Insel Java. Pandangannya bersifat historis dan filosofis. Beliau beranggapan bahwa bahasa tidaklah terjadi karena sangat dibutuhkan. Berbahasa merupakan keinginan batin manusia karena manusia adalah makhluk bernyanyi yang menghubungkan pikiran dengan bunyi.
Bahasa merupakan pekerjaan jiwa yang selalu diulang untuk menggunakan bunyi-bunyi yang berartikulasi guna menyatakan pikiran.
Bahasa itu sendiri berwujud dua, yakni bentuk, form atau aussere lautform atau artikulierte laut, dan makna, meaning atau innere form= bentuk batin. tentang innere form (bentuk batin).
Untuk itu ia berpendapat bahwa setiap bahasa mempunyai sistem dan karena itu tak ada bahasa yang primitif dan tak ada bahasa yang istimewa.
Untuk itu dia membagi bahasa atas empat jenis:
a. Bahasa monosilabel, bahasa yang hanya terdiri dari root dan tak mengalami perubahan bentuk.
b. Bahasa aglutinasi (inggris, agglutinate= meletakan, merekatkan, menjadi satu, gluten= perekat), bahas temple-menempel. Perubahan bentuk diperoleh dari melekatkan afiks.
c. Bahasa fleksi, bahasa yang mengenal konyugasi, kasus.
d. Bahasa inkorporsai (Inggris, In corporate= memasukan ke dalam). Sifat bahasa ini yakni patient dimasukkan kedalam bentuk kata kerja.

Referensi :
Pateda, Mansoer. 1988. Linguistik (Sebuah Pengantar). Bandung: Angakasa

1 Like

Menurut saya teori yang paling berpengaruh dalam perjalanan Linguistik Historis Komparatif adalah teori Wilhelm von Humboldt. Hal tersebut dikarenakan Wilhelm von Humboldt menyatakan bahwa bahasa mempunyai dua hal utama yaitu energeia dan ergon. Energeia merupakan energi/kapasitas untuk berbicara dan mendengar. Ergon merupakan hasil/produk berbicara dan mendengar. Energeia menjadi bentuk bahasa batin yang menentukan bentuk lahir, ergon, seperti fonetik, morfologi, dan unit-unit sistem bahasa lainnya. Jadi, bahasa yang berkerabat dapat diketahui hubungan kekerabatannya berdasarkan bentuk dalam sistem dasarnya.

Referensi:

Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan , 1 (1).

1 Like

Teori yang berpengaruh dalam perjalanan linguistik historis komparatif adalah teori evolusi linguistik dari August Schleicher (1821-1868). Menurut Sampson (1990) dalam Pusposari (2017: 78) teori pohon keluarga (Stammbaum/ family tree) menjelaskan ibarat pohon, bahasa-bahasa mempunyai akar, batang, cabang, dahan, ranting, dan daun. Konsekuensi-nya, satu bahasa (daun) dapat dibedakan dari bahasa yang lain (daun lain) berdasarkan hubungannya dengan ranting, dahan, cabang, batang, dan akar darimana bahasa tersebut diturunkan.

Dalam teori ini dikemukakan dengan jelas tentang bahasa-bahasa, mulai dari bahasa proto yang berkembang menjadi cabang-cabang bahasa, serta pengembangan selanjutnya dari cabang-cabang utama sampai ke cabang-cabang yang lebih kecil dengan tetap memperlihatkan hubungannya. (Siregar, 2017). Schleicher juga mengemukakan pengertian-pengertian baru seperti Ursprache (proto language) yaitu bahasa-bahasa tua yang menurunkan bahasa-bahasa kerabat.

Walaupun mengundang banyak kritikus di dunia pertengahan hingga abad ke-19 linguistik di Jerman, Schleicher pada awalnya bukan penganut Darwinisme, tetapi dari ‘materialisme’.

Sumber rujukan
Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia, I(1), 75-85.
Siregar, S. M. (2017). Kekerabatan Bahasa Jawa, Melayu, dan Simalungun (Kajian Historis Komparatif). Skripsi, 1-59.

1 Like

Menurut saya, tokoh yang paling berpengaruh dalam perjalanan Linguistik Historis Komparatif ialah August Schleicher. Pada karyanya yang berjudul Compendium der vergleichenden Grammatik der indogermanischen Sprachen, Schleicher merekonstruksi bahasa Proto-Indo-Eropa dan memperkenalkan ilmu perbandingan bahasa.

August Schleicher (1821-1868) berpengaruh di abad ke XIX, melebihi pengaruh dari William von Humbolt (Pusposari, 2017). Schleicher terkenal karena teori evolusi linguistiknya, yaitu teori pohon keluarga (stammbaum/family tree). Layaknya pohon, bahasa-bahasa mempunyai akar, batang, cabang, dahan, ranting, dan daun. Konsekuensinya, satu bahasa (daun) dapat dibedakan dari bahasa yang lain (daun lain) berdasar-kan hubungannya dengan ranting, dahan, cabang, batang, dan akar dari mana bahasa tersebut diturunkan.

Sumber:
Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(1), 75-85. https://core.ac.uk/download/pdf/229607973.pdf

1 Like

Menurut saya tokoh yang berpengaruh dalam linguistik historis komparatif, yaitu Wilhelm von Humboldt karena Ia merupakan seorang penegak pertama linguistik umum
Humboldt membuat juga klasifikasi bahasa yang didasarkannya pada lautfrom. Untuk itu dia membagi bahasa atas empat jenis:
a. Bahasa monosilabel, bahasa yang hanya terdiri dari root dan tak mengalami perubahan bentuk.
b. Bahasa aglutinasi (inggris, agglutinate= meletakan, merekatkan, menjadi satu, gluten= perekat), bahas temple-menempel. Perubahan bentuk diperoleh dari melekatkan afiks.
c. Bahasa fleksi, bahasa yang mengenal konyugasi, kasus.
d. Bahasa inkorporsai (Inggris, In corporate= memasukan ke dalam). Sifat bahasa ini yakni patient dimasukkan kedalam bentuk kata kerja.

sumber: Nababan, P. W. J. 1984. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Gramedia
Parera, Jos. Daniel. 1987. Studi Lingistik Umum dan Historis Bandingan. Jakarta: Erlangga
Pateda, Mansoer. 1988. Linguistik (Sebuah Pengantar). Bandung: Angakasa

1 Like

Ada banyak tokoh yang berkontribusi dalam linguistik histori s komparatif ini. Keraf mengartikan, Linguistik historis komparatif adalah cabang ilmu yang mendeskripsikan mengenai perkembangan sejarah bahasa dan kekerabatan antarbahasa yang ada di dunia (Keraf: 1990).
Menurut saya, tokoh yang sangat penting dalam perkembangan dunia linguistik adalah Wilhelm von Humbolt. Humbolt sendiri penegak pertama linguistik umum. Dikatakan bahwa Humbolt menekankan pada potensi dan kreativitas bahasa (Pusposari: 2017). Robins dalam (Pusposari: 2017) pun turut menyatakan sejarah mencatat bahwa Humbolt berpengaruh besar pada periode tengah abad XIX. Pandangannya mengenai bahasa bersifat historis dan filosofis. Beliau beranggapan bahwa bahasa sangat dibutuhkan. Berbahasa menjadi hal yang mendasar bagi manusia karena manusia merupakan makhluk sosial. Humbolt juga menyatakan bahwa bahasa berasal dari satu induk yang sama (Wahab: 2020)

Referensi
Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: Gramedia
Pusposari, Dewi. 2017. Kajian Linguistik Historis Komparatif dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan. 75-85
Wahab, Moch. 2020. Konsep Usia atau Lama-Waktu Bahasa dalam Bidang
Linguistik Sejarah dan Perbandingan. eJBL. 23-40

1 Like

Teori yang paling berpengaruh dalam Linguistik Historis Komparatif menurut saya adalah milik William Van Humbolt. Ia berpengaruh besar pada periode tengah abad XIX (Robins, 1990:191).
Humbolt menyatakan bahwa bahasa mempunyai dua hal utama, yaitu energeia (energi/kapasitas untuk berbicara dan mendengar), dan ergon, (hasil/produk
berbicara dan mendengar).

Referensi : Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan , 1 (1).

1 Like

Saya berpendapat bahwa teori yang paling berpengaruh dalam LHK yakni teori August Schleicher. Dikutip dari Pusposari (2017) August Schleicher dalam Sampson (1990: 18) dengan teori evolusi linguistik yang disebut dengan teori pohon keluarga (Stammbaum / family tree) mulai terkenal pada abad XIX. Teori yang dikemukakan oleh Schleicher diibaratkan sebuah pohon bahwa bahasa-bahasa mempunyai akar, batang, cabang, dahan, ranting, dan daun. Diibaratkan satu bahasa (daun) terdapat perbedaan dengan bahasa yang lain (daun lain) karena hubungan daun tersebut dengan ranting, dahan, cabang, batang, dan akar darimana bahasa tersebut ada atau diturunkan.

Referensi:
Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan , 1 (1).

1 Like

Menurut saya, yang paling berpengaruh adalah teori William von Humbolt. Humbolt menekankan pada pengaruh pemikiran manusia terhadap bahasa. Robins juga mencatat bahwa Humbolt berpengaruh besar pada periode tengah abad XIX. Humbolt menyatakan bahwa bahasa mempunyai dua hal utama, yaitu energeia, energi/kapasitas untuk berbicara dan mendengar, dan ergon, hasil/produk berbicara dan mendengar.

Menurut saya tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan LHK ialah Wilhelm Von Humboldt.

Kajian ilmiah bahasa diperluas dari bahasa Indo-Eropa ke bahasa secara umum oleh Wilhelm Von Humboldt. Pandangan hidup dan budaya suatu masyarakat ditentukan oleh bahasa masyarakat itu sendiri. Mengenai bahasa itu sendiri, Von Humboldt dapat membuktikan bahwa struktur suatu bahasa menyatakan kehidupan dalam (otak, pemikiran) penutur bahasa tersebut. Ia dianggap linguis Eropa pertama yang melihat bahwa bahwa bahasa yaitu suatu sistem yang diatur, daripada hanya sekumpulan kata dan kalimat yang bermakna. Menurut Sentosan dan Apriliani (2020:4), Von Humboldt membandingkan tata bahasa dari bahasa yang berbeda dan membandingkan perilaku bangsa penutur bahasa itu.

Referensi:
Chaer, Abdul. (2003). Psikolinguistik: Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipta
Sentosa, A. R., & Apriliani, N. (2020, November). Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia Dini (Kajian Psikolinguistik). In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (Vol. 2, pp. 1-7).
Simanjuntak, M. (1987). Pengantar Psikolinguistik Modern. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajaran Malaysia.

1 Like

Saya berpendapat bahawa teori yang paling berpengaruh dalam LHK yakni Humbolt. Humbolt menyatakan bahwa bahasa memunyai dua hal utama, yaitu energeia, energi/kapasitas untuk berbicara dan mendengar, dan ergon, hasil/produk berbicara dan mendengar. Dua hal yang diasosiasikan dengan pasangan langue-parole-nya de Saussure dan competence- performance-nya Chomsky. Bagi Humbolt, energei menjadi semacam innere Sprachform (inner language form/bentuk bahasa bathin) yang menentukan bentuk lahir, ergon, seperti fonetik, morfologi, dan unit-unit sistem bahasa lainnya. Berkenaan dengan silsilah bahasa-bahasa, bahasa-bahasa yang dijumpai kini (ergon) adalah hasil proses kognitif dan historis melalui mana sistem bahasa dibentuk energeia. Dengan rumusan lain, bahasa-bahasa yang berkerabat dapat diketahui hubungan kekerabatannya berdasarkan bentuk dalam sistem dasarnya. Berkenaan dengan studi ini, Humbolt menjadi populer karena teori tipologi bahasa tripartitnya, yaitu isolatif, aglutinatif, dan flektif berdasarkan struktur kata yang lebih dominan sebagai unit gramatis (Robins, 1990:195).

Referensi:
Pusposari, D. (2017). Kajian Linguistik Historis Komparatif Dalam Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan , 1 (1)

1 Like