Perbedaan Adverbia Intraklausal dengan Adverbia Ekstraklausal

Hai teman-teman Mijilions :star_struck: :wave:

Hampir dalam setiap kalimat, namun tidak semua yaa, terdapat adverbia atau disebut juga ‘kata keterangan’. Alwi, H. dkk., (2017) mengartikan bahwa adverbia adalah kata yang menjelaskan verba, adjektiva, atau adverbia lain. Dengan kata lain, adverbia digunakan sebagai pewatas, baik pewatas verba, pewatas adjektiva, maupun pewatas adverbia. Sebagai pewatas, adverbia terbagi dalam beberapa jenis berdasarkan berbagai pertimbangan, meliputi perilaku semantis, segi sintaksis, segi bentuk, dan adverbia lainnya.

Lebih lanjut, berdasarkan segi sintaksisnya, adverbia dibedakan menjadi enam macam posisi, di antaranya adverbia intraklausal dengan adverbia ekstraklausal. Lantas, apa sih perbedaan di antara keduanya? Dan seperti apa contoh dari masing-masing jenis adverbia tersebut?

Referensi
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

15 Likes

Adverbia disebut sebagai kata keterangan. Jika dilihat dari segi sintaksisnya, adverbia ini dibedakan menjadikan enam macam posisi diantaranya yaitu adverbia intraklausa dan adverbia ekstraklausa. Untuk mengetahui lebih lanjut kita bisa tau penjelasan dari pengertian dan contoh kedua adverbia tersebut sebagai berikut :

• Adverbia Intraklausa

Adverbia intraklausal adalah adverbia yang berada di dalam tataran frase atau yang terikat pada tataran frasa. Dengan kata lain, Adverbia intraklausal ini yang berkonstruksi dengan verba, adjectiva, numeralia, atau adverbia lain.

Contoh :

  • Putri sudah sarapan dirumahnya.

  • Sayur yang dimasak oleh ibu putri sangat pedas.

  • Ibu masih membersihkan dapur.

Pada masing-masing kalimat Adverbia ( sudah,sangat dan masih ) tersebut menerangkan verba. Ketiga kalimat tersebut merupakan kesatuan di dalam tataran frasa yang memiliki fungsi sebagai predikat.

• Adverbia Ekstrsklausa

adalah adverbia yang terikat pada tataran klausa. Secara sintaktis, adverbia ini mempunyai kemungkinan untuk berpindah posisi kata nya.

Contoh :

  • Dosen seharusnya datang sebelum pukul delapan pagi.
    Seharusnya dosen datang sebelum pukul delapan pagi.

  • Putri mengatakan dosen mungkin akan terlambat untuk datang.
    Mungkin dosen akan terlambat untuk datang pada pagi ini.

Pada contoh kalimat tersebut kata seharusnya dan mungkin tidak memberikan keterangan pada kalimat yang bersangkutan, akan tetapi pada seluruh kalimat.

Kesimpulannya ialah perbedaan dari kedua adverbia tersebut menunjukkan bahwa pewatas pada tataran frasa disebut sebagai adverbia intraklausa. Sedangkan adverbia ekstraklausa mewatasi pada klausa.

Referensi :

Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 2017. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Belajar kata keterangan dalam kelas kata bahasa Indonesia (Kridalaksana, 2008:81) adalah jenis yang dapat disertai kata sifat, angka atau kata depan dalam struktur sintaksisnya.
Sedangkan pengertian kata keterangan dalam kamus bahasa (Kridalaksana, 1993:2) adalah kata yang digunakan untuk menerangkan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya.

Adverbia intraklausal adalah kata keterangan pengantar yang dibangun dengan kata kerja, kata sifat, angka, atau kata keterangan lainnya.
Contoh :
Adi hampir sampai rumah.

Adverbia ekstraklausal adalah sintaksis yang memiliki kemampuan untuk mengubah posisi dan mengekspresikan seluruh subjek atau tingkat preposisi secara semantik.
Contoh :
Barangkali Adi membutuhkan minum.
Adi barangkali membutuhkan minum.

Referensi :
Damayanti, T. (2012). Adverbia Penanda Modalitas dalam Novel Karya Andrea Hirata: Suatu Kajian Stuktur dan Makna. Students e-Journal, 1(1), 5.
Susiati, S. (2020). Morfologi Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia.

Adverbia adalah kata yang menjelaskan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lainnya. Ada dua jenis adverbia, yaitu:

  1. Adverbia intraklausal yang berkonstruksi dengan kata kerja, kata sifat, angka atau kata keterangan lainnya.
  2. Adverbia ekstraklausal, secara sintaksis, memiliki kemungkinan untuk mengubah posisi dan sintaksis yang menyatakan subjek atau tingkat klausa secara umum.

Perbedaan lain yang mengacu pada fungsi sintaksisnya adalah unsur atau bagian kalimat yang diterangkan oleh adverbia yang bersangkutan. Adverbia intraklausal mewatasi frasa dan adverbia ekstraklausal mewatasi klausa.

Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 2017. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kridalaksana (1990:81-82), mengungkapkan bahwa adverbia dari perilaku sintaksisnya dapat dibedakan menjadi dua, yakni adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal. Untuk yang pertama ada adverbia intraklausal, adverbia ini ialah adverbia yang berkontruksi dengan beberapa verba diantaranya, alangkah, agak-agak, amat sangat, dan sebagainya. Kedua terdapat adverbia ekstraklausal, adverbia ini merupakan adverbia yang sangat berkemungkinan untuk berpindah-pindah posisi, serta secara semantik juga mengungkapkan perihal atau tingkat proporsisi secara keseluruhan. Misalnya, barangkali, bukan, justru, memang, dan mungkin.

Bisa disimpulkan bahwa perbedaan dari kedua adverbia tersebut adalah, jika adverbia intraklausal berpacu pada frasa dan adverbia ekstraklausal berpacu pada kalimat, ,meskipun posisi sintaksisnya mengalami perubahan.

Contoh adverbia intraklausal :

  1. Alangkah baiknya kita berdiskusi terlebih dahulu.
  2. Kucing itu amat sangat lucu.

Contoh adverbia ekstraklausal :

  1. Barangkali kamu mau mencoba makanan itu?
  2. Mungkin saja dia marah kepadaku

Sumber Referensi :
Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231

Seperti yang kita ketahui, umumnya adverbia adalah kelas kata yang memberikan keterangan. Menurut Widjono (2007:136) adverbia merupakan kata yang dapat memberikan keterangan pada suatu kelas kata yaitu verba, adjektiva, nomina, atupun kalimat. Dari segi perilaku sintaksis adverbia ini memiliki 6 posisi yang berbeda terhadap kata, salah satunya adverbia intraklausal dengan adverbia ekstrklausal. Menurut Kridalaksana (1990:81-82) adverbia intraklausa merupakan adverbia yang berkontruksi dengan verba, ajektiva, dan numerilia. Sedangkan adverbia ekstraklausal merupakan adverbia yang mungkin berpindah-pindah posisinya.

Dari definisi tersebut berarti dapat diketahui bahwa kedua adverbia tersebut memang berbeda. Perbedaan kedua adverbia itu berada antara pewatasnya. Pewatas dari adverbia intraklausal berada pada tataran frasa dan pewatas dari adverbia ekstraklausal berada pada tataran klausa. Maksudnya adalah adverbia intraklausal ini mewatasi frasa, ia hanya memberikan keterangan pada predikat yang bersangkutan. Berbeda dengan adverbia ekstrklausal. Adverbia ekstraklausa ini mewatasi klausa dan tidak hanya memberikan keterangan pada predikat yang bersangkutan, namun juga keseluruhan kalimatnya.

Contoh adverbia intraklausal:

  1. Bocah bebal itu belum tahu peraturan di rumah ini.
  2. Laki-laki itu sangat sombong rupanya.

Contoh adverbia ekstraklausal:

  1. Dia sengaja melupakan kematian temannya agar tidak terpukul mungkin.
  2. Dia mungkin sengaja melupakan kematian temannya agar tidak terpukul.
  3. Mungkin dia sengaja melupakan kematian temannya agar tidak terpukul.

Referensi:

Kridalaksana, Harimurti. (1990). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Widjono. (2007). Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi . Jakarta: PT Grasindo.

Menurut Prihantoro & Fitriani (2015: 8) penggunaan modalitas bahasa Indonesia untuk mengungkapkan sikap penutur bisa berbentuk kalimat positif dan kalimat negatif. Pendapat tersebut sesuai dengan Damayanti (2012: 12) yang menyatakan bahwa kata bantu modalitas bahasa Indonesia berupa adverbia intraklausal dan adverbial ekstraklausal. Selain itu, Kridalaksana (1990:81-82), juga mengatakan bahwa adverbia dari segi perilaku sintaksisnya dapat dibedakan menjadi 2 yaitu adverbial intraklausal dan adverbial ekstraklausal.

1. Adverbia Intraklausal

Adverbia intraklausal adalah adverbia yang mengacu pada frasa dan berkonstruksi dengan verba, ajektiva, numeralia, atau adverbia lainnya.

Contoh Kalimat:

  • Mobil berwarna merah itu amat sangat bagus.

  • Alangkah indahnya pelangi yang muncul setelah hujan.

2. Adverbia Ekstraklausal

Adverbia ekstraklausal adalah adverbia yang mengacu pada kalimat dan mempunyai kemungkinan berpindah-pindah posisi dan mengungkapkan mengenai proposisi secara menyeluruh.

Contoh Kalimat:

  • Aku tidak marah, justru aku sedang menasihatimu.

  • Salsa mungkin akan pergi ke konser itu.

REFERENSI

Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231.

Aisyah, S. N. (2019). Modalitas Bahasa Indonesia dalam Talk Show Mata Najwa. BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 231-240.

Adverbia merupakan salah satu golongan kata yang memberi keterangan atau menemani kepada kata lainnya. Hal tersebut didukung pernyataan Kridalaksana dalam (Wiyadi & Markhamah: 2017), yang menyatakan jika adverbia merupakan suatu kelas kata yang mampu mendampingi kelas kata lainnya seperti adjektiva, numeralia, atau preposisi dari konstruksi sintaksis. Jika dilihat berdasarkan segi sintaksis, adverbia terdapat beberapa macam, yakni adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal. Keduanya tentu memiliki perbedaan yang akan dibahas di bawah ini, sebagai berikut:

1. Adverbia intraklausal
Adverbia intraklausal merupakan golongan adverbia yang menemani atau mendampingi kategori lain (Juita: 2011). Contoh katanya, yakni akan, amat, hampir, sangat, dan sebagainya.
Contoh kalimat :

  • Seokjin sangat tampan.
  • Ghadis akan belajar.

2. Adverbia ekstraklausal
Adverbia ekstraklausal adalah kelas adverbia yang menerangkan perihal secara keseluruhan pada sebuah klausa (Juita: 2011). Contoh katanya, yakni memang, seharusnya, justru, dan sebagainya.
Contoh kalimat :

  • Taehyung seharusnya pergi berenang.
  • Lelaki yang aku cintai memang dia.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan jika adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal itu berbeda. Perbedaan keduanya dari segi sintaksisnya yaitu dapat dilihat dari posisi kata dalam kalimat. Pada adverbia intraklausal menjadi pendamping kelas kata, seperti verba, adjektiva, nomina, dan kelas kata lainnya, lalu pada adverbia ini untuk perpindahan posisi kata dalam kalimat lebih sulit. Sementara adverbia ekstraklausal memiliki kemungkinan untuk berpindah posisi kata dalam kalimatnya.

Referensi :
Juita, N. (2011). Adverbia Ekstraklausal Bermakna ‘Pelimitan’dalam Bahasa Indonesia. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni , 12 (2).

Wiyadi, M., & Markhamah, M. (2017). Makna Adverbia Penanda Aspek, Sangkalan, Dan Jumlah Pada Teks Terjemahan Alquran (TTA) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Menurut Kridalaksana (1986: 76-81) adverbia adalah ketegori yang dapat mendampingi ajektiva, numeralia, atau proporsi dalam kontruksi sintaksis.Berdasarkan perilaku sintaksisnya adverbia dibagi menjadi dua yaitu intraklausal dan ekstraklausal.

Menurut Kridalaksana (2008: 2) adverbia intraklausal adalah adverbia yang berkontruksi dengan verba,ajektiva,numerial,atau adverbia lainnya.Misalnya alangkah,agak,amat sangat

Contoh

Alangkah baiknya kamu pulang besok saja

Baju ini amat sangat kebesaran

Aku agak-agak ragu untuk melanjutkan perjalan ini

Menurut Kridalaksana (2008: 2) adverbia ekstraklausal adalah adverbia yang secara sintaksis mempunyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi dan secara semantik mengungkapkan perihal atau tingkat proposisi secara keseluruhan.Misalnya barangkali,bukan,justru,memang,mungkin.

Contoh

Itu memang pilihan yang terbaik

Justru itu adalah hal yang paling benar

Aku sedang di warung barangkali kamu ingin dibelikan sesuatu

Referensi

Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231.

Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik (edisi keempat). Gramedia Pustaka Utama.

Markhamah, M., Ngalim, A., & Muinuddinillah Basri, M. (2017). Pengisi Peran Sintaktis Satuan Lingual Beradverbia Penanda Jumlah pada Teks Terjemahan Alquran.

Menurut Kridalaksana dalam Amral dan Ningsih (2019), terdapat dua ciri-ciri adverbia, yaitu ciri adverbia intraklausal (morfologi) dan ekstraklausal (sintaksis).

  1. Kridalaksana dalam Amral dan Ningsih (2019), adverbia intraklausal adalah adverbia yang berkonstruksi dengan numeralia, adjektiva, verba, maupun adverbial lainnya. Contohnya, yakni amat sangat, alangkah, agak-agak, dan sebagainya.
  • Mahesa menjalankan tugasnya dengan amat sangat baik.
  • Alangkah baiknya apabila Rio dapat memahami kondisi adiknya saat ini.
  • Pendatang baru di desa itu agak-agak membuat warga sekitar menjadi waspada.
  1. Sedangkan adverbia ekstraklausal menurut Kridalaksana dalam Amral dan Ningsih (2019), yakni adverbial yang secara sintaksis memiliki peluang untuk berpindah posisi dan secara semantik menjelaskan perihal atau tingkat proposisi secara menyeluruh. Contohnya, yakni mungkin, memang, justru, dan lain sebagainya.
  • Mungkin Ara disukai banyak orang karena Dia ramah.
  • Soal pada ujian SBMPTN memang sulit.
  • Bukannya membantu Ibunya, Jojo justru bermain HP.

Dari kedua penjelasan tersebut, untuk membedakan keduanya, maka hal yang menjadi perhatian adalah unsur kalimat yang dijadikan acuan oleh adverbia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa adverbia intraklausal menunjuk pada frasa, sedangkan adverbia mengacu pada kalimat.

Referensi:

Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , 3 (2), 220-231.

Pada umumnya, kapasitas adverbia sebagai pembatas diartikan sebagai kata yang mampu membatasi kelas atau kategori kata lain. Lebih lanjut diterangkan Quirk, dkk (1987; Juita, 2015) kategori dan kelas yang dibatasi tersebut ialah verba, adjektiva, atau adverbial itu sendiri. Pernyataan tersebut dipertegas oleh Juita (2021), adverbia sebagai pembatas dan kategori atau kelas kata yang dibatasinya sama-sama berada pada fungsi sintaksis yang sama yaitu menempati fungsi predikat. Dari segi sintaksisnya, Kridalaksana (1993; Sasangka, dkk, 2000 ) mengkategorikan jenis adverbia menjadi dua, penjelasannya sebagai berikut:

  1. Adverbia intraklausal merupakan adverbia yang bersatu dengan verba, ajektiva, numeralia, atau adverba lainnya dalam frasa.
    Contoh:
  • Kakak masih tidur
  • Rani sudah bangun
  • Bobi sungguh malu
  1. Adverbia ekstraklausal merupakan adverbia yang mengungkapkan hal atau tingkat proposisi secara keseluruhan dan memungkinkan untuk berpindah-pindah posisi.
    Contoh:
  • Adik justru menangis saat ditinggal Ayah → Justru Adik menangis saat ditinggal Ayah
  • Afra mungkin lupa sudah membuang kertas ujiannya → mungkin Afra lupa sudah membuang kertas ujiannya
  • Kepalaku kadang-kadang terasa sakit → kadang-kadang kepalaku terasa sakit

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan perbedaan adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal ialah adverbia intraklausal berada dalam frasa, sedangkan adverbia ekstraklausal berada dalam klausa.

Referensi:
Juita, Novia. (2015). Adverbial Ekstraklausal Bahasa Indonesia. Subha Mandiri Jaya
Sasangka, S. S. T. W., Indiyatini, T., & Widjaja, N. H. (2000). Adjektiva dan adverbia dalam bahasa Indonesia. Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Adverbia menurut Kridalaksana (2013) pada Kamus Linguistik adalah kata yang digunakan untuk memerikan verba, ajektiva, proposisi, atau adverbia lain. Dari sisi perilaku sintaksisnya, adverbia dapat dibedakan menjadi dua yaitu adverbial intraklausal dan adverbial ekstraklausal (Kridalaksana, 1990:81-82).

  1. Adverbia intraklausal yaitu sebuah kata keterangan yang dibangun dengan kata benda, kata kerja, kata bilangan, maupun adverbia lainnya.
    Contoh:
    Alangkah baiknya jika sarapan dahulu sebelum berangkat sekolah.

  2. Adverbia ekstraklausal yaitu kata keterangan yang secara sintaksis berkemungkinan berpindah posisi kemudian secara semantis menerangkan perihal atau tingkat proposisi secara menyeluruh.
    Contoh:
    Benar memang jika Rio pintar.
    Memang benar jika Rio pintar.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa perbedaan adverbial intraklausal dan adverbial ekstraklausal terletak pada pewatasnya.

Referensi:
Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). Ciri-Ciri Adverbia Bahasa Melayu Jambi Di Kelurahan Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi (Kajian Morfosintaksis). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231.
Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik (edisi keempat). Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana (1990:79) menerangkan bahwa adverbia berkategori mendampingi preporsisi, numeralia, atau adjektiva dalam kontruksi sintaksis. Sedangkan Chaer (2015:83) mengartikan adverbial sebagai kata yang memiliki tugas mendampingi adjektiva, verba, dan nomina. Dalam pendapat lain, adverbia digunakan untuk menerangkan kalimat yang mempunyai fungsi sebagai predikat, baik berupa nomina, adjektiva, ataupun numeralia (Alwi dkk., 1993: 218). Jadi, dapat dikatakan bahwa adverbia adalah sebuah kalimat yang berfungsi sebagai predikat kaitannya dalam sebuah kalimat.

Adverbia dapat dibedakan menjadi beberapa kategori. Kridalaksana (1990:81-82) membagi adverbia menjadi dua kategori berdasar pada segi perilaku sintaksisnya, yakni adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal.

  1. Adverbia intraklausal, yakni adverbia yang memiliki konstruksi dengan adjektiva, verba, ataupun numeralia. Seperti amat sangat, alangkah, sungguh, sudah, masih, dan sebagainya.
    Contohnya:
  • Satpam sekolahku amat sangat disiplin.
  • “Adik, alangkah lebih ringan jika kita kerjakan bersama.”
  • Ibu kantin sungguh padai memasak.
  • Lapangan sepak bola sudah dibersihkan.
  • Daritadi sore orang tua itu masih disini.
  1. Adverbia ekstraklausal, yakni adverbia yang memiliki kemungkinan untuk berpindah posisi (secara sintaksis) dan mengungkapkan proposisi secara menyeluruh (secara semantik). Seperti mungkin, memang, justru, barangkali, dan sebagainya.
    Contohnya:
  • Nenek sedang menonton tv di ruang tengah.
  • Sudah dari lama dia memang suka membaca buku.
  • Wanita seperti dia justru lebih menarik.
  • Suatu saat barangkali kita bisa bertemu lagi.

Referensi
Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). Ciri-Ciri Adverbia Bahasa Melayu Jambi di Kelurahan Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi (Kajian Morfosintaksis). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231.
Najihah, M. A., & Markhamah, M. (2017). Jenis dan Penanda Adverbia Aspek, Sangkalan, Serta Jumlah Pada Teks Terjemahan Alquran: Kajian Struktur (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Adverbia merupakan istilah yang diperuntukkan untuk menyebut sebuah kata keterangan yang digunakan untuk memberikan penjelasan, atau penekanan, pada kata yang lain dalam suatu kalimat. Abdul Chaer (1994:202) berpendapat bahwa adverbia merupakan kata keterangan yang berfungsi untuk memberikan penjelasan pada kata-kata dari kalimat lain namun tidak menerangkan keadaan ataupun sifat. Adverbia memiliki berbagai macam bentuk, salah satunya yaitu dibagi berdasarkan segi perilaku sintaksisnya. Menurut pendapat Kridalaksana (1990:80-81), adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal adalah kata keterangan yang dikategorikan berdasarkan segi sintaksisnya.

Adverbia Intraklausal
⟶ Merupakan adverbia yang memiliki kontruksi dengan kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), numeralia, serta adverbia lainnya.
Contoh:

  1. Wanita itu memiliki wajah yang amat sangat cantik.
  2. Alangkah baiknya jika dia meminta maaf saja.

Adverbia Ekstraklausal
⟶ Merupakan adverbia memiliki kemungkinan untuk berpindah posisi secara sintaksis dan mengungkapkan tingkat proposisi dengan keseluruhan, secara semantik.
Contoh:

  1. Pria bertopi itu mungkin menjadi pelakunya.
  2. Barangkali kamu harus lebih merawatnya.

Adverbia intraklausal dan ekstraklausal memiliki perbedaan yaitu adverbia intraklausal yang lebih mengacu pada frasa sedangkan adverbia ekstraklausal lebih ke arah kalimatnya, walaupun terdapat perubahan pada posisi sintaksisnya.

Referensi:
Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 220-231.

Seperti yang sudah kita diketahui, berdasarkan dari segi sintaksisnya, adverbia dibedakan menjadi enam yaitu di antaranya adalah adverbia intraklausal dengan adverbia ekstraklausal. Menurut Kridalaksana (1990 : 81-82), adverbia intraklausa merupakan adverbia yang berkontruksi verba, ajektiva, dan numerilia. Sedangkan, adverbia ekstraklausal merupakan adverbia yang posisinya tidak menentu. Perbedaan dari 2 jenis adverbia tersebut yaitu :
1. Adverbia Intrakausal
Adverbia Intrakausal merupakan adverbia (kata keterangan) yang mewatasi frasa. Jenis adverbia ini hanya memberikan keterangan pada predikat di suatu kalimat yang bersangkutan.
Contoh : Teman sekelas saya sangat pandai.
2. Adverbia Ekstrakausal
Adverbia Ekstrakausal merupakan adverbia (kata keterangan) yang mewatasi klausa (kalimat). Jenis adverbia ini memberikan keterangan pada predikat di suatu kalimat yang juga mencakup pada keseluruhan kalimat.
Contoh : Kamu sebaiknya tidak usah masuk.

Referensi :
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kridalaksana, Harimurti. (1990). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Di antara berbagai jenis adverbia yang telah dibedakan berdasarkan kategori tertentu, kita mengenal adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal yang merupakan salah dua jenis adverbia yang dibedakan berdasarkan perilaku sintaksisnya atau posisi dalam penggunaannya. Kridalaksana (1990: 81-82), mengartikan Adverbia Intraklausal sebagai adverbia yang berkontruksi dengan verba, adjektiva, maupun numeralia. Adverbia intraklausal berfungsi untuk memberi keterangan pada predikat dari suatu kalimat dan bisa juga menjadi keterangan dari adverbia lain. Ini berarti adverbia intraklausal merupakan kata keterangan yang mewatasi frasa. Contoh dari jenis adverbia ini adalah: sangat, hampir, akan dll. Lebih jelasnya, akan saya paparkan contoh penggunaan dalam kalimat.

  1. Gaun yang dipakai Auliya sangat cantik
  2. Farhan akan memasak ikan malam ini

sangat dan akan pada kalimat diatas merupakan adverbia intraklausal karena hanya berfungsi mendampingi dan memberi keterangan pada verba dan adjektiva setelahnya. Posisi kata tersebut tidak bisa berubah karena berada dalam suatu bentuk frasa.

Sementara itu, Adverbia Ektraklausal adalah adverbia yang memberikan keterangan pada predikat di suatu kalimat yang sekaligus bisa mencakup pada keseluruhan kalimat tersebut. Jenis adverbia ini menjadi pewatas dalam tataran klausa atau kalimat sehingga dalam penggunaannya bisa memungkinkan untuk berpindah posisi. Contoh kata yang termasuk adverbia ini adalah: justru, memang, seharusnya, sebaiknya dsb. Perhatikanlah beberapa kalimat ini.

  1. Seharusnya, kemarin Rino mengajakku ke Korea
  2. Kemarin seharusnya Rino mengajakku ke Korea
  3. Kemarin Rino mengajakku ke Korea seharusnya

Tiga kalimat tersebut sebenarnya memiliki arti yang sama, namun karena ada adverbia ektraklausal, struktur kalimat tersebut bisa berubah karena kata seharusnya yang merupakan adverbia ektraklausal sudah mencakup keterangan pada keseluruhan kalimat dan bisa berpindah posisi tanpa mengubah makna.

Sumber Referensi:

Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Juita, N. (2011). Adverbia Ekstraklausal Bermakna ‘Pelimitan’ dalam Bahasa Indonesia. Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni, 12 (2).

Kridalaksana, Harimurti. (1990). Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia.

Menurut Kridalaksana (2005) adverbia intraklausal merupakan adverbia yang berkonstruksi dengan verba, adjektiva, numeralia/adverbia lain. Sedangkan ekstraklausal sendiri adalah adverbia yang jika dilihat secara sintaksis akan memiliki kemungkinan untuk berpindah-pindah tempat, sedangkan jika dilihat secara semantis adverbia ini mengungkapkan suatu tingkatan hal secara keseluruhan. Untuk membedakan kedua adverbia ini kita harus tahu bahwa adverbia intraklausal mengacu pada frasa sedangkan adverbia ekstraklausal mengacu pada kalimat.

Contoh adverbia intraklausal :

  • Para penonton senantiasa menyaksikan pertandingan dari awal hingga akhir.
  • Ibu akan pergi saat hari akan hujan, alangkah baiknya Ia membawa payung saat bepergian.

Contoh adverbia ekstraklausal :

  • Langit sangat mendung sejak pagi hari mungkin akan turun hujan.
  • Santi melihat kendaraan berlalu-lalang, barangkali ia melihat apakah sudah dijemput orang tuanya.

Referensi
Wiyadi, M. (2017). Makna adverbia penanda aspek, sangkalan, dan jumlah pada teks terjemahan alquran (tta). Tesis : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Adverbia intraklaisal adalah Adverbia yang berkontruksi dengan komponen verba,adjektiva,atau adverbia lain seperti akan,belum,hampir,hanya , dan lain-lain
Contoh : setelah melalui berbagai rintangan Rudi hampir sampai di garis finis.
Sedangkan adverbia ekstraklausal adalah Adverbia yang secara sintaksis mempunyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi dan secara semantis mengungkapkan perihal atau tingkat preposisi secara keseluruhan,
misalnya, barangkali, bukan, justru, memang, mungkin.
Contohnya Diki memang yang paling tinggi diantara kita.

Referensi:
Harimurti, Kridalaksana. 1985.Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis.Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa DEPDIKBUD
Sasangka, Sri S., dkk. (2000). Adjektiva dan adverbia dalam bahasa Indonesia. Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.

Adverbia menurut Alwi dkk. (1993:218) adalah kata yang digunakan untuk menerangkan unsur atau bagian kalimat yang berfungsi sebagai predikat, baik merupakan verba, adjektiva, nomina, ataupun numeralia.

Kidalaksana (1990:81-82) mengemukakan bahwa adverbia dari segi perilaku sintaksisnya dapat dibedakan menjadi 2 subkategori yakni adverbia intrakalusal dan adverbia ekstraklausal.

1. Adverbia Intraklausal
Adverbia intraklausal merupakan adverbia
yang berkonstruksi dengan verba, adjektiva, numeralia, atau adverbia lainya. Contohnya yakni:

-Memang dia orang yang baik.
-Dia memang orang yang baik.
-Orang yang baik memang dia.

*meskipun berpindah posisinya, adverbia memang tetap mengacu pada frasa adjektiva baik.

2. Adverbia Ekstraklausal
Adverbia ekstraklausal adalah adverbia yang secara sintaksis mempunyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi dan secara semantik mengungkapkan perihal atau tingkat
proposisi secara keseluruhan. Contohnya yakni:

-Sebenarnya aku ingin pulang.
-Aku sebenarnya ingin pulang.
-Aku ingin pulang sebenarnya.

*meskipun berpindah posisinya, adverbia sebenarnya tetap merujuk pada kalimat Aku ingin pulang.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara adverbia intraklausal dan adverbia ekstraklausal adalah bagian kalimat yang diacunya. Adverbia intraklausal mengacu pada frasa, sedangkan adverbia ekstraklausal mengacu pada kalimat.

Referensi:
Amral, S. dkk. (2019). Ciri-Ciri Adjektiva Bahasa Melayu Jambi di Kelurahan Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi (Kajian Morfosintaksis). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2).

Damayanti, T. (2012). Adverbia Penanda Modalitas dalam Novel Karya Andrea Hirata: Suatu Kajian Struktur dan Makna. Students E-Journal, 1(1).

Menurut Kridalaksana (dalam Amral, S. & Ningsih, R. W., 2020), adverbia dari segi perilaku sintaksisnya dapat dibedakan menjadi 2 subkategori, yaitu adverbial intrakalusal dan adverbial ekstraklausal.

Adverbia Intraklausal
Alwi, H. dkk., (2017) memaparkan bahwa bagian kalimat yang diterangkan oleh adverbia intraklausal adalah adverbia ini mewatasi tataran frasa. Adverbia intraklausal merupakan adverbia yang berkonstruksi dengan verba, adjektiva, numeralia, atau adverbia lainya.

Contoh:

  1. Dia sangat mahir bermain alat musik.
  2. Dia benar-benar memperhatikan nasihat orang tuanya.

Adverbia Ekstraklausal
Adverbia ekstraklausal merupakan adverbia yang secara sintaksis memiliki kemungkinan untuk berpindah posisi dan secara semantik mengungkapkan subjek atau tingkat proposisi secara keseluruhan. Bagian kalimat yang diterangkan oleh adverbia ekstraklausal adalah adverbia ini mewatasi tataran klausa.

Contoh:

  1. Dia sebenarnya termasuk murid yang pandai.
  2. Jika kamu ada masalah, barangkali aku bisa membantu.

Referensi:
Amral, S., & Ningsih, R. W. (2020). CIRI-CIRI ADVERBIA BAHASA MELAYU JAMBI DI KELURAHAN TANJUNG RADEN KECAMATAN DANAU TELUK KOTA JAMBI (KAJIAN MORFOSINTAKSIS). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia , 3 (2), 220-231.

Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia . Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.