Menurut Kridalaksana (2008) makna memiliki arti hubungan antara bahasa atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukkannya. Selain itu (Chaer, 2009) makna mengacu pada pengertian yang luas. Walaupun makna merupakan persoalan bahasa, tetapi keterkaitannya dengan kehidupan manusia sangatlah erat. Maka dari itu, belum ada yang dapat mendeskripsikannya secara tuntas. Terdapat beberapa jenis makna dalam konteks semantik, yaitu:
Makna Leksikal
Semantik leksikal merupakan ilmu tentang makna yang menekankan pembahasan mengenai makna. Dalam hal ini makna yang dimaksud adalah konsep pada kata tanpa harus melihat konteks penggunaannya. Semantik leksikal memperhatikan makna secara mandiri sesuai dengan konsep yang melekat pada suatu kata. Tugas dari semantik ialah mengklasifikasi makna leksikon sebagai entri berdasarkan pada asosiasi tertentu.
Makna Gramatikal
Makna gramatikal muncul karena adanya proses perubahan bentuk kata seperti proses afiksasi, reduplikasi, dan komposisi. Menurut (Djajasudarma, 1999) menjelaskan makna gramatikal merupakan bandingan dari makna leksikal. Makna gramatikal adalah makna yang menyangkut hubungan sebagai sebab akibat berfungsinya sebuah kata dalam kalimat.
Makna Kontekstual
Makna kontekstual muncul karena akibat hubungan antara ujaran dengan situasi pada waktu ujuran tersebut digunakan. Selain itu (Chaer, 1994) mengungkapkan bahwa makna kontekstual adalah makna sebuah kata yang berada di dalam konteks.
Makna Referensial
Makna referensial merupakan makna yang secara langsung menunjuk pada sesuatu yang dapat berupa benda, gejala, kenyataan, peristiwa, proses, dan sifat. Makna referensial juga dapat diartikan sebagai makna unsur bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan dunia luar seperti objek dan gagasan, serta dapat dijelaskan oleh analisis komponen.
Makna Denotatif dan Konotatif
Perbedaan makna denotatif dan konotatif dapat dilihat pada ada tidaknya nilai rasa pada setiap kata yang dihasilkan. Menurut (Tarigan, 1985) mengatakan bahwa makna denotatif suatu kata merupakan suatu makna yang bersifat umum, tradisional, dan presedensial. Sedangkan makna konotatif memiliki sifat merangsang dan menggugah pancaindra, perasaan, sikap, dan keyakinan. Sebuah kata dapat disebut konotatif apabila dalam kata memiliki nilai rasa yang positif.
Makna Kognitif
Makna kognitif merupakan makna yang menunjukkan adanya hubungan antarkonsep dengan dunia yang nyata. Selain itu menurut Mansoer (2001: 109) makna kognitif ialah makna yang ditunjukkan oleh acuannya. Maka dari itu, unsur bahasa dapat dijelaskan berdasarkan analisis komponennya.
Referensi:
Amilia, F., & Anggraeni, A. W. (2019). Semantik: Konsep dan Contoh Analisis. Pustaka Abadi.
Muzaiyanah, M. (2012). Jenis Makna Dan Perubahan Makna. Wardah, 13(2), 145-152.