Ada gak sih keterkaitan antara Nomina dengan Pronomina? Lalu contohnya seperti apa sih?

image

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Hai broo & sist!
Gimana nih, sudah paham pemaparan materi mengenai pronomina dan numeralia belum? Insyaallah udah jelas yaa…

Nah! supaya lebih mendalami materi tentang pronomina dan numeralia, kita ulas sebentar mengenai pronomina dan numeralia ini.

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang biasa dipakai untuk mengganti orang atau benda. Sementara itu, numeralia adalah kata atau frasa dalam Bahasa Indonesia yang menunjukkan bilangan atau kuantitas.

Hal yang menjadi pertanyaan… menurut kalian, ada gak sih keterkaitan antara Nomina dengan Pronomina? Lalu contohnya seperti apa sih?
Terimakasih :slightly_smiling_face:

2 Likes

Keterkaitan Nomina dan Pronomina:
Pronomina adalah kata yang berfungsi sebagai pengganti nomina (Alwi, 2017: 329). Oleh karena itu, nomina dan pronomina saling berkaitan. Seperti halnya nomina, fungsi utama pronomina adalah sebagai inti frasa nominal walaupun pewatasnya terbatas. Tidak jarang pronomina (tanpa pewatas) dapat menduduki fungsi frasa nominal dalam kalimat, seperti subjek, objek, pelengkap ataupun predikat. Sebagai kata pengganti nomina atau frasa nominal, pronomina digunakan untuk mengacu pada orang atau benda.

Contoh:

  1. " Aku ingin bermain bola bersama ayah!" kata Doni.
  2. " Kamu sekarang tinggal dimana, Kak?"
  3. Pak Sufi adalah seorang petani. Dia mengajarkan anak-anak cara menanam padi.

Kalimat tersebut membuktikan bahwa pronomina aku, kamu, dia dapat menggantikan nomina dengan jenis nomina orang (Doni, Kakak, dan Pak Sufi).

Referensi:
Alwi, Hasan dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

2 Likes

Menurut Harimurti Kridalaksana (1986) menjelaskan, nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak.

Menurut Yuliati (2013, Desember) Pronomina adalah kata yang mengacu kepada nomina lain atau untuk menggantikan nomina lain.

Jadi pada dasarnya hubungan dari pronomina dan nomina adalah pronomina berfungsi sebagai pengganti nomina atau frasa nomina.

Contoh penggunaan pronomina sebagai penganti nomina pada jenis nomina orang ialah :

Kata Bapak dapat diganti menjadi -ia, -dia. Misalnya lagi, nomina guru dapat diacu dengan pronomina dia atau ia.

Sumber :

Krida laksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Yuliati (2013, Desember). Apa Itu Nomina dan Pronomina [Blog spot]. Diakses melalui Apa Itu Nomina dan Pronomina

1 Like

Nomina disebut juga sebagai kata benda cenderung menduduki fungsi sebagai subjek. objek, ataupun pelengkap. Keraf (1991) menjelaskan bahwa secara filosofis nomina dibatasi sebagai nama dari semua benda dan segala sesuatu yang dibendakan, Dalam sebuah kalimat dimana nomina yang sama disebutkan beberapa kali, maka diperlukan pronomina sebagai penggantinya. Tujuannya tentu saja agar kalimat tersebut menjadi lebih efektif. Pronomina sendiri merupakan kata-kata yang dipakai untuk menggantikan nomina yang dibedakan dalam hubungan atau posisi tertentu. Contohnya yaitu Petani di Aceh banyak yang mengeluhkan terkait kualitas subsidi pupuk yang diberikan pemerintah. Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk berdemo di depan Gedung DPRD.

Alwi Hasan, dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud.
Keraf, Gorys. (1991). Tata Bahasa Baku Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat Pendidikan Menengah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

1 Like

Fungsi utama pronomina yaitu sebagai inti frasa nominal meskipun pewatasnya terbatas, hal ini sama seperti fungsi utama dari nomina (Alwi, 2017: 329).
Pronomina sendiri dipakai untuk mengacu pada orang atau benda sebagai kata pengganti nomina atau frasa nominal.
Pronomina merupakan kata yang digunakan untuk mengacu kepada nomina.
Contoh :

  • dia atau ia untuk menggantikan nama seseorang, profesi seperti perawat dan polisi
  • nya untuk menggantikan benda kepunyaan seseorang.

Alwi, Hasan dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

1 Like

Terdapat tiga sumber yang berkaitan dengan hubungan nomina dengan pronomina sebagai berikut :

  1. Menurut Alwi, dkk. (2010:249)
    pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain.
  2. Depdiknas, 2008:1105
    Pronomina adalah adalah kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda.
  3. Pronomina juga sering disebut kata ganti, kata ganti adalah kata benda yang menyatakan orang yang sering kali diganti kedudukannya di dalam pertuturan dengan sejenis kata yang lazim (Chaer, 2005:91).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan pronomina dan nomina adalah pronomina sebagai kata ganti yang digunakan untuk mengganti penyebutan suatu benda.

Contoh :
a) Alya mengambil tasku saat aku sedang ke kantin (dalam kata ‘tasku’ disini memiliki arti tas kepunyaan aku dapat diganti dengan pronomina -ku)

b) Gambarmu seperti tulisan seorang pelukis
(Dalam kata gambarmu disini memiliki arti gambar kepunyaan kamu dapat diganti dengan -mu)

c) Toko itu disewakan (kata ‘itu’ merujuk ke sebuah tempat pembicara/lawan bicara)

Referensi
Karmila, Y., Taib, R., & Iqbal, M. (2017). Pronomina Bahasa Devayan. JIM Pendididikan Bahasa dan Sastra Indonesia , 2 (2), 192-206.

Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

1 Like

Nomina merupakan kata dasar. Nomina memiliki fungsi sebagai subjek, objek, dan juga pelengkap.

Pronomina adalah kata ganti. Pronomina digunakan untuk mengacu pada nomina lain.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa nomina dan pronomina sangat berkaitan. Karena jika tidak ada kata dasar, subjek, dan juga objeknya maka tidak akan ada kata ganti (pronomima) yang merujuk pada suatu nomina tertentu.

Contoh :
Tari Kecak berasal dari Bali. Tarian itu memiliki ciri khas yaitu suara “cak” yang berulang.

Sumber referensi :

Hermawan, N. 2013. Pronomima Personal dalam Novel Naifu dan Terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Universitas Diponegoro: Japanese Literature.

Ruriana, P. 2018. Pronomina Personal dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona dalam Bahasa Indonesia. Semantic Scholar. 16(2). 231-232.

1 Like

Menurut Moeliono (1988:152) menyatakan bahwa nomina yang sering disebut kata benda, kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda dan konsep atau pengertian. Sedangkan menurut Alwi (2010:221) nomina sering disebut kata benda, dapat dilihat dari tiga segi, yakni segi semantis, sintaksis, dan bentuk. Dari segi semantis, nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. Kemudian dari segi sintaksisnya, nomina memiliki ciri-ciri :

  1. Dalam kalimat yang predikatnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap.
  2. Nomina tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak melainkan dengan kata bukan.
  3. Nomina umumnya dapat diikuti oleh adjektiva, baik secara langsung maupun dengan diantarai kata yang.
    Sedangkan dari segi bentuknya, nomina terbagi menjadi dua jenis, yakni (1) nomina yang berbentuk kata dasar dan (2) nomina turunan.
    Contoh nomina:
  • nomina umum : pelajar (menyebutkan kalangan pelajar secara umum bukan mengarah pada nama seorang pelajar), karyawan, masyarakat, bangsa, kaum wanita, kaum Adam, dan lain-lain.
  • nomina khusus : nama kota (Surabaya, Semarang, Jakarta, dll), nama planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, dll), dan nama orang langsung misalnya menyebut nama orang Ani, Ika, Iwan, Bambang, dan lain sebagainya.
  • nomina dasar : air, kertas, rumah, kuku, dan lain sebagainya.
  • nomina turunan : pemanah, pertanian, masakan, dan lain sebagainya.
  • nomina kolektif : hadirin, semua, pemuda, dan lain sebagainya.
    Pronomina menurut Alwi (2010:255) kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. Dilihat dari segi fungsinya, pronominal menduduki posisi yang umumnya diduduki oleh nomina, seperti subjek, objek, dan dalam macam kalimat tertentu juga predikat. Ciri yang dimiliki pronominal adalah bahwa acuannya dapat berpindah-pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara/penulis, siapa yang menjadi pendengar/pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan. Ada tiga macam pronomina, yakni (1) pronomina persona, (2) pronomina petunjuk, (3) pronomina penanya.
    Contoh pronomina :
  • pronomina persona : aku, saya, beta, dia, kamu, kau, anda, engkau, kalian, mereka, kami, kita, dan lain-lain.
  • pronomina petunjuk : sana, sini, situ, ke sana, ke sini, ke situ, di sana, di sini, di situ, begini, begitu, dan lain-lain.
  • pronomina penanya : siapa, apa, mana, mengapa, kapan, dimana, bagaimana, dan berapa.
    Jadi nomina tidak bisa menggantikan pronomina, sedangkan pronomina justru berfungsi untuk menggantikan nomina.
    Referensi:
    Alwi, Hasan, dkk. (ed). 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
    Moeliono, Anton M. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
1 Like

Menurut saya, ya tentu ada keterkaitan diantara keduanya. Pronomina menurut Alwi (2003:249) dipahami sebagai kata yang merujuk pada nomina yang lain. Pronomina juga merupakan kata yang dipakai untuk mengganti nomina.

Contoh:
Saya kadang bisa sakit hati juga (pronomina persona)
aku tidak ingin merepotkan*-mu* (kata ganti kepunyaan)
pohon itu katanya angker (kata gati petunjuk)
kalau kamu pintar, coba selesaikan pekerjaan yang disana
aku begini bukan karena butuh perhatian
siapa yang berani membuat anakku menangis? (pronomina tanya)
aku selalu membayangkan sesuatu yang menyetamkan (pronomina tak tentu)
silahkan beberapa orang menunggu disamping (pronomina jumlah)

Alwi, Hasan dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

1 Like

Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda (Depdikbud,2005: 899).Jika dilihat dari segi fungsinya, dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki posisiyang umumnya diduduki oleh nomina, seperti subjek, objek, dan juga predikat. Ciri lain yang dimiliki pronomina adalah terletak pada acuannya yang dapat berpindah- pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembicara penulis, siapa yang menjadi pendengar/pembaca, atau siapa/apa yang dibicarakan (Alwi, dkk., 2003: 249).
Sedangkan Nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi
untuk bergabung dengan partikel tidak dan mempunyai potensi didahului oleh
partikel dari (Kridalaksana, 2008: 68). Nama lain dari nomina adalah kata benda
karena nomina dapat mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau
pengertian. Alwi et al (2003: 213-217) mengatakan bahwa untuk menentukan
nomina, dapat dilihat:

  1. Ciri Semantis
    Dilihat dari ciri semantis, dapat dikatakan bahwa nomina adalah kata yang
    mengacu pada manusia, binatang, benda, konsep atau pengertian. Dengan
    demikian, kata seperti guru, kucing, meja, dan kebangsaan adalah nomina.
  2. Ciri Sintaksis
    Dari segi sintaksis, nomina mempunyai ciri:
    a. Dalam kalimat yang predikatnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi
    subjek, objek, atau pelengkap.
    b. Nomina tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak. Kata pengingkarannya
    adalah bukan. Jadi, untuk pengingkaran kalimat Ayah saya guru harus dipakai
    kata bukan, sehingga kalimatnya menjadi Ayah saya bukan guru.
    c. Nomina dapat diikuti adjektiva, baik langsung maupun dengan diantarai kata
    yang. Jadi, kata rumah adalah nomina karena dapat bergabung dengan
    adjektiva menjadi rumah mewah atau rumah yang mewah.

Menurut saya hubungan antara nomin dan pronomina adalah pronomina bisa menjadi kata ganti nomina yang berbentuk orang
contohnyaa: aku mengunjungi adam saat malam hari. Bisa menjadi aku mengunjunginya saat malam hari. Dalam contoh kalimat tersebut “adam” yang menduduki nomina dikgantikan dengan kata “-nya” yang merupakan pronomina. Jadi intinya pronomina dapat menggantikan nomina.

Refrensi
Alwi, H. dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga. Jakarta:
Balai Pustaka.

Mujahid Zenul Ambiya. (2018). KEBERLAKUAN NOMINA SEBAGAI PREDIKAT DALAM KALIMAT
BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS. Universitas Sebelas Maret

1 Like

Pronomina merupakan suatu kata yang mengganti kaya benda atau kata ganti lainnya yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan keganjalan maupun pengulangan yang bersifat monoton (Basalamah, 2004:28). Sedangkan nomina
merupakan kata yang mengarah pada
manusia, binatang, benda, dan konsep
maupun pengertian (Alwi, H. dkk. 2003:
213).

Berdasarkan hubungannya dengan nomina, pronomina dapat dibedakan menjadi :

  1. Pronomina intratekstual, yaitu pronomina yang berkaitan dalam teks yang sama. Pronomina ini menggantikan nomina yang terdapat dalam wacana. Apabila antaseden muncul sebelum pronomina, pronomina itu bersifat anaforis. Apabila antaseden muncul sesudah pronomina, pronomina itu bersifat kataforis (Kridalaksana, 2007: 76).
    Contoh : Pak Umar kepala divisi saya yang baru. Pekerjaannya rapi. (’-nya’ mengacu ke Pak Umar)
  2. Pronomina ekstratekstual, yaitu pronomina yang berkaitan dalam teks yang berbeda. Pronomina ini menggantikan nomina yang terdapat di luar wacana. Pronomina ekstratekstual bersifat deiktis (Kridalaksana, 2007: 76).
    Contoh: Saya yang mengetiknya.

Referensi:
Febryanti, I. (2016). Numerlia Bahasa Bima Desa Cenggu Kecamatan Belo Kabupaten Bima (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).

Deswita, I., Agustina, A., & Juita, N. (2018). Pronomina Persona dalam Antologi Cerpen Gonjong 2: Potret Keluarga. Jurnal Bahasa dan Sastra, 5(2), 13-26.

Marnetti, M. (2017). Nomina Isolek Sungai Jalau. Madah, 3(2), 192-199.

1 Like

Moeliono dkk. menuliskan nomina, pronomina, dan numeralia pada satu bab yang sama sebab menurutnya, ketiga di atas dianggap memiliki keterkaitan yang erat dalam pemakaiannya.

Nomina sendiri merupakan kata yang mengacu pada manusia, binatang, tumbuhan, benda, dan konsep atau pengertian. Sementara pronomina merupakan golongan kata yang berfungsi untuk menggantikan nomina. Kelas kata ini merujuk pada orang atau benda.

Contohnya, “kamu akan menelpon dia”
“Kami terlalu banyak makan”.

1 Like

Herawati dkk (1995:15) menjelaskan bahwa nomina didefinisikan sebagai golongan kata yang memiliki makna leksikal, memiliki fungsi, dan memiliki makna gramatikal di dalam struktur sintaksis. Berbeda dengan Chaer (2007:166) menyatakan bahwa nomina adalah kata yang menyatakan benda atau yang dibendakan. Senada dengan pendapat Chaer, Keraf (1982:63-64) menyatakan bahwa nomina adalah nama dari sebuah benda dan segala yang dibendakannya. Kata benda menurut wujudnya, dibagi atas kata benda konkret dan abstrak. Kata benda konkret adalah nama dari benda-benda yang dapat ditangkap dengan panca indera, sedangkan kata benda abstrak adalah nama-nama benda yang tidak dapat ditangkap dengan panca indera.

Menurut Moeliono (1993), pronomina adalah kata yang digunakan untuk mengacu ke nomina lain. Dalam bahasa Indonesia, ada tiga pronomina, yakni
(1) pronomina persona
Pronomina persona adalah kata yang digunakan untuk mengacu ke orang. Realisasinya, pronomina dapat mengacu pada diri sendiri (pronomina orang pertama), mengacu kepada orang yang diajak berbicara (pronomina persona kedua), dan mengacu kepada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga). Pronomina persona pertama terdiri dari dua jenis, yaitu pronomina persona tunggal dan persona jamak. Pronomina persona tunggal adalah kata yang digunakan untuk mengacu kepada satu orang. Misalnya, aku, saya, daku, hamba, ku-, dan –ku. Pronomina persona jamak, bila acuan lebih dari satu orang, misalnya kami, dan kita. Pronomina persona kedua, juga terdiri dari dua jenis, yakni pronomina persona kedua tunggal dan pronomina persona kedua jamak. Beberapa kata yang mengacu pada pronomina kedua tunggal adalah kau, dikau, engkau, -mu, anda. Pronomina persona kedua jamak, kamu, kalian, anda. Pronomina persona ketiga, juga terdiri dari dua jenis, yakni pronomina persona ketiga tunggal dan pronomina persona ketiga jamak. Pronomina persona ketiga tunggal, apabila yang dibicaraka hanya satu orang, seperti, ia, dia, beliau, dan –nya. Sedangkan pronomina persona ketiga jamak, bila yang dibicarakan lebih dari satu orang. Misalnya, mereka dan –nya.
(2) pronomina penunjuk
Pronomina Penunjuk Dalam bahasa Indonesia ada tiga pronomina penunjuk, yakni (1) pronomina penunjuk umum, (2) pronomina penunjuk tempat, dan (3) pronominal penunjuk ikhwal. Pronomina penunjuk umum adalah ini, itu, dan anu. Pronomina ini, digunakan untuk merujuk acuan yang dekat dengan pembicara/penulis. Pronomina itu merujuk pada tempat/waktu yang agak jauh, dan pronomina penunjuk anu mengacu pada sesuatu yang kurang jelas. Pronomina penunjuk tempat yang digunakan di dalam bahasa Indonesia adalah sini, sana, dan situ. Pronomina sini, untuk merujuk pada tempat yang dekat dengan pembicara/penulis. Pronomina sana, merujuk pada tempat yang jauh dengan penulis/pembicara. Sedangkan pronomina situ, merujuk pada tempat yang tidak begitu jauh dari penulis/pembicara. Pronomina penunjuk ikhwal dalam bahasa Indonesia ada dua, yakni begini dan begitu. Pronomina begini, merujuk pada sesuatu yang agak dekat, sedangkan begitu, merujuk pada sesuatu yang agak jauh.
(3) pronomina penanya
Pronomina Penanya Pronomina penyanya adalah kata yang digunakan pemarkah pertanyaan. Dari segi maknanya, yang ditanyakan tersebut dapat berkenaan dengan (1) orang, (2) barang, atau (3) pilihan

Kaitan Nomina dengan Pronomina

Berdasarkan pengertian nomina dan pronomina yang sudah dijelaskan diatas maka dapat diketahui pula kaitannya. Dalam kaitannya pronomina adalah kata yang digunakan untuk mengacu ke nomina lain. Selain itu pronomina juga yang menggantikan nomina atau frasa nomina.

Contohnya adalah saya, ia, mereka dan sebagainya (Kridalaksana, 1983 : 139)

Contoh kalimat
Nadin berkata “saya sedang mengerjakan tugas”
Kata saya pada kalimat tersebut merupakan pronomina menggantikan Nadin yang merupakan nomina.

Referensi
A Sinaga. 2012. Memanfaatkan Pengetahuan Ketatabahasaan Dalam Menumbuh kembangkan Penulisan Sastra. Prosiding Seminar Nasional.

Rifat H. 2018. Reduplikasi Nomina dan Adjektifa Bahasa Tajio. Jurnal Bahasa dan Sastra. Volume 3 No.4

Nunung H, Lina R. 2013. Pronomina Persona Dalam Novel Naifu dan Terjemahannya Dalam Bahasa Indonesia.Japanes Literature.2(3)

1 Like

Menurut saya pronomina dan nomina mempunyai keterkaitan saling berkesinambungan, hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa pendapat. Menurut (Azizah et al., 2021: 12) pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina yang lain. Kemudian menurut (Azizah et al., 2021: 89) nomina adalah nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak dan mempunyai potensi didahului oleh partikel dari (Kridalaksana, 2008: 68). Nama lain dari nomina adalah kata benda karena nomina dapat mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep atau pengertian. (Mahendra, 2021:42) mengatakan bahwa untuk menentukan nomina, dapat dilihat dari ciri semantik, sintaksis, dan morfologisnya. Kemudian pendapat dari (Nurlaela, 2018: 22) pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina.

Dengan adanya pendapat yang didasari oleh artikel tersebut dapat saya simpulan bahwa nomina dan pronominal mempunyai keterkaitan satu sama lain yang saling berkesinambungan. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa hubungan pronomina dan nomina adalah pronomina sebagai kata ganti yang digunakan untuk mengganti penyebutan suatu benda (nomina). Hal tersebut sesuai dengan pernyataan (Kusnita, n.d.) dalam sebuah kalimat dimana nomina yang sama disebutkan beberapa kali, maka diperlukan pronomina sebagai penggantinya. Tujuannya tentu saja agar kalimat tersebut menjadi lebih efektif. Pronomina sendiri merupakan kata-kata yang dipakai untuk menggantikan nomina yang dibedakan dalam hubungan atau posisi tertentu.

Contoh dari adanya keterkaitan antara nomina dan pronominal dapat saya jabarkan sebagai berikut.

  • Budi meminjam laptopku saat aku sedang di ruang perpustakaan (dalam kata ‘laptop’ mempunyai arti kepunyaan kemudian kata aku dapat diganti dengan pronomina -ku)
  • Lukisanmu seperti gambaran seniman yang handal (kata -mu pada lukisanmu mempunyai makna kepunyaan)
  • “Aku masih dalam perjalanan untuk menuju lokasi,” pinta Nadin dengan suara lembutnya. (dalam hal tersebut kata aku merupakan pronomina dari Nadin yang merupakan nomina)

DAFTAR PUSTAKA

Azizah, H. N., Hilaliyah, H., Jayanti, M. D., & Selatan, J. (2021). KEBERLAKUAN NOMINA SEBAGAI PREDIKAT DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS. 9(1), 11–23.

Kusnita, S. (n.d.). PRONOMINA DAN KOHESI LEKSIKAL DALAM CERITA “ BATU BALLAH BATU BETANGKUP ” ( CERITA RAKYAT KABUPATENSAMBAS ) KALIMANTAN BARAT banyak pesan . Cerita rakyat sebagai bagian dari kebudayaan yang mengandung. 241–252.

Mahendra, D. M. (2021). BENTUK DAN CIRI SINTAKSIS NOMINA PREDIKAT DALAM BAHASA INDONESIA. Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra, Dan Pendidikan, 6, 27–34. http://ejournal.unwmataram.ac.id

Nurlaela, F. (2018). KLASIFIKASI PEMEROLEHAN NOMINA ( KAJIAN PSIKOLINGUISTIK PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN ). 1(September), 697–706.

1 Like

Menurut Alwi (2017: 329) pronomina memiliki fungsi utama yang sama dengan fungsi utama nominal, yakni pronomina disebut sebagai inti dari frasa nominal meskipun pewatasnya terbatas.

Dalam penggunaannya, pronomina dipakai untuk menggantikan nominal atau frasa nominal yang mengacu pada orang atau benda.

Dengan demikian, pronomina dan nominal memiliki keterkaitan, yakni pronominal sebagai kata pengganti yang mengacu pada nominal.

Contohnya adalah penggunaan kata “nya” sebagai kata ganti benda kepunyaan seseorang dan enggantian nama seseorang dengan kata ganti “dia” atau “ia” .

Alwi, Hasan dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

1 Like

Saya Clarissa Nindytya Cahya (K1220021) izin menjawab.
Nomina adalah kata benda yang mengacu pada sifat yang umum seperti pada manusia, binatang, benda, dan
konsep atau pengertian.
Menurut (Kridalakdana, 2008: 68) mengatakan bahwa Nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak dan mempunyai potensi didahului oleh partikel dari.
Sedangkan pronomina merupakan kata ganti yang memiliki fungsi menggantikan nomina. Contoh:
“Banyak yang bilang rumah itu angker” (kata “itu” merupakan pronomina atau kata ganti yang merujuk pada nomina “rumah”)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan antara nomina dengan pronomina.

Referensi:
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Ambiya, Mujahid Zenul. 2018. KEBERLAKUAN NOMINA SEBAGAI PREDIKAT DALAM KALIMAT
BAHASA INDONESIA: KAJIAN SINTAKSIS. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 7(1).

1 Like

Nomina merupakan seluruh kata yang dijadikan sebagai kata benda. Sedangkan Pronomina merupakan kata ganti yang digunakan untuk mengganti nomina lain.

Jadi keterkaitan antara nomina dan pronomina adalah pronomina merupakan kata yang digunakan untuk menggati nomina lain atau sebagai kata ganti nomina lain.

Contoh :
“Dia” sebagai kata ganti nama seseorang

REFERENSI :

Kahfi, Bilal. 2018. Pengertian Nomina dan Pronomina Beserta Contohnya. Diakses pada 23 November 2021 Pengertian Nomina dan Pronomina Beserta Contohnya – Anto Tunggal

1 Like

Nomina adalah kategori yang secara sintaksis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan partikel tidak(Harimurti Kridalaksana : 1986). Sedangkan pronomina merupakan kata yang berfungsi sebagai pengganti nomina (Alwi, 2017: 329). Tentu nomina dan pronomina memiliki hubungan dimana pronomina sebagai pengganti nomina. Pronomina itu bisa mengacu benda ataupun orang. Pronomina digunakan ketika sebuah nomina dalam sebuah kalimat atau paragraf disebutkan beberapa kali, maka pronomina inilah yang berperan menggantikan kata nomina tersebut agar kalimat menjadi lebih efektif. Contohnya sebagai berikut

  1. Alisa iseng mengirimkan naskah novel ke salah satu penerbit. Namun tidak ia sangka, dua bulan kemudian ia mendapat kabar bahwa naskahnya akan diterbitkan. (Kata “ia” dalam kalimat tersebut menggantikan nomina Alisa, dan pada kata “naskahnya” bermakna pronomina kepunyaan)
  2. Juwita mengatakan bahwa taman itu sangat nyaman dan tenang. (Kata “itu” merupakan kata ganti tunjuk)
  3. Aku melihat mereka melakukan sesuatu kepada adik kelas. (Kata “mereka” merupakan kata ganti persona jamak)

Alwi, H. dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Kridalaksana, Harimurti. 1986. Kelas Kata Dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

1 Like

Pronomina merupakan suatu klasifikasi atau bagian yang berfungsi untuk menggantikan nomina (Markhamah, 2012)

Sedangkan nomina menurut (Fromkin, 1999), merupakan suatu kombinasi makna dari kata benda, kata sifat, artikel dan bahkan kalimat.

Keterkaitan antara pronomina dan nomina terdapat pada fungsi pronomina itu sendiri dimana ketika pronomina akan menggantikan posisi nomina dengan kata ganti lain.

Contohnya seperti pada pronomina persona ketiga yaitu “-nya” yang menyatakan kata ganti kursi ataupun meja dan “Dia” yang menyatakan kata ganti nama seseorang.

Referensi
Wulandari, B. (2018). Frasa Nomina Beratribut Nomina dalam Bahasa Indonesia. Jurnal Ilmiah Edukasi & Sosial, 9(1) 2-8.

Kahfi, B. (2018). Pengertian Nomina dan Pronomina Beserta Contohnya. Diakses pada 23 November 2021, dari Pengertian Nomina dan Pronomina Beserta Contohnya – Anto Tunggal

1 Like

Alwi, et al telah membagi kelas kata menjadi tujuh jenis, yaitu: verba, adjektiva, adverbia, nomina, pronomina, numeralia, dan kata tugas (Alwi, et al, 1998, pp.87-307).

Mengenai pronomina, Bhat (2004: 1) memaparkan bahwa pronomina merupakan konsep ‘refering’ yang merujuk kepada beberapa kumpulan kata seperti kata ganti orang, demonstratif, introgatif, indifinite, relatif, dan korelatif. Satu pendapat dengan itu, pronomina disejajarkan dengan realisasi struktural dari klitik, imbuhan, zero anafora, terikat dan tidak terikat. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa bahasa-bahasa di dunia biasanya memiliki lebih dua kata ganti bahkan lebih Bresnan (2001).

Sedangkan nomina dalam Djajasudarma (2013: 94) merupakan adalah suatu jenis kata yang menandai atau menamai suatu benda yang dapat berdiri sendiri di dalam kalimat dan tidak bergantung pada jenis kata lain, seperti orang, tempat, benda, kualitas, dan tindakan. Satu pendapat dengan itu, Soetarno (dalam Ramlan, 1985: 19) memaparkan bahwa nomina ialah kata yang menyebut nama hal yang berdiri sendiri atau yang dianggap berdiri sendiri.

Dari kedua definisi tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa keterkaitan antara pronomina dan nomina adalah dua kelas kata ini sama-sama merujuk pada sebuah nominal. Fungsi inti keduanya sama-sama berpusat pada frasa nominal. Sehingga pronomina dan nomina memiliki keterkaitan.

Contoh:

a. Pronomina:

  • Saya akan mendukung kamu.
  • Mereka terlalu banyak protes.
  • Meja itu kakinya patah satu.

b. Nomina:

  • Peternakan ayam kakek terbakar hangus.
  • Kontrakan barunya berada dekat bangunan lama.
  • Perusahaan Wildan terancam bangkrut.

Sumber referensi:
Khasanah, N. (2021). TIPOLOGI SINTAKSIS PRONOMINA DAN NUMERALIA DALAM BAHASA KEDANG (Doctoral dissertation, Diponegoro University Semarang).
Windiarti, L., & Setiawan, T. (2017). Penguasaan leksikon Bahasa Indonesia siswa Taman Kanak-Kanak Tarakanita Bumijo. LingTera, 4(2), 188-196.
Kridalaksana, Harimurti. 2005. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Moeliono, Anton M., dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

1 Like