Yuk, Kenal Dekat dengan Bahasa Prokem!

1640097797032

Bahasa menurut Pateda (dalam Noermazah, 2019) menjelaskan bahwa bahasa adalah rangkaian bunyi yang berskema dan berfungsi sebagai media pengganti seseorang dalam mengungkapkan sesuatu kepada lawan tutur yang akan mewujudkan kooperatif antara penutur dan lawan tutur. Jadi, bahasa merupakan alat yang menjembatani manusia satu dengan manusia lain untuk berkomunikasi. Bahasa memiliki berbagai variasi di dalamnya, salah satunya adalah bahasa prokem.

Bahasa prokem adalah bahasa yang muncul dari kalangan pencoleng, pencopet, bandit, dan sejenisnya yang berfungsi untuk bahasa simbol, tetapi kini bahasa prokem digunakan oleh kaum remaja (Sumarsono, 2002). Bahasa prokem mulai muncul pada tahun 1970-an. Jadi, bahasa prokem digunakan oleh sesama remaja sebagai bahasa keseharian yang merupakan bahasa kode dan sebagian besar hanya dapat dipahami oleh remaja itu sendiri.

Menurut Sumarsono (2002) bahasa prokem memiliki berbagai variasi di dalamnya dengan proses yang berbeda dalam pembentukannya, antara lain:
a. Penyisipan -ok-

  • Diambil 3 fonem awal pada setiap kata, gugus konsonan dianggap satu. Preman (prem)
  • Lalu ditambahkan (ok) di belakang fonem awal, dan menjadi (pr-ok-em)
    Contoh lain:
     Rumah → rum → r-ok-um→ rokum
     Bapak → bap → b-ok-ap → bokap
     Gila → gil → g-ok-il → gokil

b. Apokop (penghapusan satu bunyi)

  • Vokal terakhir dihapus
  • Ditambahkan -ok- di belakang fonem awal
    Contoh:
     Diri → dir → d-ok-ir → dokir
     Segini → segin → seg-ok-in → segokin

c. Metatesis (memindahkan posisi suatu huruf guna mendapatkan sata baru dengan makna yang sama)

Contoh :
 Gila → alig
 Bisa → sabi
 Yuk (ayo) → kuy

d. Akronim (bentuk singkat dari dua kalimat atau lebih)

Contoh:
 Malam minggu → malming
 Malam jumat → maljum
 Kanker → kantong kering

Dari pemaparan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa prokem bermula dari kaum pencopet dan sejenisnya, namun kini bahasa prokem menjadi ciri khas dari kalangan remaja. Bahasa prokem juga sangat bervariasi, hal itu menandakan bahwa perkembangan bahasa prokem dipengaruhi oleh kreativitas para remaja dalam pembentukan kata baru dalam bahasa prokem.

Referensi:
Fardani, M. A., & Wiranti, D. A. (2019). Bentuk dan Proses Pembentukan Bahasa Prokem Para Pekerja Manyeng Di Desa Garung Lor Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 2(2), 368-383.

Johana, N., & Liusti, S. A. (2019). Penggunaan Bahasa Prokem dalam Novel Aku, Benci & Cinta Karya Wulanfadi. Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 56-67.

Noermanzah, N. (2019). Bahasa sebagai Alat Komunikasi, Citra Pikiran, dan Kepribadian. In Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra (pp. 306-319).

Sumarsono. (2002). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

2 Likes