Urgensi Pembentukan Konsep Diri Positif pada Remaja

Remaja merupakan masa yang sulit bagi seorang individu karena merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa. Masa remaja dialami oleh setiap individu pada kisaran umur 15-24 tahun (WHO, 2019). Adanya masa peralihan ini menyebabkan terjadinya berbagai perubahan. Stuart (dalam Malfasari et al., 2020) menyatakan bahwa perubahan-perubahan yang terjadi meliputi perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Tak hanya mengalami perubahan, pada masa ini remaja juga melakukan pencarian jati diri. Dalam pencarian jati diri, remaja akan mengalami pembentukan konsep diri. Dalam pembentukan konsep diri inilah yang perlu dikhawatirkan, karena konsep diri akan mempengaruhi jati diri remaja. Konsep diri adalah cara seseorang memandang dirinya. Terdapat dua jenis konsep diri yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif. Apabila seorang remaja memiliki konsep diri negatif, maka kedepannya kehidupan akan terasa sulit. Hal ini disebabkan konsep diri negatif membuat seseorang memiliki karakter kaku. Oleh sebab itu, perlu adanya pembentukan konsep diri positif pada remaja.

Menurut Hurlock (dalam Syahraeni, 2020), konsep diri adalah cara seseorang menunjukkan kepada lingkungan sekitar ‘siapa dirinya’. Menurut Darmawan (2009), konsep diri adalah persepsi diri sendiri tentang aspek fisik, sosial, dan psikologi yang diperoleh individu melalui pengalaman dan interaksinya dengan orang lain. Berdasarkan pendapat dari para ahli dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah cara seseorang memandang dirinya baik secara fisik maupun psikis yang didapatkan melalui pengalaman dan interaksinya dengan orang lain. Dalam pemahaman tentang konsep diri, ada beberapa komponen yang perlu dipahami. Hurlock (dalam Syahraeni, 2020) menjelaskan bahwa konsep diri memiliki tiga komponen yaitu perceptual atau physical self-concept, conseptual atau psychological self-concept, dan attitudinal. Komponen konsep diri sangat penting, karena komponen konsep diri membuat remaja akan lebih memahami bagaimana cara membentuk konsep dirinya.

cd1
Gambar oleh Indah Soekotjo (2015)

Seperti yang telah dijelaskan, ada dua jenis konsep diri yaitu konsep diri negatif dan konsep diri positif. Pada dasarnya konsep diri negatif memang bukan konsep diri yang layak dimiliki oleh remaja. Hal ini disebabkan karena individu dengan konsep diri negatif memandang diri dengan negatif dan membandingkan pencapaian diri dengan pencapaian orang lain sehingga membentuk ketidakterimaan terhadap diri. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa remaja memiliki konsep diri negatif? Rakhmat (dalam Syahraeni, 2020) mengemukakan bahwa ada beberapa ciri seseorang memiliki konsep diri negatif yaitu peka terhadap kritik, sangat responsif dan antusias menerima pujian, hiperkritis terhadap orang lain, dan cenderung bersikap pesimis.

Konsep diri positif merupakan bentuk penerimaan diri. Seseorang yang memiliki konsep diri positif dapat mengenali dan menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Dengan penerimaan diri, seseorang dengan konsep diri positif akan dipenuhi rencana ke depannya dan dipenuhi dengan pengharapan. Lalu bagaimana cara mengetahui apakah seorang remaja memiliki konsep diri positif dan konsep diri negatif? Ada beberapa ciri seseorang memiliki konsep diri positif diantaranya yaitu yakin dengan kemampuan yang dimiliki, bersikap terbuka, lancar berbicara, cepat tanggap dengan situasi sekitar, merasa setara dengan orang lain, menyadari bahwa setiap orang memiliki perasaan, keinginan, dan perilaku tersendiri, dan mampu memperbaiki diri (Winarti, 2007). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat urgensi dalam pembentukan konsep diri positif pada remaja.

Urgensi pembentukan konsep diri positif pada remaja yaitu membuat remaja menerima diri sendiri, menjadi pribadi yang tenang dan tidak emosional, memiliki rencana dan pengharapan, dapat menerima kritik, percaya diri, dan siap untuk memperbaiki diri. Selain itu, urgensi pembentukan konsep diri positif pada remaja juga membuat remaja mampu menyelesaikan masalah ketika terjadi suatu masalah. Hal ini disebabkan karena pribadinya tenang dan kemampuan mengontrol emosi sehingga ketika dihadirkan dengan suatu permasalahan maka seorang remaja dengan konsep diri positif dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan kepala dingin atau dengan kata lain tidak emosional dalam menyelesaikan masalah. Tak hanya itu, konsep diri positif juga membuat remaja cenderung kreatif dan memiliki harga diri yang tinggi. Harga diri yang tinggi maksudnya yaitu seorang remaja akan yakin pada dirinya sendiri dan memiliki motivasi yang tinggi sehingga selalu berpikir positif terhadap sesuatu hal. Lalu bagaimana pembentukan konsep diri agar remaja memiliki konsep diri yang positif?

Dalam pembentukan konsep diri positif pada remaja terdapat faktor-faktor yang berpengaruh sehingga perlu diperhatikan. Hurlock (dalam Syahraeni, 2020) menyatakan ada beberapa faktor yang berpengaruh dalam pembentukan konsep diri positif pada remaja diantaranya yaitu kondisi fisik, kondisi keluarga, reaksi orang lain terhadap individu, jenis kelamin, ras, dan status sosial ekonomi, keberhasilan dan kegagalan. Apabila faktor-faktor tersebut memberikan dukungan atau mengarah ke arah yang positif maka akan terbentuk konsep diri yang positif pada remaja. Selain faktor-faktor yang berpengaruh, hal lain yang perlu diperhatikan adalah cara membentuk konsep diri positif pada remaja. Cara membentuk konsep diri positif pada remaja yaitu sebagai berikut:

  1. Memandang diri secara positif yakni menerima kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
  2. Belajar mencintai diri sendiri.
  3. Tidak membandingkan diri dengan orang lain.
  4. Bersyukur dengan apa yang dimiliki.
  5. Merencanakan tujuan yang realistis.
  6. Memperbaiki dan mengembangkan diri.
  7. Berusaha untuk terus berada pada lingkungan yang positif.

Pembentukan konsep diri positif pada remaja sangat penting. Hal ini dikarenakan dengan konsep diri positif yang dimiliki oleh remaja maka remaja akan menjadi pribadi yang lebih positif dalam melakukan segala sesuatunya. Akan tetapi, dalam pembentukan konsep diri positif pada remaja perlu diperhatikan yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi dan cara membentuk konsep diri positif. Dengan memperhatikan hal tersebut, remaja akan memiliki konsep diri positif.

Referensi:

Darmawan, I. (2009). Kiat Jitu Taklukan Psikotest. Buku Kita.

Malfasari, E., Sarimah, Febtrina, R., & Herniyanti, R. (2020). Kondisi Mental Emosional Pada Remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8 (3), 241–246.

Organization, W. H. (2019). Adolescent Health in the South-East Asia Region. Adolescent health

Soekotjo, I. (2015). Citra Diri. Professional Image. SELF IMAGE – Professional Image

Syahraeni, A. (2020). Pembentukan Konsep Diri Remaja. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 7 (1), 61–76.

Winarti, E. (2007). Pengembangan Kepribadian. Graha Ilmu.

3 Likes