Uniknya “suran manten lurah traji”

apa itu ‘Suran Manten Lurah Traji’.

“SURAN MANTEN LURAH TRAJI” adalah tradisi yang di gelar pada bulan sura di daerah Traji Temanggung, dimana dalam tradisi ‘Suran Manten Traji’ ini, kepala desa bersama pasangannya didandani ala pengantin dan diarak oleh warga menuju mata air utama yang bernama Sendhang Sidukun serta mata air lain sebagai sumber kehidupan. Mereka diarak dari Kantor Balai Desa menuju sejumlah sumber mata air, salah satu yang utama adalah Sendhang Sidukun.

Di sana, mereka mengikuti acara doa bersama kemudian berebut gunungan hasil bumi. Mereka percaya Menurut leluhur ritual ini tak lain adalah simbol kedekatan manusia dengan alam sekitar, termasuk mata air yang menjadi pusat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Mengapa ada tradisi tersebut?
dahulu kala terdapat leluhur mereka yang bernama Kyai Sepanjang. Ia mencari istrinya yang hilang dan terpisah selama beberapa waktu hingga akhirnya beberapa tahun kemudian istrinya tersebut kembali dapat ditemukan.

Kyai Sepanjang dahulu pernah berjanji akan menggelar arak-arakan apabila istrinya kembali ditemukan. Dan itu telah berjalan ratusan tahun silam, dahulu lokasi ini juha pernah menjadi persinggahan salah seorang wali songo, yakni Sunan Kalijogo sehingga diyakini memiliki karomah yang cukup tinggi serta memancarkan energi positif.

1 Like