Tanyakan Pada Alam di Sumatra

Tanyakan pada alam di Sumatra,
mengapa air datang tak bertepi.
Bukan hujan yang patut dicerca,
bukan sungai yang kehilangan diri.

Hutan hijau penjaga pertiwi
kini tumbang tanpa suara.
Akar yang erat dulu berjanji,
diputus tangan manusia yang lupa rasa.

Air pun turun membawa nestapa,
menghapus rumah, menelan ladang.
Tangis larut bersama lumpur dan doa,
menjadi kisah luka yang terkarang.

Masih ada yang berseru lirih,
ini sekadar takdir alam semesta.
Padahal jejak manusia terpatri perih,
melampaui batas yang seharusnya dijaga.

Maka tanyakan pada alam Sumatra,
siapa yang menanam petaka.
Ia menjawab lewat sunyi dan bencana,
bahwa alam tak pernah berdusta.