Tanah yang Menjerit

Air turun dari langit tanpa jeda,

Seperti tangis yang tak kunjung reda,

Gunung dan lembah terendam bisu,

Rumah-rumah hanyut, jejak kehidupan terkapar.

Siapa yang salah, tanya itu bergaung,

Apakah gelombang hanya ulah alam?

Atau ada tangan di balik kehancuran,

yang memupuk serakah sampai kita lupa merawat?

Hutan yang dulu hijau,

Menjadi sunyi tanpa akar yang kuat,

Tanah longsor merenggut janji hidup,

Air banjir menghapus jejak tawa.

Adakah kita sendiri yang menciptakan bencana?

Dengan gergaji dan mesin tak henti,

Dengan izin yang terbagi tanpa batas,

Dengan lupa melihat batas daya bumi.

Negeri ini menangis,

Ratusan jiwa hanyut bersama tanah dan air,

Adakah yang memeluk mereka di kala gelap,

Atau kita semua sekadar saksi bisu?

Bencana bukan hanya soal alam,

Tapi pilihan kita yang tak terawat,

Siapa yang salah?

Mungkin kita semua, yang lupa merawat rumah bumi.