Sumatra Runtuh, Kita Diam

Hujan turun deras,

katanya ini bencana alam.

Padahal alam sudah lama

Teriak minta dijaga.

Sungai meluap

Karena hutan di atas sana tinggal sisa

Bukit longsor

Karena akarnya ditebang

Demi izin, demi uang

Demi “Pembangunan”

Ini bukan kejadian tiba tiba

Ini luka yang menahun.

Kerusakan yang dikumpulkan bertahun-tahun,

Lalu hujan cuma jadi pemicu terakhir.

Yang paling rentan mlangkah dahulu

Yang hilang bukan cuma rumah,

tapi ladang, ternak, dan rasa aman.

Hewan hutan ikut hanyut,

padahal mereka tidak pernah tercatat dimeja kaputusan.

Negara datang belakangan,

setelah semua jadi kenangan

Status belum nasional,

bantuan masih menunggu prosedur

Sumatra tidak hancur karena hujan,

Sumatra hancur karena dibiarkan.

Karena alam terus dieksploitasi

dan rakyat disuruh sabar.

Kalau setiap tahun polanya selalu sama

tebang, rusak, banjir, lalu menyebutnya takdir

Maka masalahnya bukan alam, tapi kita

Yang terlalu lama

Pura-pura tidak tahu.