Sesaat Setelah Bencana

Di tanah yang dulu hijau

Kesan damai sudah tiada

Tempat yang dulu indah

Banyak teriakan pilu kehilangan

Rumah mereka rubuh, tak terelakan

Tangis mereka sungguh sakit didengarkan

Sanak mereka bahkan mati

Ditelan murka tempat yang mereka huni

Wahai saudaraku !

Peristiwa ini bukan tanpa sebab

Bukan karena hujan yang menghujam

Apalagi angin cuaca yang tidak patut disalahkan

Ini ulah tangan manusia

Yang menyimpan keuntungan dibalik kebijakan

Tega menebang luas hutan

Dengan dalih “semua pohon sama saja!”

Namun apakah benar saudaraku ?

Apakah sawit sawit itu mampu bertahan ?

Apakah gelondongan kayu rapi yang hanyut

Murni kecelakaan ?

Mungkin kita perlu menepuk mata deretan orang berseragam

Agar mereka melihat relawan yang mulai kewalahan

Agar mereka melihat bagaimana alam menewaskan

Makhluk hidup apapun tanpa ampun

Kita tidak tau siapa yang bersalah

Kita tidak tau status apa yang patut disematkan

Tapi yang utama

Kita tetap harus mengulurkan tangan

Karena saudara kita disana

Bagian dari ketidakadilan yang tidak pantas ditumbalkan

Magelang, 23.12.25