Serpihan Impian

Green and Red Wreath Cheerful Foliage Christmas Adhesive Sticker
Halo, sahabat Mijil! Kali ini aku akan berbagi cerita tentang bagaimana perjalananku untuk sampai di titik ini yang awal mulanya hanya sebuah harapan kecil berujung pada kenyataan yang tak terduga. Mulai dari kegelisahan dalam memilih program studi hingga sampai ke FISIP prodi Ilmu Administrasi Negara UNS.

Cerita ini dimulai ketika aku duduk di bangku kelas XII,dimana siswa harus menentukan rencana apa dan kemana akan melanjutkan studinya ke Universitas yang diinginkan,kegelisahan dan perasaan bimbang pasti selalu menyelimuti di benak anak kelas XII termasuk diriku sendiri,waktu itu aku belum tahu program studi apa yang akan aku ambil nantinya di Universitas.

Semester demi semester telah kulalui dengan sungguh-sungguh agar nilai setiap semesterku memiliki grafik yang naik. Mendapatkan kuota SNMPTN adalah targetku dari awal,saat itu aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri “Mau ambil program studi apa ya?”. Teman-temanku menyarankan aku untuk mengambil program studi Manajemen,pasti tidak asing dengan program studi ini yang dikenal dengan banyak peminatnya,tanpa berpikir panjang aku pun tertarik untuk mengambil program studi Manajemen nantinya.

Di suatu malam aku merenung dan memutuskan untuk membuka laptop dan mencari referensi mengenai apa saja program studi di UNS dan menentukan pilihan program studi kedua yang akan aku ambil,di situ aku menemukan program studi Ilmu Administrasi Negara. Di pikiranku yang masih awam saat itu adalah “Wah dari namanya terdengar keren” maka dari itu aku memutuskan untuk mengambil program studi Manajemen untuk pilihan pertama dan Ilmu Administrasi Negara pilihan kedua.

Di awal tahun 2021 yaitu bulan januari tiba saatnya pemilihan siswa eligible SNMPTN yang dipilih oleh pihak sekolah,disana aku sangat berharap agar termasuk dalam daftar siswa eligible. Setelah beberapa hari menunggu daftar pemeringkatan siswa eligible pun keluar dan aku melihat namaku mendapat urutan nomor 11 dari 48 siswa IPS. Aku sangat senang mengetahui hal itu namun,disisi lain terdapat kekhawatiran juga, bagaimana jika peringkat di atasku mengambil program studi yang sama denganku,karena bapak guru berkata,”Kalau ingin banyak yang lolos SNMPTN ya diusahakan tidak mengambil program studi yang sama dan universitas yang sama juga”. Di saat itu,aku masih yakin dengan program studi yang akan aku ambil.

Beberapa hari kemudian,yang termasuk siswa eligible diperintahkan untuk merekap data program studi dan universitas yang akan diambil dan ternyata kekhawatiranku benar terjadi,siswa yang mendapat peringkat nomor 2 mengambil program studi dan universitas yang sama denganku. Di situ aku sangat bingung entah mau mengambil alternatif program studi apa lagi dengan waktu yang sudah mepet dengan jadwal pendaftaran SNMPTN,ada kata-kata dari temanku yang membuatku down mental saat itu “Kalau ingin lolos,mending ambil program studi lain karena sainganmu saja nilainya lebih tinggi “,ucapnya. Di malam itu juga aku menangis karena bingung tidak tahu untuk memilih apa lagi,aku menyampaikan keluh kesah kepada kedua orang tuaku dengan rasa pasrah untuk mengubah pilihan program studiku namun,kedua orang tua ku menguatkan dan meyakinkanku bahwa rezeki tidak akan pernah tertukar,tak menghiraukan ucap temanku tadi dan yakin pada diriku sendiri untuk tetap memilih program studi itu.

Tidak berakhir di situ saja,dalam konsultasi di pihak les pun berkata bahwa nilaiku untuk masuk program studi Manajemen dan Ilmu Administrasi Negara di UNS kurang untuk persaingan yang cukup ketat,dan disarankan untuk mengambil FKIP dan universitas selain UNS jika ingin lolos SNMPTN namun,aku teguh kepada pilihanku untuk mengambil program studi itu,kalaupun aku tidak lolos SNMPTN tidak apa-apa masih ada SBMPTN.

Setelah melakukan pendaftaran SNMPTN,aku memutuskan untuk mengejar materi SBMPTN dengan waktu yang tidak lama lagi,aku juga tidak mau terlalu mengharapkan SNMPTN sehingga aku lengah dalam menyiapkan ujian SBMPTN. Hari demi hari kulalui dengan belajar dan les intensif selama beberapa bulan,terkadang aku lelah untuk belajar,tetapi aku selalu ingat bahwa kedua orang tua ku menaruh harapan yang besar kepadaku,dengan itu aku harus melakukan yang terbaik untuk mereka.

Dua bulan kemudian,menjelang pengumuman SNMPTN aku tiba-tiba ragu dengan pilihanku menempatkan program studi manajemen di pilihan pertama,dikarenakan aku sadar bahwa diriku tidak terlalu menguasai pada bidang ekonomi dan matematika,lucu memang memilih program studi tapi tidak mempertimbangkan terlebih dulu bagaimana kedepannya. Dalam doaku selalu berkata “Ya Allah pilihkan yang terbaik untukku”. Tepatnya pada tanggal 22 Maret 2021 adalah hari pengumuman SNMPTN,ternyata SNMPTN bukan rezekiku,aku tidak bersedih karena pasti pilihan Allah itu yang terbaik. Setelah tidak lolos SNMPTN aku memutuskan untuk mengubah pilihan program studi Ilmu Administrasi Negara pada pilihan pertama dan pilihan kedua adalah program studi Sosiologi,karena aku merasa bahwa di situlah passionku.

Untuk mencapai tujuan itu,aku menambah semangatku dalam mempersiapkan SBMPTN dengan memperbanyak latihan soal-soal setiap harinya. Pada tanggal 14 April 2021 SBMPTN pun berlangsung,dengan segala persiapan yang kupunya aku meminta doa restu kedua orang tua agar selalu diberi kelancaran dan ketepatan dalam menjawab.Setelah itu pasrahkan hasil kepada Allah karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin.

Di sini ada suatu hal kecil yang selalu aku lakukan ketika perjalanan pulang melewati gerbang UNS yaitu selalu mengucapkan sholawat dan berdoa semoga dapat menjadi salah satu mahasiswa UNS melalui jalur SBMPTN. Aku pernah mendengar bahwa kekuatan solawat itu sangat besar maka dari itu aku selalu melakukannya ketika perjalanan pulang. Pada tanggal 14 Juni merupakan hari dimana pengumuman hasil SBMPTN itu keluar,perasaan campur aduk dan khawatir akan hasilnya,takut nantinya akan mengecewakan kedua orang tua. Pukul 15.00 aku membuka laptopku untuk melihat pengumuman SBMPTN dengan ditemani ayah dan ibuku, jariku gemetar ketika mengetikkan nomor pendaftaran dan tanggal lahirku,setelah terbuka hasilnya membuatku menangis histeris dan tidak percaya karena aku dinyatakan lolos SBMPTN program studi Ilmu Administrasi Negara,Universitas Sebelas Maret.

Pelajaran yang dapat diambil adalah selalu yakinlah kepada dirimu sendiri,berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuanmu,dan selalu ingat bahwa restu orang tua nomor satu,serta libatkanlah Allah dalam segala rencanamu niscaya akan dipermudah. Sekian cerita perjalananku,terima kasih.

2 Likes