Selain Varro, Inilah Tokoh Linguistik Pada Masa Romawi

IMG_20211223_124644_932
Sumber gambar : Mitologi Romawi dan Yunani - IDCourserians

Bahasa menjadi suatu alat komunikasi yang tidak pernah jauh dari kehidupan manusia. Dengan bahasa seseorang mampu mengungkapkan perasaan, gagasan ataupun pendapatnya. Mengingat peranan bahasa, ternyata tidak lepas dari perkembangan linguistik di dalamnya. Sobat mijil pasti sudah tau kan mengenai perkembangan linguistik sampai sekarang.

Syaf Sulaiman (1973) telah membagi enam periode perkembangan linguistik, yang terdiri atas periode permulaan, periode perkembangan awal, periode perkembangan lanjut, periode pembaharuan awal, periode pembaharuan lanjut dan periode pembaruan mutakhir. Periode awal dibagi menjadi lima periode: periode India, periode Yunani, periode Romawi, abad Pertengahan dan periode Renaissance. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas perkembangan linguistik pada masa Romawi, mari disimak ya sobat mijil.

Pada zaman Romawi, objek penelitian filosof terfokus pada perkembangan gramatika dan bahasa latin. Tokoh-tokoh linguistik pada zaman Romawi yang terkenal yaitu Varro dan Priscia.
a. Varro “De Lingua Latinia”
Varo telah mengarang buku berjudul “De Lingua Latinia”. Dalam bukunya yang berjumlah 25 halaman tersebut Varro membahas mengenai etimologi, sintaksis dan morfologi. Kemudian Varro juga membagi kelas kata menjadi empat, yakni kata kerja, kata benda, partisipel, serta adverbium. Pada kata kerja telah dibedakan lagi atas tense, aspect, time, pasif dan aktif.

b. Priscia “Institutiones Grammaticae”
Selain Varro, tokoh perkembangan linguistik pada masa Romawi yaitu Priscia. Bukunya berjudul “Institutiones Grammaticae” menjadi buku yang paling lengkap membahas tata bahasa latin. Buku ini menggunakan semantik untuk membahas norma sebagai bahasan utama bahasa. Selain itu buku ini juga menjelaskan konsep fonologi, morfologi dan sintaksis. Priscia membagi bunyi menjadi empat jenis, yaitu
• Vox artikulata atau pengucapan bunyi untuk mengetahui perbedaan makna.
• Vox martikulata atau pengucapan bunyi untuk mengetahui makna.
• Vox litterata yaitu suatu bunyi dapat ditulis secara artikulata atau martikulata.
• Vox illiterate atau suatu bunyi yang tidak tertulis.
Selanjutnya priscia juga membagi kata menjadi delapan, yaitu
• Nom, kata benda dan kata sifat.
• Verbum, yaitu kata perbuatan.
• Participum, atau kata yang berderivasi verbum.
• Pronomen, atau kata yang menggantikan nomen.
• Adverbium, atau atribut verbum.
• Praepositio, atau kata depan.
• Interjectio, atau kata untuk mengungkapkan.
• Conjunction, atau kata hubung.

Budaya Yunani atau dikenal dengan Hellenisme juga berkembang selama masa Romawi. Pengaruh Hellenisme termuat pada Alexandria, dimana pengetahuan didasarkan pada ajaran Stoa (stoic).

Sumber Referensi :
Pateda, Mansoer. (2011). Linguistik: Sebuah Pengantar. Bandung: Angkasa.
Yanda, D. P., & Ramadhanti, D. (2019). Perkembangan Kajian Linguistik: Bidang Tata Bahasa. Padang : Guepedia.
Azhar, I. N. (2010). Peranan Filsafat Dalam Mengembangkan Linguistik. Pamator Journal, 3(1), 33-39.

2 Likes