Sebuah Babak Baru

Halo semuanya, apa kabar kalian? Semoga kalian semua dalam keadaan sehat ya. Perkenalkan aku Izza dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pada kesempatan kali ini, aku ingin membagi sedikit cerita dengan teman-teman tentang perjalananku hingga akhirnya bisa sampai di titik ini, bisa menulis cerita singkat untuk teman-teman. Kisah ini berawal dari semester satu kelas dua belas, saat pertanyaan semacam “Habis lulus mau lanjut kemana?”, “Lulus SMA langsung nyari kerja atau mau kuliah?”, “Kalau kuliah mau masuk jurusan apa?” sudah banyak aku terima. Sejak kecil aku selalu menjawab ‘tidak tahu’ saat ditanya perihal rencana masa depan, alasannya sederhana, takut hasil yang aku dapat ternyata mengecewakan. Saat ditanya-tanya perihal kuliah pun jawabanku selalu abu-abu, tidak menjawab sama sekali.

Kalau ditanya apa rencanaku mungkin sulit untuk menjawabnya, tapi bukan berarti aku hidup tanpa mempersiapkan segala sesuatunya. Aku selalu siap, bahkan untuk semua kemungkinan terburuk yang kemungkinan besar akan aku dapat, aku siap. Hingga suatu hari saat aku menghubungi kakek dan nenek yang tinggal berdua di Karanganyar, untuk kesekian kalinya aku harus menulis ulang rencana yang sudah aku buat matang-matang. Kuliah di Malang atau Surabaya gugur. Ya, mereka memintaku untuk melanjutkan studi ke kampus benteng pancasila yang sekarang sudah berhasil aku masuki ini. Aku tidak marah atau kecewa, mungkin hanya sedikit merasa sedih karena lagi-lagi aku memilih untuk mengikuti kemauan ‘orang lain’.

Meski sudah dapat dipastikan bahwa nanti aku akan mendaftar ke UNS, aku masih belum berani menjawab pertanyaan orang-orang yang sebenarnya bukan peduli tapi hanya penasaran saja itu. Aku belajar seperti biasa, mengerjakan tugas seperti biasa, mendengarkan celoteh temanku tentang rencana studinya seperti biasa. Sampai akhirnya tiba juga hari dimana keputusan akan jurusan pilihan yang akan aku ambil harus aku jawab. Selama beberapa bulan terakhir pada waktu itu aku masih merasa bingung bukan main, belum jelas antara hitam atau putih yang akan aku pilih. Sejak SMP hanya ada tiga jurusan yang pernah aku idam-idamkan yaitu hubungan internasional, ilmu komunikasi, dan sastra bahasa inggris atau Indonesia. Tidak ada alasan khusus aku mengidamkan tiga jurusan itu, hanya karena aku melihatnya sebagai jurusan yang keren.

Mungkin akan terdengar sangat lucu saat kalian tahu bahwa ilmu administrasi Negara adalah jurusan yang aku pilih di menit-menit terakhir. Aku bertanya ke saudaraku, guru bimbingan konseling, wali kelasku, juga mencari tahu lewat internet. Dan singkatnya, aku tertarik. Dengan modal bismillah, tekad dalam hati dan tentunya restu orang tua, aku mendaftar ke jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS. Hari pengumuman tiba, dan aku lolos lewat jalur SNMPTN. Air mata jatuh begitu saja saat melihat namaku terpampang jelas di layar laptop juga dengan ucapan selamat berwarna birunya. Alhamdulillah.

Oh ya, ada satu lagi cerita menarik nih. Beberapa hari yang lalu saat aku mengemasi buku-buku SMA, aku menemukan buku bahasa indonesiaku saat kelas sepuluh semester satu. Aku teringat dengan perintah ibu guru yang menyuruh kami menulis harapan di sampul belakang bagian depan. Ilmu administrasi aku tulis disana. Aku tertawa kecil, ternyata kadang cara Tuhan mengabulkan doa hamba-Nya bisa sejenaka ini ya?

1 Like

Keren euy. Ini sih beneran cita-cita yang terwujud. Selamat ya…