Salah Satu Variasi Bahasa di Kalangan Remaja


Sumber : Dari penulis

Indonesia memiliki suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari suku Jawa di Jawa, suku Batak di Sumatra, suku Bugis di Sulawesi, suku Dayak di Kalimantan, dan masih banyak lagi. Setiap suku di Indonesia memiliki Bahasa Daerah masing-masing sehingga Indonesia memiliki beragam bahasa Daerah. Maka diperlukan bahasa Nasional yaitu bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung antar suku yang ada di Indonesia.

Sebagai kaum muda kita dapat berbangga karena memiliki bahasa Indonesia yang dapat menyatukan baragam suku bangsa yang berbeda. Pada era globalisasi dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih banyak bermunculan bahasa-bahasa baru yang terlahir dari kalangan tertentu salah satunya adalah bahasa gaul. Bahasa ini sering kali di jumpai di media sosial seperti twiter, Instagram, facebook, dan whatsapp sebagai sarana komunikasi yang kebanyakan digunakan oleh kalangan remaja.

Pada zaman milenial ini penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai digeser oleh bahasa gaul. Diperparah dengan generasi muda yang lebih sering menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia dari pengaruh yang ditimbulkan oleh bahasa gaul, kita sebagai kaum muda seharusnya menanamkan kecintaan dalam diri masing-masing terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008:119) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berintraksi, dan mengidentifikasikan diri. Menurut Mulyana (dalam sari 2015:2) bahasa gaul adalah sejumlah kata atau istilah yang mempunyai arti khusus, unik, menyimpang atau bahkan bertentangan dengan arti yang lazim ketika digunakan oleh orang-orang dari subkultur tertentu.

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa bahasa gaul merupakan sejumlah kata dari bahasa Indonesia atau bahasa asing yang mempunyai arti khusus dan unik yang tidak mempunyai struktur yang pasti yang biasanya digunakan oleh sebagian besar kalangan remaja.

Bahasa gaul pertama kali digunakan pada tahun 1980an dengan istilah bahasa prokem. Pada saat itu bahasa prokem digunakan oleh para preman yang kehidupannya dekat dengan tindakan kriminal, kejahatan, dan mabuk-mabukan, Mereka menciptakan istilah-istilah baru yang hanya diketahui oleh komunitas mereka sehingga orang yang bukan termasuk komunitasnya tidak mengetahui apa yang mereka katakan.

Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia
Berikut merupakan pengaruh yang disebabkan oleh bahasa gaul terhadap Bahasa Indonesia antara lain:

  1. Mengurangi eksistensi bahasa Indonesia yang benar.
    Pada saat ini kebanyakan masyarakat sudah terbiasa menggunakan bahasa gaul dikehidupan sehari-hari dan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya para generasi muda yang lebih memilih menggunakan bahasa gaul dibandingkan dengan bahasa Indonesia yang benar.

  2. Menjadikan kurang terkenalnya bahasa baku
    Semakin berkembangnya bahasa gaul dimasyarakat menyebabkan semakin berkurangnya orang yang menggunakan bahasa baku. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya remaja yang lebih memilih menggunakan bahasa gaul ketimbang bahasa baku. Contoh penggunakan kata “Oke” yang dirubah menjadi “Oghey”. Kata “Oghey” merupakan pelesetan dari kata baku “Oke”. Hal ini yang membuat banyak remaja tidak lagi mengetahui tatacara berbahasa baku yang baik dan benar.

  3. Ditinggalkannya penggunaan Ejaan Bahasa Yang Disempurnakan (EYD)
    Pada milenial ini banyak dari kalangan remaja yang kesulitan dalam menulis bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD. Hal ini disebabkan karena bahasa gaul dapat membuat para remaja lebih percaya diri. Jika ini terus berlanjut maka dikhawatirkan bahwa generasi yang akan datang tidak lagi mengenal dan menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD.

Contoh bahasa gaul yang digunakan saat ini
Dilangsir dari IDX CHANNEL.COM berikut merupakan contoh-contoh bahasa gaul yang sering kita temui di kalangan masyarakat:
• Bestie
Istilah ini merupakan singkatan dari bahasa inggris Best Friend yang mempunyai arti teman baik atau sahabat. Istilah ini biasanya ditujukan untuk seorang teman yang begitu dekat.
• YGY
Istilah YGY ini memiliki kepanjangan “Ya Ges Ya” atau “Ya Guys Ya. Istilah ini digunakan untuk meyakinkan orang lain akan suatu argumen.
• POV
Istilah ini merupakan singkatan dari Point of View. Istilah ini digunakan untuk menentukan sudut pandang suatu cerita.
• Ngab
Istilah ini merujuk pada kata bang yang mempunyai arti mas atau kakak laki–laki. Istilah ini ditujukan kepada seorang pria.
• Ghosting
Istilah ini berasal dari bahasa inggris “Ghosting” yang artinya tiba-tiba menghilang. Istilah ini sering digunakan pada hubungan asmara dimana seseorang ditinggal tanpa kejelasan.
• Sabi
Sabi merupakan istilah yang merujuk pada kata bisa. Istilah ini digunakan untuk menyatakan kesanggupan.
• TBL
Istilah ini merupakan singkatan dari “Takut Banget Loh”. Istilah ini digunakan untuk menyatakan suatu ketakutan.
• NBL
Istilah ini merupakan singkatan dari “Ngakak Banget Loh”. Istilah ini sering digunakan untuk menanggapi sesuatu yang bersifat komedi atau lucu.
Dalam upaya untuk menanggulangi penggunaan bahasa gaul di kalangan masyarakat. Hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
• Kesadaran diri untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
• Adanya pengawasan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar terhadap penggunaan bahasa pada anak. Jangan sampai anak-anak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang buruk.
• Adanya penanaman tentang pemahaman dan kecintaan dalam diri generasi muda terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Kesimpulan
Bahasa gaul menjadi salah satu penyebab bahasa Indonesia yang baik dan benar mulai dilupakan. Pemakaian bahasa di masyarakat cenderung menggunakan bahasa gaul terutama remaja. Bahasa gaul adalah sejumlah kata dari bahasa Indonesia atau bahasa asing yang mempunyai arti khusus dan unik yang tidak mempunyai struktur yang pasti yang biasanya digunakan oleh sebagian besar kalangan remaja.

Untuk menanggulangi penggunaan bahasa gaul di masyarakat, berikut upaya-upaya yang dapat dilakukan antara lain: pertama, adanya kesadaran diri dari masing-masing individu untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, adanya pengawasan dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar terhadap penggunaan bahasa pada anak. Ketiga, adanya penanaman tentang pemahaman dan kecintaan dalam diri generasi muda terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Marilah Kita sebagai generasi muda penerus bangsa selalu melestarikan dan menjujung tinggi bahasa Indonesia agar tidak tergerus oleh arus globalisasi yang semakin kental sehingga bahasa Indonesia dapat bertahan dari gempuran bahasa gaul yang semakin merajalela. Hal ini dilakukan agar generasi setelah kita terjaga kebahasaannya jangan sampai mereka melupakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan yang baik dan benar.

Sumber Refrensi :
Tim Penyusun. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa
Sari, Beta Puspa. 2015. “Dampak Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja Terhadap Bahasa Indonesia”. Dalam Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015, halaman 2-5