Respon Negatif Publik Terhadap Kekalahan Atlet Bulu Tangkis Berimbas Pada Performa Mereka

gz1t6srxd4i8hfr0cr9e
(source: PBSI)

Bulu Tangkis adalah olahraga bola kecil yang sangat populer di Indonesia. Kepopuleran tersebut dibuktikan dengan banyaknya kalangan remaja hingga dewasa yang menonton pertandingan ataupun memainkan olahraga tersebut. Selain itu, prestasi bulu tangkis di Indonesia juga sangat baik, banyak pemain berbakat yang telah meraih kejuaraan di berbagai pertandingan bulu tangkis. Tak jarang dari hal tersebut memunculkan ekspektasi publik pada atlet bulu tangkis akan kemenangan di setiap pertandingan yang mereka ikuti.

Banyak sekali peristiwa dimana publik menghujat atlet ketika mereka mengalami kekalahan. Hujatan bukanlah kritikan yang membangun melainkan hanya celaan kepada seseorang. Ekspektasi adalah keinginan besar yang dibebankan kepada sesuatu. Dalam hal ini, publik mengharapkan atlet dapat meraih kemenangan sesuai ekspektasi mereka, baik disebabkan oleh kemenangan di pertandingan sebelumnya ataupun karena mengidolakan atlet tersebut.

Sebenarnya ada banyak faktor yang menjadi penyebab menurunnya performa atlet saat bertanding. Cedera pada atlet adalah salah satunya yang sering terjadi. Namun, banyak dari publik yang menghiraukan hal itu. Alhasil karena hujatan tersebut, atlet mengalami serangan psikologis yang berdampak pada penurunan performa mereka saat bertanding.

Salah satunya terjadi pada pasangan ganda putra Indonesia, Bagas Maulana dan Muhammad Shohibul Fikri. Setelah menjuarai All England tahun 2022, performa mereka menurun dan terus mengalami kekalahan. Hujatan dari publik pun terus berdatangan setiap kali mereka mengalami kekalahan. Mengutip dari Jawa Pos, Herry IP selaku pelatih ganda putra Indonesia menanggapi bahwa mereka memang mengalami drop mental saat bertanding. “Kalau menurut saya mental bertanding Bagas/Fikri itu menurun, drop ya. Belum kembali lagi. Di latihan mereka normal biasa, tapi di pertandingan tidak bisa keluar. Apa yang sudah dilatih hilang semua. Malah di lapangan terlihat panik, bingung mau main seperti apa,” ucap Herry IP.

Pelatih berjuluk Coach Naga Api tersebut menambahkan bahwa ia sering memotivasi anak didiknya itu untuk lebih percaya diri karena memang setiap pemain akan ada masanya seperti itu. Mengatasi masalah seperti itu pun berbeda untuk tiap atlet, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Herry IP berharap Bagas/Fikri bisa cepat bangkit dan segera berbenah.

Sesuai pernyataan pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP, memang terlihat jelas bahwa peraih juara All England 2022 tersebut sulit mengatasi tekanan yang ada dalam diri mereka. Kita dapat melihatnya setiap kali mereka bertanding. Banyak dari penggemar yang berharap Bagas dan Fikri dapat bangkit dari kondisi tersebut, terus berprestasi dan berani menghadapi berbagai tantangan kedepannya.