Puisi “Sebatas Waktu”

sebatas waktu

kala mataku terbuka
menatap semesta yang tak terhingga
senja datang untuk menyapa
memberi kenyamanan pada jiwa
menuai asa pada setiap raga yang nestapa
mendamba agar tetap singgah untuk sekian lama

namun inilah dunia
tempat yang penuh oleh fana
membuat lalai setiap jiwa dari kewajibannya yang ada
tanpa sadar batas waktunya tiba
Tuhan telah menanti untuk sekian lama
menjemput pulang setiap jiwa
untuk mendekap alam baka selamanya