Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP II) merupakan salah satu tahap dalam proses mempersiapkan calon guru profesional pada tingkat Sarjana Pendidikan. Tahap ini melibatkan penugasan kepada mahasiswa untuk menerapkan hasil pembelajaran melalui pengamatan terhadap proses belajar mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan. Selain itu, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan perangkat pembelajaran serta melakukan kegiatan mengajar secara terarah, yang dilengkapi dengan tindakan refleksi di bawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing serta guru pamong secara bertahap. Pada kesempatan ini, Saya ingin membagikan sedikit pengalaman yang Saya dapatkan selama berkegiatan PLP II di SMPN 2 Secang.
Sebelum pelaksanaan PLP II, pastinya mahasiswa sudah menempuh mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) agar mahasiswa mendapatkan bekal untuk mengajar yang baik. Kemudian mahasiswa memilih sekolah untuk praktik. Kebetulan saya dapatnya di SMPN 2 Secang karena pilihan yang lain sudah penuh. SMPN 2 Secang terletak di Desa Pirikan, Kec. Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Meskipun tempatnya di tengah desa, sekolah ini mempunyai banyak prestasi yang diperoleh siswa maupun guru. Guru di sekolah ini cukup banyak yang menjadi guru penggerak. Jadi, tidak perlu diragukan.
Awal penerjunan di SMPN 2 Secang dihadiri oleh kepala sekolah, Bapak Budi Sayuto. Beliau menyampaikan banyak motivasi dan amanat. Terdapat satu kalimat yang membuat saya tergugah, yaitu kalimat “Menjadi guru yang baik, atau tidak sama sekali”. Kalimat tersebut memberikan semangat kepada Saya untuk menjadi seorang pengajar. Kemudian saya diperkenalkan dengan Ibu Indah Surjani Padmasari sebagai guru pamong. Guru pamong merupakan guru yang akan membimbing selama masa PLP II, mulai dari penyusunan modul ajar, media pembelajaran, dan lain-lain. Guru pamong membagi kelas untuk saya mengajar. Saya mendapatkan kelas 8C.
menurut Bu Indah, kelas 8C adalah kelas yang aktif dan siswanya nurut. Betul kata beliau, kelas yang siswanya sangat aktif dan interaktif. Saking aktifnya, suara Saya sampai habis ketika selesai mengajar di kelas 8C, tapi itu waktu awal. Setelah Saya memahami karakter mereka, saya jadi mengetahui apa yang harus Saya lakukan. Bagaimana cara agar aktif ramenya mereka juga berbuah hasil dalam pembelajaran.
Pelaksanaan PLP II di SMPN 2 Secang sangat membantu dalam hal logistik dan penyediaan waktu. Guru yang ada di sekolah sangat baik, bapak penjaga dan kebersihan sangat ramah, murid yang beraneka ragam sifatnya. Hal tersebut membuat saya tertantang. Kami di sekolah ini cukup difasilitasi oleh sekolah.
Pada pelaksanaan PLP II di dalam kelas, Saya dinilai langsung oleh guru pamong, mulai dari mempersiapkan kelas sebelum pembelajaran, penyampaian alur tujuan pembelajaran, konsep materi yang diberikan, bagaimana cara mengondisikan kelas, refleksi kepada siswa, penyampaian motivasi, sampai dengan penutupan. Setelah mengajar, Saya mendapatkan koreksi agar kedepannya menjadi lebih baik.
Selama 6 (enam) Minggu melaksanakan kegiatan PLP II, banyak hal yang saya dapatkan, salah satunya adalah pengalaman. Pengalaman tersebut terdapat cerita yang menyenangkan dan menyedihkan. Saya pernah hampir kapok dan ingin cepat selesai kegiatan PLP II di sekolah ini karena suatu hal. Saya selalu mengintrospeksi diri bagaimana hal yang sudah berlalu biarlah berlalu dan tetap untuk profesional. Segala puji bagi Allah, cerita menyedihkan yang lalu menjadi cerita yang menyenangkan. Hingga akhirnya, Saya berat meninggalkan mereka semua. Pengalaman tersebut memberikan saya pelajaran yang berarti. Saya pernah mengira, saya akan mengajari mereka banyak hal. Ternyata mereka yang mengajari saya banyak hal.
Kegiatan PLP II ini adalah bentuk simulasi apa yang akan dihadapi dalam dunia pendidikan dan sebagai persiapan ketika masuk ke dunia kerja nantinya. Untuk anak-anak SMPN 2 Secang, terima kasih telah menjadi murid yang baik, teruslah menjadi murid yang baik kelak Kau akan sukses.
Magelang, 16 Oktober 2024
Siti Imronah
