Persahabatan ular dan anak rusa

Di hutan belantara hiduplah seekor ular yang licik dan berbisa. Suatu hari, ular tersebut tengah menjelajahi hutan untuk mencari makanan. Di tengah pencarian, ia menemukan seekor anak rusa yang sedang minum di sungai yang airnya mengalir begitu deras. Ular itu berniat untuk menggigit dan memakan anak rusa itu. Ular pun mulai mendekati anak rusa yang berada di tepi sungai, dengan sangat perlahan.
Namun saat ular ingin menggigit, tiba-tiba anak rusa itu terjatuh ke sungai dan terbawa arus. Anak rusa itu mencoba untuk berenang ke tepi sungai. Namun karena air mengalir begitu deras, anak rusa itu kesulitan berenang untuk mencapai tepi sungai. Sontak anak rusa berteriak meminta tolong.
“Tolong…tolong…toloong”.
Mendengar teriakan dari anak rusa, ular pun terfikirkan untuk menolong anak rusa itu kemudian memakannya. Ia pun melihat sekeliling tepi sungai untuk mencari cara agar bisa menolong anak rusa itu. Alhasil ia menemukan sebuah pohon yang rantingnya begitu rendah dan mengarah ke tengah sungai. Ular pun segera naik ke pohon dan menuju ranting itu untuk melilitkan sebagian tubuhnya. Kemudian bagian ekor ular digunakan untuk melilitkan ke tubuh anak rusa itu. Dengan usaha dari ular, anak rusa dapat diselamatkan.
“Terima kasih telah menyelamatkan aku ular”. Ucap anak rusa dengan wajah takut.
“Sama-sama rusa.” Ucap ular kepada anak rusa.
Karena ketakutan, anak rusa pergi meninggalkan ular dengan berlari secepat mungkin. Ular pun segera mengikuti anak rusa itu. Kemudian dengan berani anak rusa itu berhenti dan berkata.
“Ular kenapa kamu mengikuti aku?” Ucap rusa dengan was-was.
“Aku ingin berteman dengan kamu. Apa kamu mau jadi temanku?”
“Kenapa kamu mau berteman dengan ku?”
“Aku merasa sendiri dan kesepian.” Ucap ular
Mendengar perkataan dari ular, anak rusa itu pun mau berteman dengan ular karena tadi ular sudah menyelamatkannya. Kemudian rusa pun mengajak ular pergi untuk bertemu dengan ibunya. Sesampainya di lingkungan tempat tinggalnya, anak rusa memperkenalkan ular kepada ibunya.
“Ibu… Lihatlah aku punya teman baru.”
Ibu rusa berjalan ke arah anak rusa dan terkejut bahwa teman yang di maksud oleh anaknya ialah ular. Ibu rusa pun sontak melarang anaknya untuk berteman dengan ular itu. Kemudian ular diminta untuk segera pergi dari lingkungan tempat tinggalnya.
“Ibu…Temanku itu baik. Dia tadi menolong aku saat aku terjatuh ke sungai.” Kata anak rusa heran melihat ibunya meminta ular untuk pergi.
“Tentu dia baik padamu. Kemungkinan dia ada maksud tersembunyi. Pasti dia menunggu waktu yang tepat untuk memangsa kamu.” Ucap ibu rusa
“Dia ular, hewan yang mematikan. Kamu jangan terlalu percaya dengan dia. Karena perilaku yang di tunjukkan belum tentu kebaikan dari hatinya.” Jelas ibu rusa
“Baik bu. Aku akan lebih berhati-hati lagi.” Jawab anak rusa
Setelah beberapa hari berlalu, ketika ibu rusa mencari makanan, tiba-tiba ia terjebak jaring dan tertangkap oleh pemburu sehingga ia tidak bisa melepaskan diri. Ibu rusa itu pun menangis dan meminta tolong.
“Tolong…tolong…tolong…”
Suara teriakan dari ibu rusa terdengar oleh ular. Ular itu kemudian mencari sumber suara yang ia dengar. Betapa terkejutnya ular melihat ibu rusa yang tertangkap oleh pemburu. Ular pun segera membantu ibu rusa dengan menggigit kaki pemburu itu. Mendapat gigitan dari ular, pemburu itu sontak berteriak dan melepaskan ibu rusa yang sedang ia bawa. Ibu rusa pun segera berlari menjauh dari pemburu. Ular pun ikut pergi menjauh dari pemburu itu. Ibu rusa pun segera menghampiri ular itu dan mengucapkan terimakasih karena sudah menolongnya.
“Terima kasih ular sudah menolongku”
“Iya rusa. Lain kali hati-hati.” Ucap ular
“Maaf ular, kemarin aku meminta kamu pergi dari lingkungan tempat tinggal ku.” Kata ibu rusa
“Iya tidak apa-apa rusa. Kamu pasti takut aku akan menggigit kamu dan anakmu bukan?” Tanya ular kepada ibu rusa
“Iya ular. Maafkan aku. Ayo kamu ikut dengan ku ke tempat tinggal ku untuk bertemu dengan anakku.” Ajakan ibu rusa dengan senang hati
“Baik rusa”
Sesampainya di lingkungan tempat tinggal rusa, ibu rusa segera memanggil anaknya.
“Nak…nak…sini.” Panggil ibu rusa terhadap anaknya
“Iya bu.” Dengan wajah terkejut ketika melihat ular datang bersama ibunya
“Bu, kenapa ada ular disini?” Tanya anak rusa kepada ibunya
“Iya nak. Tadi ular menyelamatkan ibu dari pemburu.”
Mendengar ucapan ibunya, anak rusa mengucapkan terima kasih kepada ular.
“Maaf nak ibu sudah melarang kamu berteman dengan ular. Sekarang ibu tidak akan melarang kamu berteman dengan ular.” Ucap ibu rusa kepada anaknya
“Terima kasih bu sudah mengizinkan ku berteman dengan ular” Ucap anak rusa
Setelah berminggu-minggu berteman dengan anak rusa. Ular merasa tidak kesepian lagi. Ia memiliki teman yang baik dan mendapatkan kasih sayang dari ibu rusa. Sehingga ular pun mengurungkan niatnya untuk memangsa anak rusa itu. Ular lebih memilih untuk terus berteman dengan anak rusa.