Pentingnya Pola Asuh atau Parenting Bagi Anak

Parenting atau pola asuh pada anak yaitu meliputi memenuhi kebutuhan fisik yaitu makanan dan minuman, dan juga juga memenuhi kebutuhan psikologi yakni kasih saying, rasa aman, serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar agar anak bisa hidup selaras dengan lingkungannya, Menurut Jerome Kagam (1997) pengertian parenting yaitu “pengasuh sebagai serangkaian keputusan tentang sosialisasi pada anak, yang mencakup apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar mampu bertanggung jawab dan memberikan konstribusi sebagai anggota masyarakat.”(Parenting Adalah Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak, Kenali Jenis-Jenisnya | Merdeka.Com, n.d.). Dimana orang tua harus menjelaskan kepada anak bagaimana anak memilik rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap semua hal dan juga keluarga harus mendukung anak dalam hal kegiatan yang dilakukan tentunya hal yang baik,

Namun, yang kita ketahui banyak orang tua yang kurang memperhatikan pentingnya parenting pada anak, hanya memikirkan kebutuhan fisik dan tidak memperhatikan kebutuhan psikologi atau mental anak, salah satu contoh kesalahan parenting adalah bertindak keras pada anak salah satu hal umum yaitu menuntut anak untuk mendapat peringkat di sekolahnya sedangkan kemampuan anak tidak hanya dalam hal akademik melainkan banyak hal non-akademik yang anak dapat kuasai namun banyak orang tua tidak melihat hal tersebut, oleh karena itu mulai dari sekarang orang tua juga harus memahami anak dalam hal psikologi dalam hal pendidikan, bahwa seorang anak juga memiliki prestasi pada bidang non-akademik dan jangan melihat pada satu hal saja. Selain itu menuntun anak dalam hal pendidikan tidak baik bagi kesehatan mental anak, dimana anak harus mendapatkan peringkat dan mengikuti keinginan orang tuanya, hal tersebut bisa mengekang pikiran anak dalam hal kebebasan bermimpi atau menggapai cita –cita. Sebagai orang tua kita harus lebih besikap mengarahakan kepada hal yang baik dan memberitahu dampak – dampak jika anak mengarah ke hal yang buruk dan bertanggung jawab atas semua hal yang telah dipilih dengan begitu anak bisa berpikir harus bagaimana cara bersikap dan mengambil keputusan dengan baik.

Menurut merdeka.com ada beberapa jenis-jenis pola asuh orang tua terhadap anak

1. Authoritarian Parenting

Pengasuhan ini mengombinasikan tingginya demandingness/control dan rendahnya acceptance/ responsive. Orang tua memaksakan peraturan, mengharapkan kepatuhan yang ketat.

2. Authoritative Parenting

Orang tua authoritative lebih flexibel sebab meskipun mereka mengendalikan dan menggunakan kontrol, tetapi mereka juga menerima dan responsif. Orang tua membuat peraturan yang jelas dan konsisten melakukannya, mereka juga menjelaskan rasionalisasi dari peraturan orang tua dan pembatasannya.

3. Permissive Parenting
Pola asuh permisif merupakan bentuk pengasuhan di mana orang tua memberikan kebebasan sebanyak mungkin pada anak untuk mengatur dirinya. Anak tidak dituntut untuk bertanggung jawab dan tidak banyak dikontrol oleh orang tua.

4. Neglectful Parenting
Pola asuh tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu orang tua umumnya banyak digunakan untuk keperluan ekonomi seperti bekerja dan kadangkala mereka terlalu hemat biaya untuk anak mereka.

5. Overprotective Parenting
Pola asuh di mana orang tua memiliki kekhawatiran yang berlebihan terhadap kehidupan anak. Lebih dari pola asuh otoriter, orang tua dengan pola asuh ini sangat khawatir apabila kebutuhan anaknya tidak terpenuhi, takut dan cemas hal yang tidak baik terjadi pada anaknya.(Parenting Adalah Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak, Kenali Jenis-Jenisnya | Merdeka.Com, n.d.).

Dari beberapa jenis – jenis pola asuh yang dikutip dari merdeka.com ada jenis pola asuh yang negative dan positif. Authoritarian Parenting termasuk pola asuh negative pada pola asuh ini dapat membuat anak merasa terkekang karena pola asuh orang tua yang memaksakan anak tanpa bicara antara dua belah pihak sehingga dapat membuat anak merasa depresi karena sebuah peraturan yang ketat. Authoratative Parenting pola asuh ini lebih positif di bandingkan dengan Authoritarian Parenting karena orang tua lebih flexible dan membuat peraturan yang jelas dan juga menjelaskan secara rasional sehingga anak dapat berfikir dampak negative yang akan di terima jika melanggar peraturan yang di buat oleh orang tuanya. Permissive Parenting pola asuh yang memberi kebebasan pada anak dalam hal ini termasuk hal yang negative karena memberi kebebasan yang berlebih membuat anak hilang arah dan anak tidak dapat bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Neglectful Parenting pada pola asuh ini kurang baik untuk anak karena anak akan merasa kesepian dan tidak ada tempat bercerita karena kurangnya waktu dengan orang tua. Overprotective Parenting pola asuh ini dapat membuat anak tidak memiliki privasi untuk dirinya karena orang tua yang terlalu overprotective dan dapat membuat anak terkekang karena kekhawatiran orang tua yang berlebihan.

Menurut beberapa pro dan kontra tentang pola asuh terhadap anak membuat beberapa orang berfikir bahwa pola asuh anak yang baik dan benar sangat di butuhkan, melihat hal ini sekolah untuk parenting anak sangat perlu agar orang tua mengerti bagaimana cara mengasuh anak dengan benar tidak terlalu mengekang dan tidak terlalu membebaskan, dengan begitu anak bisa bercerita kepada orang tua secara langsung dan lebih terbuka kepada orang tua.

Berdasarkan pemaparan di atas bisa di ambil kesimpulan bahwa Parenting atau pola asuh pada anak sangat penting dan perlu di perhatikan oleh orang tua dimana sebagai orang tua harus harus seimbang dalam memenuhi kebutuhan anak, baik dari segi fisik maupun psikologi.

Referensi

Dampak Jika Anak Dididik Terlalu Keras . (n.d.). Retrieved July 4, 2022, from Dampak Jika Anak Dididik Terlalu Keras

Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak, Kenali Jenis-jenisnya | merdeka.com . (n.d.). Retrieved July 4, 2022, from Parenting adalah Pola Asuh Orang Tua terhadap Anak, Kenali Jenis-jenisnya | merdeka.com