Tari Soreng adalah tari keprajuritan yang sangat populer di daerah Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Ngablak yang terletak di punggung utara Gunung Merbabu. Di perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2019 ratusan penari Soreng Ngablak Kabupaten tampil memukau di Istana Negara memeriahkan perayaan HUT RI. Tarian ini juga berhasil memecahkan rekor MURI dengan menampilkan 12.276 penari soreng di Lapangan Soepardi Sawitan Mungkid, Senin (28/10/2019) yang di ikuti oleh pelajar SMP, SMA, dan SMK, penari Soreng yang juga berasal dari masyarakat umum, sanggar seni, dan pegawai Pemerintah Kabupaten Magelang.
Pada 2019 saya yang masih duduk di bangku SMP kelas 2 dan teman satu angkatan saya di beri kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut yakni untuk kegiatan pemecahan rekor MURI. Pada awalnya kami diberitahu bahwa tarian ini akan mencetak rekor dengan jumlah 10.000 penari, kami sangat senang mendengar kabar tersebut namun kami bingung bagaimana kita latihan dengan jumlah sebanyak itu? Apakah tidak susah mengatur 10. 000 penari?
Lalu kami di jelaskan terkait latihan tari Soreng untuk latihan sendiri ternyata kami meggunakan latihan skala kecil, jadi tidak langsung 10.000 penari saat latihan. Latihan ini di pecah setiap sekolah kemudian untuk gerakan sendiri sekolah di berikan video tutorial di YouTube mengenai gerakan dan juga di bantu oleh guru tari kami. Awalnya latihan di lakukan satu angkatan karena tidak efektif jika satu angkatan latihan kemudian kami bagi lagi menjadi setiap kelas yang di jadwalkan pada jam BK masing masing kelas. Setelah latihan berjalan lancar mendekati 1 minggu sebelum acara kami melakukan latihan satu angkatan lagi untuk menyikronkan gerakan masing masing kelas yang di akhiri dengan gladi bersih di 1 hari sebelum acara.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Lapangan Soepardi penuh dan berdesak desakan dengan ribuan penari berpakaian seragam khas tari soreng. Di luar arena tari, para penonton sudah tampak antusias menyambut penampilan kami. Ketika suara musik pengiring mulai diputar, serentak seluruh penari bergerak dengan kompak. Saya takjub karena bisa mengikuti acara ini memandang, seluruh lapangan dan sepanjang jalan dipenuhi penari dengan gerakan yang sama. Rasa lelah dan capek selama latihan terbayar lunas dengan momen tersebut.
Setelah acara selesai dan tiba dirumah masing masing, diumuman melalui Whatsapp grup satu angkatan bahwa jumlah penari yang tampil mencapai 12.276 orang, melampaui target awal 10.000 penari. Kami semua merasa bangga bisa ikut serta memecahkan rekor MURI, apalagi di usia yang masih SMP. Momen itu juga membuat kami lebih dekat satu sama lain, karena kebersamaan saat latihan dan kegembiraan membuat hubungan pertemanan semakin dekat. Saya sendiri merasa lebih percaya diri setelah tampil di hadapan banyak orang. Selain itu, pengalaman mengikuti acara sebesar ini juga memberikan pelajaran berharga tentang arti kerja sama, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Tanpa guru-guru yang melatih dan teman teman saya, tentu saya tidak akan bisa menjalani pengalaman berharga ini dengan baik. Hingga sekarang, setiap kali saya melihat penampilan tari Soreng di televisi atau media sosial, saya selalu teringat bahwa saya pernah menjadi bagian dari sejarah besar di Kabupaten Magelang. Perasaan itu membuat saya sadar bahwa pengalaman berharga tidak hanya soal prestasi akademik, tetapi juga dari kegiatan budaya yang mengangkat warisan daerah sendiri.