Saya merasa bangga dan bersyukur dengan masa muda yang saya jalani. Bagi saya, masa muda adalah waktu penuh energi, semangat, dan peluang besar untuk mencoba berbagai hal baru. Salah satu hal yang paling saya syukuri adalah memiliki banyak teman yang selalu memberi warna dalam kehidupan saya. Kehadiran mereka membuat perjalanan masa muda saya jauh lebih bermakna. Teman-teman bukan hanya tempat berbagi cerita, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses saya tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu kegiatan favorit saya adalah jalan-jalan atau touring, baik ke luar kota maupun ke luar provinsi. Touring selalu memberi pengalaman yang berbeda, mulai dari suasana jalan, kondisi alam, hingga interaksi kecil sepanjang perjalanan. Salah satu touring paling berkesan yang pernah saya lakukan adalah perjalanan ke Pacitan, Jawa Timur. Sejak awal keberangkatan, saya sudah merasakan antusiasme besar. Perjalanan panjang itu bukan hanya soal menikmati tempat baru, tetapi juga tentang kebersamaan yang kuat dengan teman-teman saya. Kami saling menjaga, saling menunggu, dan saling memastikan semuanya aman selama perjalanan.
Perjalanan ke Pacitan memang melelahkan, namun rasa lelah itu hilang ketika melihat pemandangan indah seperti pegunungan, hamparan sawah hijau, dan jalanan berkelok. Solidaritas teman-teman juga sangat terasa. Ada yang membantu memeriksa motor, ada yang memotivasi ketika mulai lelah, dan ada yang sekadar mengajak bercanda untuk menghilangkan penat. Dari hal-hal seperti itu, saya semakin menyadari bahwa memiliki teman yang baik adalah anugerah besar. Meski fisik terasa lelah, hati saya tetap senang karena bisa melihat tempat baru dan mengumpulkan pengalaman yang tak terlupakan.
Selain touring, saya juga memiliki minat besar terhadap kegiatan mendaki gunung. Bagi saya, mendaki bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi juga menikmati proses perjalanan, melatih kesabaran, memperkuat fisik, dan menguji mental. Sudah ada beberapa gunung yang berhasil saya daki seperti Gunung Prau, Gunung Kembang, Gunung Andong, dan Gunung Ungaran. Masing-masing memiliki jalur dan pemandangan yang berbeda. Gunung Prau dikenal dengan sunrise yang indah, sedangkan Gunung Andong memiliki trek yang relatif mudah tetapi tetap menantang. Gunung Ungaran memberikan pengalaman dengan jalur yang sedikit lebih berat.
Keinginan saya untuk mendaki terus berkembang. Saya menargetkan gunung-gunung yang lebih tinggi seperti Slamet, Sindoro, dan Sumbing—tiga gunung yang dikenal sebagai “Triple S”. Ketiganya memiliki medan lebih berat sehingga membutuhkan persiapan lebih matang. Selain itu, saya juga memiliki impian untuk mendaki Gunung Rinjani, salah satu gunung tercantik di Indonesia. Pemandangan Danau Segara Anak dan jalurnya yang menantang membuatnya menjadi tujuan besar bagi saya.
Dari kegiatan naik gunung, saya belajar bahwa semua proses membutuhkan kesabaran. Langkah kecil tetap memiliki makna selama kita terus melangkah ke depan. Saya juga belajar pentingnya kerja sama, terutama ketika mendaki bersama teman. Ada kalanya seseorang kelelahan dan yang lain harus membantu. Ada juga situasi ketika cuaca buruk tiba-tiba datang, dan kami harus saling menjaga agar tetap aman. Semua pengalaman itu mengajarkan saya arti kebersamaan dan kepedulian.
Melalui touring dan mendaki gunung, masa muda saya terasa sangat berarti. Saya tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga belajar banyak hal, memperluas wawasan, mempererat pertemanan, dan mengenali kemampuan diri. Saya berharap dapat terus berkembang, mencoba hal-hal baru, dan memanfaatkan waktu muda dengan sebaik mungkin sebelum memasuki fase kehidupan yang lebih penuh tanggung jawab. Saya ingin memastikan masa muda saya menjadi masa yang penuh makna, pengalaman, dan pembelajaran berharga untuk masa depan.



