Pendidikan Menjadi Bagian dari Kaum Wanita

Kemudahan Wanita saat ini dalam menuntut ilmu dan bekerja sesuai dengan bidang yang diminati, tentu saja tak terlepas dari perjuangan para pahlawan. Salah satunya adalah Dewi Sartika. Dewi Sartika lahir pada tanggal 4 Desember 1884 di Cilengka, Jawa Barat. Beliau merupakan pahlawan Pendidikan Wanita Indonesia. Perannya dalam membangun wadah untuk para Perempuan agar dapat mendapatkan Pendidikan pada saat itu, hingga kini masih bisa dirasakan oleh para perempuan. Dewi Sartika memulai perjuangannya dalam hal kesetaraan dan kesejahteraan, serta Pendidikan untuk para Wanita, Ketika masa penjajahan Belanda. beliau membangun sebuah sekolah yang diberi nama “Sekolah Istri” untuk mewadahi dalam memberikan Pelajaran berupa membaca, menulis, mempelajari bahasa Belanda pada saat itu untuk para kaum Wanita kalangan bawah yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menempuh Pendidikan dasar.

Aksi beliau sangat besar untuk perkembangan kaum Wanita di masa yang akan datang. Karena jika tidak ada yang bergerak dan peduli mengenai Pendidikan Wanita kemungkinan kaum Wanita tidak akan pernah merasakan mendapatkan Pendidikan secara formal. Di era modern ini, para Perempuan dapat dengan mudah untuk mengenyam Pendidikan. Tidak ada lagi perbedaan kelas sosial maupun gender yang menghambat para Perempuan untuk menempuh Pendidikan dan memilih bidang Pendidikan yang disukai. Bahkan para perampuan dapat mengenyam Pendidikan hingga Tingkat tertinggi. Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk Perempuan, karena dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, selain itu juga dapat membantu perempuan untuk berpartisipasi dalam bidang sosial, politik, dan lainnya.

Namun, saat ini masih menjadi perdebatan mengenai kedudukan perempuan bila menempuh pendidikan yang lebih tinggi dari laki-laki. Ketidak setaraan gender masih saja menjadi isu yang hangat di masyarakat Indonesia. Tradisi dan keyakinan masyarakat, sistem dan aturan yang diterapkan menjadi salah satu penyebab permasalahan tersebut. Secara turun temurun tradisi dan keyakinan masyarakat mengenai perempuan yang bertugas dan merawat rumah, serta tanggung jawab atas keseluruhan pekerjaan rumah, hal ini mengakibatkan masyarakat berpikir bahwa kedudukan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Kesetaraan gender sangatlah penting agar dari pihak laki-laki maupun perempuan memiliki hak dan kesempatan masing-masing yang sama.

Perubahan pandangan mengenai kedudukan Wanita patutnya dirombak. Karena saat ini, banyak sekali para Perempuan yang telah membuktikan bahwa tidak hanya pekerjaan rumah saja yang bisa ditangani, namun hal-hal yang berkaitan dengan ilmu yang luas dapat pula ditangani oleh para Wanita. Tidak jarang pula kita menemukan bahwa banyak Wanita yang memimpin dalam bidang pekerjaan yang memili Tingkat keahlian yang tinggi. Maka dari itu, diharapkan Pendidikan dapat dijangkau oleh siapapun tanpa memandang gender.