Penanganan Stunting di Kabupaten Wonosobo

Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk selalu mengonsumsi makanan yang bergizi, tidak hanya asal makan yang banyak agar menjadi kuat tetapi terpenuhinya empat sehat lima sempurna supaya imum tubuh tetap terjaga dan tidak mudah sakit. Terutama pemberian nutrisi bagi anak, apabila tidak terpenuhi dikhawatirkannya sang anak dapet terkena stunting yaitu suatu kondisi karena memiliki masalah kurang gizi dalam waktu cukup lama sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan anak, tinggi badan seorang anak lebih pendek dari standar usianya.

Tingginya Angka Stunting di Kabupaten Wonosobo

Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah yang terdaftar dalam 11 Kabupaten/Kota prioritas untuk intervensi stunting seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Junaesdi pada acara peringatan Hari Gizi Nasional di Alun-Alun Wonosobo Jumat 26 Januari 2021. Berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013 angka stunting di Kabupaten Wonosobo mencapai angka 41,12% atau ada 29.037 anak yang mengalami gangguan pertumbuhannya.

Faktor Stunting

Masyarakat kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab stunting atau gagalnya pertumbuhan anak supaya dapat menekan angka anak stunting, antara lain:

  • Kekurangan gizi dalam waktu lama yang mengakibatkan anak lebih pendek dari anak normal dan keterlambatan berpikir.
  • Rendahnya akses terhadap makanan bergizi, asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keberagaman pangan dan sumber protein hewani.
  • Faktor ibu dan pola asuh kurang baik, perilaku dan pemberian makan serta masa remaja ibunya kurang nutrisi bahkan di masa kehamlan juga, serta laktasi yang berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak pada anak.
  • Terjadi infeksi pada ibu
  • Kehamilan pada usia remaja
  • Gangguan mental pada ibu
  • Jarak kelahiran anak yang pendek
  • Hipertensi
  • Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk akses sanitasi dan air bersih.
  • Kegagalan pemberian ASI eksklusif
  • Pemberian Makanan Pendamping ASI masih tidak tepat
  • Buruknya sanitasi
  • Tingkah laku tidak sehat

Dampak Dari Stunting

Akibat yang ditimbulkan dari masalah gizi dalam jangka pendek yaitu terganggunya perkembangan otak terganggu, kecerdasanm, pertumbuhan fisik kurang sempurna, dan gangguan dalam metabolisme tubuh.

Sedangkan dampak buruk dalam jangka panjang antara lain menurunnya kemampuan kognitif serta prestasi belajar, kekebalan tubuh yang rendah sehingga rentan sakit, tidak seimbangnya fungsi-fungsi tubuh, saat dewasa postur tubuh tidak maksimal, dan saat tua berisiko terkena penyakit tidak menular.

Pencegahan Masalah Gizi di Kabupaten Wonosobo

Melihat angkat stunting di Kabupaten Wonosobo yang cukup tinggi yaitu sebanyak 29,34% pada tahun 2017 sehingga perlu ada perbaikan percepatan gizi sehingga masalah stunting bisa menurun. Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah yaitu seperti pemberian tablet tambah darah, promosi ASI Eksklusif, promosi makanan pendamping ASI, imunisasi dasar lengkap dan suplemen vitamin A, pembagian obat cacing, dan pemantauan pertumbuhan di Posyandu.

Selain itu, untuk mencegah stunting dilakukannya kegiatan kemitraan antara Danone Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, dan mitra Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LTPT) mendukung pencegahan stunting ini dengan total 436 keluarga dan 13 Posyandu di Provinsi Jawa Tengah.

“Pencegahan stunting tidak akan berjalan efektif tanpa kolabarasi multipihak yang dilakukan antara pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat. Dengan kisah sukses pencegahan stunting di Wonosobo ini, kami berharap lebih banyak pihak yang terinspirasi, berkolaborasi mendukung upaya dan peran penting keluarga dalam memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang yang berkualitas serta menjaga perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia.

Namun, akibat adanya pandemi Covid-19 berkepanjangan, pencegahan stunting di Wonosobo hadapi tantangan berat. Selama masa pandemi ini hanya 18,7% kegiatan Posyandu yang berjalan normal di Kabupaten Wonosobo, sementara 43,5% Posyandu berhenti memberikan pelayanan, dan 37,23% lainnya mengalami penurunan kegiatan.

Oleh sebabi itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat berupaya mengajak pihak swasta dan pihak yang berwenang untuk ikut serta dalam menyukseskan program penangan dan pencegahan stunting. Semua pihak perlu bekerja sama demi kemajuan pembangunan SDM di Kabupaten Wonosbo.

Sekrtaris Daerah One Andang Wardoyo juga sepenedapat dengan Bupati Wonosobo bahwa semua pihak terkait harus saling berkomitmen untuk menangani stunting. Sehingga Sekda menekankan untuk seluruh Desa dan Kelurahan wajib mengkoordinasikan dalam aspek perencanaan, anggaran, serta pelaksanaan program dan kegiatan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia di Desa maupun Kelurahan agar penanganan stunting segera teratasi.

Referensi

  • Danang. (2021, Mei 7). Pandemi COVID-19 Berkepanjangan, Pencegahan Stunting Di Wonosobo Hadapi Tantangan Berat. Retrieved from website.wonosoboksb.go.id: https://website.wonosobokab.go.id/category/detail/Pandemi-COVID-19-Berkepanjangan--Pencegahan-Stunting-Di-Wonosobo-Hadapi-Tantangan-Berat

  • Rokom. (2018, Mei 28). Ini Penyebab Stunting pada Anak. Retrieved from sehatnegeriku.kemkes.go.id: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180524/4125980/penyebab-stunting-anak/#:~:text=Stunting%20merupakan%20kondisi%20gagal%20pertumbuhan,gizi%20dalam%20waktu%20yang%20lama.&text=Faktor%20lainnya%20yang%20menyebabkan%20stunting,anak%20yang%20pend

  • Sulaiman, M. R. (2020, Juli 16). Program Cegah Stunting Berbasis Keluarga di Wonosobo, Seperti Apa? Retrieved from suara.com: https://www.suara.com/pressrelease/2020/07/16/195901/program-cegah-stunting-berbasis-keluarga-di-wonosobo-seperti-apa?page=all

  • Wonosobo, D. K. (n.d.). Cegah Stunting Demi Generasi Masa Depan. Retrieved from diskominfo.wonosobokab.go.id: https://diskominfo.wonosobokab.go.id/postings/details/1035976/-