Pemborosan Berkedok Self Reward


Sumber: Desain Oleh penulis

Self reward tentunya sudah tidak asing di telinga kita. Self reward sendiri merupakan suatu cara kita untuk menyayangi diri kita sendiri. Self reward sendiri dapat diartikan sebagai saat seseorang itu memberikan hadiah untuk diri sendiri. Bentuknya jelas beragam dan tidak melulu dengan barang atau harus mengeluarkan uang. Kali ini kita akan membahas apakah self reward itu sebenarnya penting atau tidak untuk diri kita? Dan apa dampaknya untuk diri kita sendiri jika kita melakukan self reward.

Self reward itu penting sebenarnya untuk diri kita sendiri dan bisa untuk menjaga kesehatan mental seseorang. Banyak sekali orang yang sudah bekerja keras tetapi tidak memikirkan dirinya sendiri. Mereka lupa untuk membahagiakan diri mereka dan terlalu fokus dalam pekerjaan atau pencapaian mereka hingga diri sendiri merasa lelah, bosan, hingga stress. Tetapi banyak orang yang salah mengenai penggunaan “self reward” itu sendiri bagi diri mereka. Mereka sebenarnya tidak terlalu membutuhkan self reward tetapi mereka hanya stress coping. Stress coping sendiri adalah saat seseorang berupaya untuk mencegah hingga menghilangkan stress yang bersifat baik maupun tidak baik, sadar maupun tidak sadar. Untuk menjadi dasar mengenai self reward ada 2 teori yaitu emotion focused coping dan problem focused coping.


Sumber: Desain Oleh penulis

Emotion focused coping adalah keadaan dimana seseorang mencoba untuk mengontrol diri akibat masalah yang tengah dihadapi. Dalam artian seseorang melindungi dirinya sendiri dari tekanan tekanan yang timbul dan dimana seorang individu menjaga jarak antara tuntutan yang ada untuk menjaga dirinya dari stress. Bisa dalam mencari dukungan sosial, menjauhkan diri dari situasi yang dihadapi. Mengatur perasaan dan bertindak, dll. faktor-faktor yang mempengaruhi bisa karena usia semakin tua mereka memiliki perubahan masalah yang terus bertambah, Jenis kelamin seperti wanita yang terlalu menggunakan perasaan dan laki laki menggunakan logika, serta kesehatan mental yang buruk. Banyak orang orang yang tidak sadar mereka sering melakukan emotional focused coping. Seperti saat mereka jenuh dengan pekerjaan mereka mereka ingin self reward dengan cara healing (penyembuhan diri dalam psikologis jiwa, perasaan maupun batin seseorang) keluar kota seperti mereka ke Work From Home di Bali, Jogja. Saat mereka jenuh mengenai pekerjaannya mereka membeli hal hal yang disukai seperti membeli baju, tas mahal, dll. Karena hal itu pastinya membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit. Tetapi ada juga beberapa orang yang hanya dengan mengistirahatkan badannya sebentar sudah cukup.

Sedangkan problem focused coping ialah saat seseorang mencari cara untuk menyelesaikan sebuah masalah dengan menggunakan cara alternatif pada masalahnya. Menurut Lazarus dan Folkman (1984) menyatakan bahwa problem focused coping merupakan strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah, seperti mendefinisikan suatu masalah, menghasilkan solusi alternatif, mempertimbangkan alternatif secara efisien, memilih alternatif dan bertindak, strategi problem focused coping berorientasi pada penyelesaian masalah. Contohnya saat seseorang yang bekerja di coffee shop memiliki masalah pada pekerjaannya, ia mengikuti seminar/ pelatihan. Jadi saat orang itu memiliki masalah ia tidak lari dari masalahnya tetapi ia menyelesaikan masalah tersebut terlebih dahulu.
Jadi disini self reward bisa diartikan kedalam emotion focused coping. Karena beberapa orang bisa menyelesaikan masalah dengan beberapa hal seperti healing, me time, belanja barang barang mahal dengan cara tersebut beberapa orang itu mampu membuat dirinya lebih tenang, atau lebih fokus dalam menyelesaikan masalah yang ada. Emotion focused coping tidaklah seutuhnya butuk karena balik lagi ke beberapa orang yang mungkin masalahnya tidak dapat diselesaikan dengan problem focused coping. Seperti seseorang memiliki kerabat yang meninggal. Mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya dengan problem focused coping. Mungkin mereka membutuhkan break time atau waktu sejenak untuk dirinya sendiri, atau memelihara hewan dengan tujuan agar tidak kesepian, dll. Terkadang kita juga membutuhkan emotion focused coping agar kita tidak terlalu stress dengan suatu masalah yang sedang ada, tetapi kita harus dapat mengontrol saat kita sedang stress tidak melulu harus pergi keluar kota, membeli barang mahal dll. Tetapi bisa di ganti seperti nonton film beberapa menit atau membuka media social selama beberapa menit. Dan semua harus dengan mengontrol diri sendiri agar tidak kelewatan batas.

Tetapi self reward bisa digunakan saat kita memiliki suatu pencapaian yang sangat sulit butuh perjuangan. Dari awal kita membuat perjanjian dengan diri sendiri bahwa nanti saat kita mencapai tujuan yang kita inginkan kita dapat suatu barang yang juga berguna & kita inginkan. Hal itu akan membuat diri kita lebih terpacu untuk mencapai tujuan tersebut. Reward baik jika menjadi self reinforcement. Self reinforcement sendiri adalah gimana cara diri kita menghargai diri sendiri setelah melakukan suatu pencapaian dengan menggunakan batas standar tertentu. Jadi kita harus memiliki standar buat diri kita sendiri untuk mengendalikan emosi dalam self reward. Jika kita belum melakukan apa yang menjadi suatu tujuan dalam masalah itu tetapi kita sudah memberi diri kita self reward yang ada kita hanya melakukan hedonisme atau pemborosan.

Self healing pasti memiliki dampak yang negatif maupun positif. Dampak negatif saat kita menggunakan self healing untuk pemborosan membeli barang barang yang tidak kita butuhkan, mengeluarkan waktu yang seharusnya kita dapat gunakan untuk menghasilkan uang/ bisa digunakan untuk lebih berguna lagi. Tetapi self reward juga bisa menjadi hal yang penting saat kita bisa mengontrolnya. Kita tetap membutuhkan self healing agar kita tidak stress dan bosan dengan pekerjaan/ tugas sekolah.

Kesimpulannya self reward dapat di gunakan saat kita sudah mampu melakukan suatu pencapaian yang sesuai dengan standar yang sudah kita tentukan. Bukan saat kita lelah atau kita stress kita dapat menyenangkan diri kita dengan self reward. Tetapi self reward di lakukan saat kita sudah mencapai suatu pencapaian dengan standar yang telah ditentukan.
Kita harus bisa mengontrol diri kita sesuai batasan. Menentukan dan memikirkan dengan matang saat melakukan self reward. Menentukan saat awal gajian tetapi sudah harus dipisahkan dengan uang dari kebutuhan sehari hari, tabungan, investasi, dan uang darurat. Self reward tidak melulu soal materi tetapi dapat dilakukan dengan mengapresiasi lewat kata kata seperti kita ngomong ke diri kita sendiri “ayo semangat, kamu bisa ngelakuin ini. Kamu hebat!”.

Daftar Pustaka

BNN author. 12 maret 2021. Yuk! Kenali cara mengatasi stress (coping stress). Malang: BNN Kota Malang