Pada Tanggal 21 Februari 2024, Dinas Kabupaten Klaten melakukan pelepasan terhadap mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7 di wilayah Klaten. Sasaran pelepasan tersebut salah satunya di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gemampir, Kecamatan Karangnongko. Terdapat 5 mahasiswa yang berlatar belakang Universitas yang berbeda, antara lain Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Widya Dharma Klaten.
Dalam program Kampus Mengajar Angkatan 7 terdapat penugasan yang wajib dan dilakukan secara serentak seluruh Indonesia. Program yang dimaksud adalah Literacy Camp dan Festival Literasi, yang setiap sekolah penugasan wajib memilih salah satu dari kedua program tersebut. Sekolah penugasan mahasiswa di SD Negeri Gemampir telah berkolaborasi dan bekerja sama dalam menentukan program kerja. SD Negeri Gemampir bersama mahasiswa telah sepakat akan melaksanakan program kerja Literacy Camp yang akan dilaksanakan pada tanggal 3 - 5 Mei 2024.
Dalam pelaksanaan program kerja Literacy Camp di SD Negeri Gemampir sangatlah bermanfaat bagi peserta didik. Hal tersebut dikarenakan tidak hanya untuk menghibur peserta didik dengan kegiatan berkemah, tetapi juga menjadikan peserta didik SD Negeri Gemampir menjadi mandiri, gotong royong, dan melatih kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Karena tujuan utama dari Literacy Camp adalah untuk melatih kecakapan peserta didik dalam kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Literacy Camp SD Negeri Gemampir dilaksanakan di halaman sekolah untuk mempermudah pemantauan peserta didik.
Dalam serangkaian program Literacy Camp di SD Negeri Gemampir, mahasiswa membagi kegiatan dalam 3 hari 2 malam. Hari pertama dilakukannya upacara pembukaan Literacy Camp oleh Kepala Sekolah SD Negeri Gemampir yang dilanjutkan gotong royong membangun tenda. Pada malam pertama, mahasiswa memberikan permainan terkait literasi dan numerasi kepada peserta didik. permainan tersebut adalah Teka-Teki Silang (numerasi) dan pesan berantai (literasi). Pada hari kedua, peserta didik melakukan outbound dengan mahasiswa, yang dilanjutkan dengan kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan membuat lampion. Pada malam kedua, mahasiswa membuat api unggun untuk menjadikan suasana hangat bagi peserta didik, sekaligus peserta didik menampilkan pentas seni secara berkelompok. Pada hari ketiga, peserta didik bersama mahasiswa dan guru melakukan gotong royong membersihkan sekolah dan senam bersama. Dilanjutkan dengan membersihkan dan merapikan tenda serta melakukan upacara penutupan Literacy Camp oleh Guru Pamong mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan 7.
Sumber foto: Dokumentasi Penulis
Kegiatan Literacy Camp yang telah berlangsung mendapatkan respon positif dari peserta didik, orang tua/wali peserta didik, guru, dan warga sekitar. Peserta didik tidak hanya sekedar berkemah, tetapi dapat melatih mereka dalam bekerja sama, meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, serta melatih peserta didik untuk dapat mengenal lingkungan sekitar seperti kebersihan dan masyarakat sekitar. Harapannya program kerja yang positif salah satunya “Literacy Camp” dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah untuk menjadi sarana alternatif dalam pengembangan karakter, literasi, dan numerasi peserta didik.
