Peduli atau Tidak?

Di depan cahaya kamera, mereka bicara tentang bencana yang tak bisa dihindari. Namun di atas meja itu mereka lupa atas izin yang pernah direstui.

Peduli atau tidak, saat nyawa ratusan nyawa menjumpai kematian. Mereka hanya menganggap itu sebagai tontonan, masih sibuk berpikir status bencana di atas kertas. seolah nyawa tak ada artinya lagi.

Saat rakyat tak punya apa-apa, dimana mereka yang terlambat datang mengulurkan tangan dan hanya berlindung di balik dinding tebal bernama alasan.

Peduli atau tidak kumpulan pohon yang menjulang itu harusnya bukan hanya hijau di atas peta. Tapi telah menjadi rumah dan penyelamat para manusia, yang sekarang sudah tak lagi nyata keberadaannya akibat keserakahan mereka.

Jika peduli itu hanya ada di depan kamera dan pulang dengan janji yang segera menguap. Maka bencana bukan hanya sebuah duka, tapi menjadi tanda matinya hati nurani di kursi para penguasa negeri.