Pasar Kamis Wage seperti namanya pasar ini diselenggarakan setiap Kamis Wage yang artinya pasar ini diselenggarakan sebulan sekali. Wage adalah sebuah nama hari pada kalender Jawa. Pasar Kamis Wage diselenggarakan atau diadakan di Pemalang, Jawa Tengah, tepatnya di Benowo Park, Penggarit, Kec. Taman, Kab. Pemalang, Jawa Tengah. Pasar Kamis Wage dibuka dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Namun biasanya, karena banyaknya pengunjung yang datang ke pasar tersebut, maka pada pukul 09.00 WIB banyak kuliner tradisional sudah habis terjual. Sehingga pengunjung yang ingin mencicipi semua makanan tradisional yang dijajakan disarankan untuk datang lebih awal ketika pasar ini dibuka.
Pasar ini menghadirkan suasana tradisional dengan tujuan untuk memperkenalkan, melestarikan budaya tradisional kepada generasi sekarang, dan untuk bernostalgia suasana pasar pada zaman dahulu. Harapannya agar masyarakat di zaman sekarang ini dapat mengetahui budaya tradisional atau budaya lama. Pasar ini juga membantu warga meningkatkan penghasilan, membuka lapangan kerja baru, mengurangi angka kemiskinan, dan berperan dalam menjaga tradisi dan kebiasaan lama masyarakat Pemalang yang sudah ada sejak dahulu.
Jika pasar lain lebih dominan menjual sayur, maka pasar ini sungguh berbeda. Di Pasar kamis Wage ini menghadirkan atau menjual jajanan pasar, makanan tradisional, pernak pernik, dan oleh oleh khas Pemalang. Makanan yang ditawarkan yaitu umbi-umbian, tiwul, nasi jagung, kroco, dan masih banyak lagi. Untuk minuman yaitu ada cendol dan cincau, pernak pernik yaitu kalung, gelang, gantungan kunci yang dibuat dengan handmade, dan oleh oleh khas Pemalang yang terkenal yaitu ogel ogel, kue kamir, kue apem, dan nanas madu yang pastinya rasanya seperti madu yaitu manis.
Pakai Uang Klitik atau Uang Kayu
Bedanya dengan pasar pada umumnya.Pasar Kamis Wage menggunakan uang klitik atau uang kayu sebagai alat pembayaran yang ditukarkan saat awal masuk dengan uang rupiah, satu uang klitik bernilai Rp.2000. Para pedagang yang mayoritas adalah perempuan menggunakan pakaian tradisional yaitu kebaya dan untuk laki laki memakai pakaian lurik dengan blangkon di kepala. Mereka berjualan di saung - saung yang terbuat dari bambu dengan atap genting terdapat pula nama warung di depan saung menggunakan pahatan kayu sehingga membuat suasana lebih tradisional. Tidak hanya para pedagang saja yang memakai pakaian tradisional para pengelola pun memakai pakaian tradisional.
Pasar ini juga bebas dari plastik. Menggunakan daun pisang dan daun jati sebagai bungkus makanan, anyaman sebagai pengganti tas belanja, dan untuk tempat minuman menggunakan wadah yang terbuat dari kayu atau batok kelapa.
Suasana di pasar inipun sangat nyaman, adem, dan sepoi - sepoi karena tumbuh banyak pohon - pohon rindang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Terdapat banyak kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran di area pasar yang bisa diberi makan dengan pisang atau kacang tanah, monyet di sinipun tidak ganas (tidak melukai pengunjung). Selain itu di pasar ini juga menampilkan hiburan seperti musik tradisional yaitu musik gamelan yang dimainkan oleh anak-anak sekitar dan tari - tarian khas Pemalang. Selain itu terdapat taman kelinci, labirin yang di dalamnya terdapat terapi ikan, berbagai jenis ular, dan danau buatan sangat cocok untuk tempat berlibur keluarga.
Pasar Kamis Wage berperan penting dalam memengaruhi budaya masyarakat Pemalang karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat bertransaksi, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial dan pelestarian tradisi. Di pasar ini, masyarakat saling berhubungan, berbagi cerita, serta menjaga keberadaan budaya lokal seperti makanan khas, busana tradisional, dan kesenian daerah.
