Papua Punya Papeda yang Menggoda dan Cara Membuat Papeda

1200px-Papeda,_Kuah_Kuning,_Ikan_Tude_Bakar_2

Tanah papua atau yang biasa disebut tanah damai merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang terletak dibagian timur dan merupakan salah satu provinsi terluas di Indonesia. Tanah papua terdiri dari hamparan gunung, bukit, dan hutan-hutan yang masih sangat asri.

Asal Kata Papua

Nama Papua sendiri berasal dari kata Papa-Ua, yaitu penamaannya oleh Kerajaan Tidore, dimana dalam bahasa Tidore, itu berarti tidak bergabung atau tidak bersatu, yang artinya di pulau ini tidak ada raja yang memerintah. Tanah papua memiliki keragaman, mulai dari rumah adat, tarian, suku, flora, fauna,dll.

Salah satu yang menjadi ciri khas dari tanah Papua adalah papeda. Papeda merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang khas. Papeda merupakan makanan yang terbuat dari bubur sagu bewarna bening yang memiliki tekstur yang lengket, kenyal, dan rasanya yang hambar.

Makan papeda biasanya dihidangkan berdampingan dengan ikan tongkol atau ikan mubara yang dimasak kuah kuning. Dengan lauk pendamping ikan kuah kuning membuat cita rasa papeda semakin lezat. Papeda paling pas disantap pada saat masih hangat. Selain itu papeda dapat disantap dengan sayur ganemo yang berbahan dasar dari daun melinjo muda yang ditumis dengan papaya muda dan cabai merah.

Kandungan Papeda

Papeda merupakan makanan yang rendah kolesterol, kaya serat, dan cukup bernutrisi. Dalam 100 gr sagu, terkandung energi sebesar 209 kkal, protein 0,3 gram, karbohidrat 51,6 gram, lemak 0,2 gram, kalsium 27 miligram, fosfor 1 miligram, dan zat besi 0,6 miligram.
Masyarakat Papua pada umumnya menyajikan papeda pada acara upacara kelahiran anak pertama.

Selain itu, didaerah Inanwatan para perempuan akan diberikan tato pada tubuhnya, setelah itu diberikan papeda sebagai penahan rasa sakit.

Papeda memiliki filosofi mendalam di Papua, papeda menjadi salah satu makanan pengganti nasi. Saat menyantap papeda biasanya masyarakat Papua menggunakan alat yang dinamakan helai dan hote. Helai adalah alat makan tradisional yang terbuat dari kayu sebagai tempat penyajian, sedangkan hote merupakan piring kayu. Tradisi makan papeda dari satu piring yang sama dalam satu keluarga disebut helai mbai hote.

Cara unik makan papeda adalah menggunakan alat sejenis sumpit yang dinamakan gata-gata. Gata-gata digulung dengan cepat agar adonan papeda tidak terputus dan berbentuk bulat, kemudian tuangkan papeda diatas piring yang telah berisikan ikan kuah kuning.

Cara Membuat Papeda

Cara pembuatan papeda membutuhkan bahan-bahan antara lain air, sagu, air jeruk, dan garam.

Pertama yang harus dilakukan yaitu merebus air hingga mendidih, siapkan sagu didalam baskom dan beri perasan jeruk,garam,air dingin secukupnya. Setelah itu sagu diaduk kemudian disaring.

Apabila air sudah mendidih siram ke sagu sambil diaduk hingga bening dan teksturnya lengket. Pada saat pembuatan papeda, suhu air tidak boleh terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Harus benar-benar tepat supaya menghasilkan adonan yang sempurna.

Papeda di Tempat Lain

Papeda tidak hanya ada di papua, di daerah lain terdapat penjual papeda akan tetapi berbeda dengan di papua. Papeda di daerah seperti bandung dinamakan papeda gulung. Meskipun dinamakan papeda gulung sebeneranya untuk bahan pembuatannya tidak menggunakan tepung sagu melainkan menggunakan tepung tapioka yang diberi bumbu, kemudian diberi telur dan digulung. Biasanya jajanan ini sangat popular dikalangan anak-anak. Selain harganya yang ramah kantong papeda gulung juga mempunyai cita rasa yang enak.

Namun sayang, papeda yang menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara ini mulai jarang ditemui, bahkan didaerah asalnya sudah mulai jarang dihidangkan. selain cara makannya yang sulit, teksturnya yang kenyal, lengket dan sulit di kunyah menjadi penyebab tidak cocoknya apabila dihidangkan sehari-hari.