Online atau Offline

Assalamualaikum, halo teman-teman pembaca setia mijil.id di mana pun kalian berada. Semoga kalian dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Salam kenal semuanya, aku piyik. Asal kalian tahu aku ini seorang mahasiswa program studi statistika di Universitas Sebelas Maret atau yang biasa dikenal dengan sebutan UNS. Kali ini aku mau cerita tentang bagaimana perbedaan motivasi belajarku saat online dan offline. Selamat membaca teman-teman.

Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan COVID-19. Pandemi COVID-19 menyerang dunia sejak 1 Desember 2020. Sedangkan, di Indonesia sendiri penyakit ini pertama kali ditemukan pada tanggal 2 Maret 2021. Ya, COVID-19 ini adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Tentunya penyakit ini sangat membuat tidak nyaman banyak orang. Oke kita sudahi perkenalan dengan penyakit satu ini, mari kita lanjut ke inti pembahasan kita kali ini.

Aku ialah salah satu mahasiswa yang diterima di UNS ketika dunia sedang dilanda pandemi COVID-19 (huhu sedih sekaliā€¦). Ya, karena pandemi COVID-19 sistem perkuliahan di UNS pun dilaksanakan secara daring. Setelah menjalani perkuliahan daring selama satu semester lebih, banyak sekali hal-hal yang aku rasakan. Salah satunya yaitu semakin berkurangnya motivasi belajarku. Setelah aku bertanya kepada teman-temanku ternyata mereka juga merasakan hal yang sama. Hal ini bisa dilihat buktinya seperti, saat perkuliahan berlangsung ada yang sampai ketiduran karena tidak ada pengawasan yang cukup, ketika diberi tugas tidak langsung dikerjakan karena deadlinenya terasa masih lama, belum lagi nanti jika ada yang terkendala koneksi jaringan baik dari mahasiswa maupun dosennya. Kendala sinyal juga bisa menjadi alasan mudah yang tak terelakkan untuk tidak menghadiri kelas. Hal-hal inilah yang membuat aku dan teman-temanku semakin kehilangan motivasi belajar.

Tapi tentu saja kita tidak boleh berburuk sangka bahwa mereka yang izin karena alasan sinyal itu berbohong, pasti ada diantara mereka yang benar-benar tidak bisa mengikuti perkuliahan karena sinyal di tempatnya tidak baik. Aku sendiri pun pernah mengalami hal diatas. Kala itu hujan turun sangat deras dan sayang sekali listrik di rumahku padam sehingga wifi rumahku pun juga mati sehingga aku hanya mengandalkan sinyal dari gawaiku padahal sinyal di rumahku cukup sulit dan yah begitulah penjelasan dari dosen pun kadang terdengar kemudian hilang lalu terdengar lagi berulang seperti itu sampai selesai. Nah sayangnya di masa online seperti ini sangat sulit untuk menentukan mana yang benar-benar tidak ada sinyal dan mana yang berbohong hanya agar bisa melakukan kegiatan lain.

Hal-hal diatas sangat bertolak belakang dengan apa yang aku dan teman-teman rasakan saat belajar secara offline saat SMA dahulu. Ketika offline guru dapat mengawasi siswanya dengan lebih ketat sehingga kecurangan-kecurangan dalam bentuk apapun dapat diminimalisasi. Ketika diberi tugas maka saat itu juga akan langsung dikumpulkan sehingga tidak ada waktu untuk melakukan kecurangan. Ketika pembelajaran dimulai pun tidak ada celah untuk tidur atau tidak memperhatikan guru karena diawasi secara langsung. Karena hal-hal inilah aku dan teman-teman dituntut mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar, jika tidak habis lah kita semua.

Dari apa yang aku utarakan di atas, aku pun menyadari bahwa memang kurasa lebih baik pembelajaran offline walaupun pasti akan terasa lebih capek dan peraturan kembali ketat tapi motivasi belajar akan tinggi. Selain itu, akan terasa melakukan kewajiban layaknya seorang murid yang berangkat untuk menerima ilmu lalu pulang membawa ilmu tanpa melakukan kecurangan sedikit pun. Sedangkan jika online seperti saat ini rasanya hanya melakukan kewajiban kehadiran. Memang kurasa menuntut ilmu dengan cara tatap muka langsung dengan pemberi materi akan memberikan semangat tersendiri yang tidak bisa kita dapatkan ketika online.

Harapanku, semoga pandemi COVID-19 dapat segera musnah dari muka bumi ini. Sehingga, aku dan teman-temanku dapat melakukan kegiatan baik pembelajaran maupun aktivitas lain seperti biasanya. Motivasi belajar kami pun juga bisa membaik. Bisa bertemu teman-teman dan bermain bersama tanpa ada sekat lagi. Bertemu Bapak/Ibu dosen yang selama ini hanya kita lihat dalam layar laptop. Pastinya ini akan menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu banyak orang. Mari kita doakan saja dan tetap berhati-hati serta menjaga kesehatan tentunya.

Oke, sekian curhatan piyik kali ini. Terima kasih sudah membaca tulisan piyik dan semoga kalian tidak bosan membacanya. Sampai jumpa di tulisan-tulisan selanjutnya teman-teman. Piyik pamit. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.