Mengurangi Konsumsi Makan Makanan Instan Di Kantin Sekolah

Kantin sekolah merupakan tempat untuk beristirahat dan berinteraksi antara siswa dengan penjual makanan ditempat tersebut. Kantin sekolah juga menjadi tempat favorit bagi sswa saat jam istirahat berlangsung. Salah satu makanan yang digemari siswa ialah makanan instan contohnya mie. Teknologi dari zaman ke zaman makin maju dan berkembang pesat. Salah satunya yaitu makan makanan instan. Dahulu kebanyakan orang harus memasak sebelum mengonsumsi makanan tetapi dizaman sekarang dengan teknologi yang canggih dapat membuat makanan yang bisa dikonsumsi kapan saja dan dimana saja karena makanan instan lebih simple. Sebenarnya penjual mengetahui bahayanya memakam makanan instan bagi tubuh secara terus menerus khususnya bagi siswa,tetapi melihat banyaknya siswa yang datang mungkin mereka kewalahan jika menjual makanan yang mengharuskan memasak bumbunya terlebih dahulu. Jadi mereka menjual makanan yang instan. Kantin sekolah seharusnya menjual makan makanan yang bergizi untuk para siswa.Makanan yang sehat,bergizi dan tentunya aman pasti sangat berpengaruh pada proses kecerdasan dan kesehatan anak. Menjadikan kantin yang sehat membutuhkan banyak orang yang terlibat. Tidak hanya penjual melainkan pihak sekolah juga harus turun tangan dalam hal ini. Makan makanan instan biasanya mengandung bahan pengawet yang jika dikonsumsi terus menerus akan merusak tubuh.
Bahan-bahan yang sering ditemukan didalam makanan instan contohnya :

  1. Penyedap rasa/ MSG
  2. Gula sintetis
  3. Lemak trans
  4. Haram berlebih

Memahami asupan gizi merupakan hal yang penting apa lagi di kantin sekolah yang harus memperhatikan kebersihan makanan juga memilah milih makanan yang baik untuk dijual. Peran orang tua juga dibutuhkan. Karena orang tua harus bisa mengajarkan kepada anak untuk tidak mengonsumsi banyak makan makanan instan dan buat anak mengerti apa bahayanya jika memakanya secara berlebihan. Jika anak sudah paham otomatis mereka tidak akan membeli makanan instan meskipun dijual di kantin sekolah. Dikarenakan kantin sekolah masuk dalam wilayah sekolah,pihak dari sekolah (Kepala Sekolah/guru yang paling dekat dengan penjual ) juga harus mengontrol apa saja yang dijual di kantin tersebut demi kesejahteraan siswa.Cara untuk mengurangi adanya makanan instan di kantin sekolah yaitu dengan penyuluhan dan memberi informasi dampak mengonsumsi makanan instan bagi anak-anak. Mengonsumsi makan makanan instan pasti ada dampak positif dan negatifnya.

Dampak positif dari makan makanan instan antara lain :

  1. Bagi ibu-ibu karir mungkin makanan instan memudahkan mereka untuk memasak karena tidak cukup banyak waktu.
  2. Salah satunya menghemat waktu,apalagi di kantin sekolah yang ramai dengan anak anak membuat penjual lebih memilih makanan instan agar mempersingkat waktu.
  3. Harganya murah,makanan instan relative murah karena kita tidak perlu memasak menggunakan bumbu yang bermacam-macam.

Dampak negative dari makan makanan instan antara lain:

  1. Resiko diabetes dikarenakan gula yang terkandung dalam makanan instan tersebut yang cukup tinggi. Gula yang berlebihan juga bisa menyebabkan batuk.
  2. Bertambahnya berat badan dikarenakan lemak trans yang ada didalam makanan instan.
  3. Batuk,penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak yaitu batuk. Pemanis buatan,micin yang berlebihan menjadi faktor utama terjadinya batuk pada anak.

Untuk itu sekolah yang menjadi rumah kedua juga harus memperhatikan apa yang dikonsumsi anak dengan cara mengecek apa saja yang dijual dikantin.Untuk penjual,pihak sekolah memberi penyuluhan dan membatasi penjualan makan makanan instan dan diganti dengan makanan yang lebih bergizi. Contohya nasi goreng,nasi uduk,dan makanan tradisional yang tanpa bahan pengawet.Tidak hanya pihak sekolah,orang tua juga berperan penting untuk memberi tau bahayanya memakan makanan instan bagi tubuh. Jika dilingkungan keluarga sudah diterapkan pasti disekolah akan diterapkan pula. Apabila kegiatan tersebut dijalankan dengan baik,pertumbuhan serta kecerdasan siswa akan baik.