Di balik rimbunnya hutan tropis di sepanjang tepian Sungai Batang Hari, Provinsi Jambi, tersembunyi salah satu kompleks percandian terluas dan paling bersejarah di Indonesia: Candi Muaro Jambi. Bukan hanya sebagai peninggalan arkeologi, situs ini dipandang sebagai pusat pembelajaran Buddhis tertua di wilayah Nusantara. Artikel ini menyajikan gambaran mengenai sejarah, fungsi pendidikan, arsitektur, hingga peran pentingnya pada masa kini.
Sejarah Singkat
Keberadaan Candi Muaro Jambi pertama kali didokumentasikan pada 1824 oleh seorang perwira Inggris, S.C. Crooke, yang menemukan struktur bata kuno di kawasan tersebut. Berbagai temuan arkeologis menunjukkan bahwa pembangunan candi-candi di wilayah ini berlangsung antara abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi. Kawasan percandian ini membentang sekitar 7,5 km dan mencakup area seluas hampir 4.000 hektar, yang kini masuk dalam wilayah delapan desa di Kabupaten Muaro Jambi.
Pusat Pendidikan Buddhis
Candi Muaro Jambi diyakini pernah berfungsi sebagai kompleks pendidikan agama Buddha, mirip perguruan tinggi atau asrama para bhiksu pada masa lampau.
Beberapa hal yang menguatkan fungsi tersebut antara lain:
-Ciri arsitektur dan temuan artefak yang menunjukkan aliran Mahayana dan Vajrayana.
-Indikasi keterhubungan dengan Kerajaan Sriwijaya, yang terkenal sebagai pusat studi Buddhis internasional.
-Banyaknya gundukan tanah (menapo) yang diperkirakan sebagai struktur bangunan pendukung aktivitas belajar dan kehidupan monastik.
Keberadaan kanal dan sistem permukiman kuno menunjukkan bahwa kehidupan di kompleks ini sangat aktif, bukan hanya digunakan untuk ritual keagamaan semata.
Arsitektur dan Tata Ruang
Candi-candi di Muaro Jambi memiliki ciri khas tersendiri, yakni penggunaan bata merah sebagai bahan utama, berbeda dari candi di Jawa yang umumnya memakai batu andesit. Selain itu, terdapat kanal buatan yang dahulu berfungsi sebagai jalur transportasi antarsitus. Beberapa bangunan besar seperti Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan Candi Kedaton telah dipugar dan menjadi contoh bagaimana struktur keagamaan masa lalu dibangun dengan tingkat keteraturan yang tinggi.
Mengapa Disebut “Situs Pendidikan Tertua”?
Julukan ini muncul karena beberapa alasan kuat:
-Letak strategis di jalur sungai besar yang mendukung mobilitas pendeta, pelajar, dan pedagang pada masa tersebut.
-Bukti arkeologis menunjukkan keberadaan kompleks hunian, ruang belajar, serta sarana keagamaan yang terintegrasi.
-Keterkaitan dengan Sriwijaya, kerajaan yang masyhur sebagai pusat studi Buddhis Asia Tenggara.
Kombinasi faktor tersebut mengarah pada kesimpulan bahwa Muaro Jambi merupakan salah satu sentra pendidikan tertua yang pernah berdiri di Nusantara.
Tantangan Pelestarian
Sampai saat ini, pelestarian kawasan Candi Muaro Jambi masih menghadapi sejumlah kendala, seperti:
-Banyaknya struktur yang belum digali atau dipugar.
-Minimnya edukasi publik mengenai nilai historis dan ilmiah situs.
-Ancaman perubahan lingkungan yang berpotensi merusak kanal serta permukiman kuno.
Meski begitu, situs ini telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO, menandakan bahwa upaya konservasi terus dilakukan.
Relevansi Masa Kini
Candi Muaro Jambi memiliki arti penting dalam kehidupan modern:
-Sumber pembelajaran sejarah dan budaya yang kaya bagi generasi muda.
-Potensi wisata budaya yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
-Identitas dan kebanggaan daerah atas peninggalan pendidikan masa lampau.
-Bahan riset arkeologi yang penting dalam memahami perkembangan agama dan pendidikan di Nusantara.
Saksi Bisu Sejarah
Candi Muaro Jambi bukan hanya saksi bisu sejarah, tetapi bukti bahwa tradisi keilmuan dan keagamaan telah berkembang jauh sebelum masa modern Indonesia. Dengan arsitektur yang mengagumkan, sistem permukiman yang kompleks, serta peran penting dalam jaringan pendidikan Buddhis kuno, situs ini layak disebut sebagai salah satu permata intelektual Nusantara. Melestarikannya berarti menjaga warisan ilmu dan budaya bagi generasi yang akan datang.
Daftar Pustaka
UNESCO World Heritage Centre. Muarajambi Temple Compound — Tentative List. UNESCO. Diakses dari formulir Kandidat Situs Warisan Dunia. (halaman resmi UNESCO yang menjelaskan potensi Muaro Jambi sebagai pusat ilmu dan budaya)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). “The Structure of Stupas at Muara Jambi”. Kalpataru (ejournal BRIN). 22 November 2023. (Artikel arkeologis yang membahas struktur stupa dan penanggalan candi-candi Muaro Jambi).
Pemerintah Provinsi Jambi. “Kompleks Candi Muaro Jambi” — profil situs. (Informasi umum: luas kawasan, lokasi, dan tinjauan sejarah).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (artikel pengenalan). “Mengenal Candi Muaro Jambi, Situs yang Pernah Jadi Pusat Pendidikan Asia Tenggara.” (artikel pengenalan dan promosi edukatif). 22 Januari 2024.
Republika “Pemerintah Yakin Candi Muaro Jambi Bisa Masuk Warisan Dunia UNESCO.” 21 Mei 2025. (liputan terkait status tentative list dan upaya pendaftaran).
Yulianti, N. (2022). Pemanfaatan Situs Candi Muaro Jambi sebagai Sumber Belajar Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah — Jurnal (Universitas Jambi). (Studi pemanfaatan situs sebagai sumber pembelajaran sejarah).
