Mengulas Tuntas Tentang Teori Yang Mendasari Linguistik

Halo sobat mijil, pada kesempatan ini saya akan mengulas mengenai teori-teori yang mendasari linguistik. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai teori-teori apa saja yang mendasari linguistik, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu definisi dari suatu linguistik. Istilah linguistik berawal dari bahasa latin lingua memiliki makna ‘bahasa’. Maka dapat diartikan secara umum bahwa linguistik merupakan ilmu yang membahas tentang bahasa. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kridalaksana (1983) bahwa linguistik adalah suatu ilmu yang menelaah, menganalisis, serta menggali tentang hakikat dan seluk beluk sebuah bahasa. Bahasa di sini bermakna bahasa global yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi.

Kemudian, apa sih teori linguistik itu? Teori linguistik merupakan suatu bidang dan subdisiplin yang mengulas tentang bahasa dari perspektif teori tertentu. Teori linguistik terdiri atas 4 macam yaitu teori tradisional, teori struktural, teori transformasi, dan teori tagmemik. Lalu, apa penjelasan dari teori-teori tersebut dan bagaimana kaitannya dengan linguistik?

  1. Teori Tradisional
    Teori tradisional berisi perdebatan tentang sifat suatu bahasa alami, sifat konvensi, dan sifat teratur serta tidak teraturnya bahasa. Teori ini memiliki ciri tidak memahami perbedaan antara bahasa yang berasal lisan dan tulisan. Ciri lain dari teori tradisional adalah menjaga penemuan-penemuan yang lebih dulu.
  2. Teori Struktural
    Teori struktural merupakan suatu teori yang sangat menonjol selama 20 tahun yaitu dari tahun 1930-an sampai dengan 1950-an. Teori ini berisi aliran praha, aliran glosematik, aliran firthian, dan aliran sistemik. Ferdinand De Saussure yang merupakan seorang bapak linguistik modern menguraikan teori ini dengan analisis sinkronik-diakronik, langue-parole, significant-signifie, dan sintagmatik-paradigmatik
  3. Teori Transformasi
    Berasal dari karya buku Syntactic Structure (1957), Noam Chomsky menjadi tokoh terkenal teori transformasi. Buku tersebut kemudian dibenahi dan tercipta karya yang baru bertemakan Aspect of the Theory of Sintax. Pada buku tersebut, Chomsky berpendapat bahwa suatu ilmu bahasa yang bermula oleh bahasa adalah aliran dari bahasa tersebut.
  4. Teori Tagmemik
    Kenneth L. Pike merupakan pencetus teori tagmemik. Pada tahun 1954 ia mengeluarkan sebuah karya terkenal dengan judul Language in Relation to a United Theory of The Structure of Human Behaviour. Teori tagmemik menyatakan bahwa unsur utama dari suatu sintaksis yaitu tagmem yang berasal dari bahasa Yunani bermakna susunan. Tagmem yaitu hubungan antara manfaat gramatikal dengan serangkai aliran-aliran kata, di mana kata tersebut bisa timbal balik meletakkan gramatikal.

Sejarah linguistik yang sangat lama sudah menciptakan berbagai teori-teori linguistik yang kemudian memiliki pengaruh dalam suatu pengajaran bahasa. Satu-satu dari teori di atas memberi sebuah perspektif dan wawasan yang unik serta memiliki karakteristik sendiri terkait bahasa yang akhirnya menciptakan bermacam tata bahasa.

Referensi:

Efendi, M. S. (2012). Linguistik Sebagai Ilmu Bahasa. Jurnal Perspektif Pendidikan, 5(1), 97-101.

Unsiah, F., & Yuliati, R. (2018). Pengantar Ilmu Linguistik. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Soeparno, S. (1988). Penerapan Teori Tagmemik Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia. Cakrawala Pendidikan, 5-15. DOI: 10.21831/cp.v1i1.7437

1 Like