Mengenal Macam Pronomina Persona Beserta Contohnya

Halo-halo sobat mijilion! :star_struck:
photo6163342477545812461

Masih ingatkah kalian dengan pronomina persona?
Yapp!! Pronomina persona menurut Alwi, H., dkk., (2017) merupakan pronomina yang digunakan untuk merujuk pada orang. Penting tuk kalian ketahui bahwa penggunaan pronomina itu sangat penting lho! Mengapa? Sebab, salahnya pemakaian menimbulkan terganggunya keserasian pergaulan.

Lebih mendalam, pronomina persona sendiri setidaknya terbagi menjadi tiga, yaitu pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, dan pronomina persona ketiga. Menurut sobat mijilion, apa sih perbedaan ketiganya? Sertakan contohnya juga yaaa supaya lebih mantapp!

Referensi
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

14 Likes

Menurut Depdiknas (2008:1105) pronomina adalah kata ganti yang dipakai untuk benda atau manusia. Pronomina dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu pronomina ruang, pronomina persona, dan pronomina waktu. Pronomina persona adalah kata ganti yang dipakai untuk orang atau manusia. Untuk pronomina persona sendiri digolongkan lagi ke dalam tiga macam, yaitu :

a. Pronomina Persona Pertama

Pronomina persona pertama digunakan sebagai kata ganti untuk menunjuk diri sendiri. Pronomina ini memiliki dua bentuk, yaitu tunggal (individu) dan jamak (kelompok). Bentuk tunggal, seperti kata daku, saya, dan aku. Sementara bentuk jamak diperlihatkan melalui penggunaan kami dan kita.

Contohnya :

  • Saya begitu panik sampai tidak tahu harus melakukan apa. (individu)
  • Pada liburan kali ini, kami mengunjungi pantai paling terpencil di kota. (jamak)

b. Pronomina Persona Kedua

Pronomina persona kedua digunakan sebagai kata ganti untuk menunjuk orang lain secara langsung. Pronomina ini memiliki dua bentuk, yaitu tunggal (individu) dan jamak (kelompok). Bentuk tunggal, seperti kata anda, kamu, dan engkau. Sementara bentuk jamak diperlihatkan melalui penggunaan kalian.

Contohnya :

  • Kamu tidak tahu apa-apa. Jangan asal menuduh!” kata Sean setengah emosi. (individu)
  • “Apakah kalian baru saja keluar dari gerbang itu?” tanya Bu Raya ramah. (jamak)

c. Pronomina Persona Ketiga

Pronomina persona ketiga digunakan sebagai kata ganti untuk menunjuk orang lain secara tidak langsung. Pronomina ini memiliki dua bentuk pula, yaitu tunggal (individu) dan jamak (kelompok). Bentuk tunggal, seperti kata dia, ia, dan beliau. Sementara bentuk jamak diperlihatkan melalui penggunaan mereka.

Contohnya :

  • Tanpa bisa dicegah, aku benar-benar kagum pada beliau. (individu)
  • Mereka terlihat ketakutan setelah ketahuan mencuri. (jamak)

Referensi :

Harun, K. (2007). Pronomina Persona Bahasa Melayu Abad Ketujuh Belas. Linguistik Indonesia, 25(2), 11-19

Utama, H. (2012). Pemakaian Deiksis Persona dalam Bahasa Indonesia. Students e-Journal, 1(1), 1-15

Muslich (2010: 78-79) berpendapat pada setiap kata yang merujuk ke nomina lain disebut pronomina atau kata ganti.

  1. Pronomina persona pertama
    Sering disebut kata ganti orang pertama. Terbagi menjadi tunggal dan jamak. Kata ganti orang pertama tunggal seperti aku, daku, dan saya. Bentuk aku biasa digunakan dalam percakapan nonformal, bentuk daku biasa digunakan dalam karya sastra dan bentuk saya biasa digunakan di situasi resmi. Kemudian kata ganti orang pertama jamak seperti kami dan kita.
    Contoh: Aku pergi ke pantai.
    Daku tak ingin menangis.
    Saya akan bertemu klien besok pagi.
    Kami akan berlibur ke Jogja.
    Kita akan terlambat jika tidak bangun pagi.

  2. Pronomina persona kedua
    Sering disebut dengan kata ganti orang kedua. Terbagi menjadi tunggal dan jamak. Kata ganti orang kedua tunggal seperti engkau, kamu, Anda, dikau, kau– dan –mu. Kemudian kata gantu orang kedua jamak seperti kalian, kamu sekalian, dan Anda sekalian.
    Contoh: Kamu harus tetap semangat.
    Anda harus lebih rajin lagi.
    Kalian ingin pergi kemana?

  3. Pronomina persona ketiga
    Sering disebut dengan kata ganti orang ketiga. Terbagi menjadi tunggal dan jamak. Kata ganti orang ketiga tunggal seperti ia, dia, beliau, dan -nya. Kemudian kata ganti orang ketiga jamak ialah mereka.
    Contoh: Beliau adalah dokter ternama.
    Mereka membutuhkan pertolongan segera.

Perbedaan yang terdapat pada ketiganya yaitu jika pronomina persona pertama merujuk ke diri sendiri, pronomina persona kedua merujuk orang yang diajak bicara, dan pronomina persona ketiga merujuk orang yang sedang dibicarakan.

Referensi:
Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.
Utama, H. (2012). Pemakaian Deiksis Persona Dalam Bahasa Indonesia. Students e-Journal, 1(1), 7.

Pronomina (KBBI, 2008) merupakan kata ganti yang berfungsi untuk menggantikan orang atau benda. Pronomina terbagi menjadi beberapa macam, salah satu diantaranya yakni pronomina persona. Alwi, dkk. (2003: 249) mendeskrispsikan pronomina persona sebagai pronomina yang penggunaannya mengacu pada orang. Selain itu, dijelaskan pula mengenai macam pronomina persona, yaitu sebagai berikut:

  1. Pronomina Persona Pertama, yakni pronomina yang penggunaanya mengacu pada diri sendiri. Pronomina persona pertama terdiri dari:

(1) Pronomina persona pertama tunggal, mengacu pada satu orang. Misalnya: aku, daku, saya.

Contoh:

  • Aku sedang menulis artikel.
  • Daku selalu belajar dengan sungguh-sungguh.
  • Saya akan berangkat ke kantor.

(2) Pronomina persona pertama jamak, mengacu pada dua orang atau lebih. Misalnya: kita dan kami.

Contoh:

  • Kita perlu liburan agar tidak penat.
  • Kami akan mengunjungi rumah nenek minggu depan.
  • Kami telah menyelesaikan tugas kelompok secara bersama-sama.
  1. Pronomina Persona Kedua, yakni pronomina yang penggunaanya mengacu pada orang yang sedang diajak bicara. Pronomina persona kedua terdiri dari:

(1) Pronomina persona kedua tunggal, mengacu pada satu orang. Misalnya: Anda, kamu, engkau, dikau, -mu, dan –kau.

Contoh:

  • “Saya senang dapat bertemu dengan Anda”.
  • Kamu dan ibumu memanglah pandai memasak.
  • Hanya engkau yang dapat memahami keadaanku.

(2) Pronomina persona kedua jamak, mengacu pada dua orang atau lebih. Misalnya: kalian, Anda sekalian, kamu sekalian.

Contoh:

  • Kalian adalah murid yang teladan.
  • Kalian harus segera ke perpustakaan untuk mengembalikan buku pinjaman.
  • Anda sekalian memang sosok yang luar biasa.
  1. Pronomina Persona Ketiga, yakni pronomina yang penggunaanya mengacu pada orang yang sedang dibicarakan.

(1) Pronomina persona ketiga tunggal, mengacu pada satu orang. Misalnya: dia, beliau, ia, -nya.

Contoh:

  • Dia sedang mengerjakan tugas.
  • Beliau sangat disegani oleh semua orang.
  • Ia memang layak menjadi juara.
  • Kamarnya sangat berantakan.

(2) Pronomina persona ketiga jamak, mengacu pada dua orang atau lebih. Misalnya, mereka.

Contoh:

  • Mereka sedang makan bersama di kantin.
  • Anak mereka suka sekali mengganggu tetangga.
  • Bermain dengan mereka sangat menyenangkan.

REFERENSI

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Adhani, A. (2014). Analisis penggunaan pronomina persona sebagai penyapa dan pengacu. Widya Warta, 1(38).

Perbedaan yang terdapat di dalam Pronomina Persona yaitu :

  1. Pronomina Persona Pertama

Pronomina persona pertama yang merujuk kepada diri sendiri dan dibagi menjadi tunggal dan jamak. persona pertama tunggal yaitu daku, saya, dan aku. Sedangkan pada persona yang jamak yaitu kami dan kita.

Contoh :

  • Aku masih seorang mahasiswa.
  • Saya menyukai makanan khas Indonesia
  1. Pronomina Persona Kedua

Pronomina persona kedua yang merujuk kepada orang yang sedang kita ajak berbicara / mengobrol. Sama dengan persona pertama, pada pronomina ini juga terbagi menjadi tunggal dan jamak.

Persona dua tunggal menunjuk kepada satu orang saja, yaitu engkau, kamu, anda, dikau, -kau, -mu. Sedangkan, Persona dua jamak yang merujuk kepada banyak orang, misalnya kalian, kamu, sekalian, Anda sekalian.

Contoh :

  • Kamu cantik sekali hari ini.
  • Anda harus mengerjakan tugas ini dengan selesai.
  • Kalian tidak boleh terlambat datang ke sekolah.
  1. Pronomina Persona Ketiga

Pronomina persona tiga yang merujuk kepada seseorang yang lagi kita bicarakan. Pada persona ini juga terbagi menjadi dua yaitu tunggal dan jamak. Persona tiga tunggal adalah persona nya menunjuk hanya kepada satu orang, misalnya ia, dia, beliau, dan -nya. Sedangkan, Persona tiga jamak adalah person anya merujuk kepada banyak orang misalnya mereka.

Contoh :

  • Dia baru saja pulang dari pasar.
  • Mereka berlari untuk mendapatkan tiket gratis.

Sumber Referensi :
Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa , 16 (2), 231-246.

Reimann (2001: 36), “Kalimat, kalimat, bagian teks dapat diganti dengan kata ganti dan dapat dengan mudah diulang.” Kata ganti dapat digunakan untuk mengganti bagian kalimat, kalimat dalam sebuah teks. Klausa ini dapat diulang tanpa mengulangi klausa di atas. Kalimat yang disebutkan sebelumnya dapat diulang dengan kata ganti atau kata ganti.

Pronomina persona pertama (kata ganti orang pertama)

Dalam bahasa Indonesia, kata ganti orang pertama dalam saya, aku, hamba, daku, beta… Bentuk saya biasanya digunakan dalam tulisan atau pembicaraan formal. Formulir saya juga dapat digunakan untuk mengekspresikan kepemilikan ditempatkan setelah kata benda yang memilikinya.

Contoh :

  • Pakaian itu milik saya
  • Hamba berserah pada Pencipta
  • Aku sedang memasak

*** Pronomina persona kedua**

Pronomina persona kedua mempunyai beberapa bentuk, yakni engkau, kamu, Anda, kau– dan –mu

Dan adapun pronomina pesona kedua jamak yaitu : kalian, kamu sekalian, dan Anda sekalian.

Contoh :

  • Kamu seharusnya minum obat tepat waktu
  • Kakakmu cantik sekali
  • Anda seharusnya bekerja lebih giat lagi

*** Pronomina pesona ketiga**

Pronomina persona ketiga tunggal terdiri atas ia, dia, –nya dan beliau.Di bagian posisi sebagai subjek, atau di depan verba, ia dan dia sama-sama dapat dipakai. Akan tetapi, jika berfungsi sebagai objek, atau terletak di sebelah kanan dari yang diterangkan, hanya bentuk dia dan –nya yang dapat muncul.

Contoh :

  • Beliau adalah atasan yang paling disegani
  • Ia sangat pandai memasak
  • Dia anak yang sangat ceria

Referensi :

Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta:Rineka Cipta

Kaswanti Purwo, Bambang. 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Seperti yang kita ketahui pronomina adalah kata yang berfungsi sebagai pengganti orang. Menurut Ruriana (2018) pronomina merupakan kata yang mengacu pada nomina lain. Pronomina ini memiliki tiga jenis yakni pronomina persona, penunjuk, dan penanya. Alwi, H., dkk., (2017) berpendapat bahwa untuk pronomina persona adalah pronomina yang mengacu pada kata ganti orang.

Pronomina persona terbagi menjadi tiga yaitu pronomina persona pertama, kedua, dan ketiga. Perbedaan dari ketiga tersebut terletak pada mengacu pada siapa. Pronomina persona pertama mengacu pada diri sendiri. Dibedakan lagi menjadi tunggal dan jamak. Contoh pronomina persona pertama tunggal adalah aku dan saya. Sedangkan pada pronomina persona pertama jamak contohnya adalah kamu dan kita.

  • Aku tak tahu bahwa hari ini diwajibkan untuk membawa bekal.
  • Apa kita akan terus-terusan melamun seperti ini?

Kemudian pronomina persona kedua. Pronomina ini mengacu pada yang kita ajak berkomunikasi. Dibagi menjadi dua macam sama seperti pronomina persona pertama yaitu jamak dan tunggal. Contoh pronomina persona kedua jamak yaitu kalian, kamu sekalian, Anda sekalian, dan lain-lain. Sedangkan pronomina persona kedua tunggal yaitu kamu, Anda, engkau, dan lain-lain.

  • Mengapa Anda sekalian baru bertanya saat akan dilaksanakan UAS daripada bertanya saat saya menjelaskan materi kemarin?
  • Apakah kamu pemilik tas ini?

Lalu yang terakhir adalah pronomina persona ketiga. Pronomina ini mengacu pada orang yang dibicarakan. Masih dibedakan sama seperti dengan pronomina persona pertama dan kedua yaitu tunggal dan jamak. Contoh pada pronomina persona ketiga tunggal adalah dia, dan ia. Sedangkan pada pronomina persona ketiga jamak contohnya adalah mereka.

  • Dia ini memang suka berlagak seperti bos yang suka mengatur ya rupanya?
  • Mereka ini berpendidikan tapi kenapa tak punya sopan santun.

Referensi:

Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Menurut Alwi dkk dalam (Ruriana: 2019) pronomina persona digunakan untuk menyebut seseorang. Kata ganti orang ini dibagi menjadi tiga bagian, yang dijelaskan secara rinci di bawah ini :

1. Pronomina persona pertama

Pronomina persona pertama merupakan suatu pronomina yang mengacu kepada dirinya sendiri. Lalu pronomina persona pertama ada yang tunggal dan jamak (Ruriana: 2019). Contoh kata pronomina persona pertama tunggal, yakni aku, daku, dan saya. Sementara kata pronomina persona pertama jamak, yakni kita dan kami.

Contoh kalimat :

  • Kami ingin pergi ke Korea.

  • Saya pergi bersama Jungkook.

2. Pronomina persona kedua

Pronomina persona kedua merupakan suatu pronomina yang mengacu kepada orang yang diajak berbicara (Ruriana: 2019). Lalu pronomina persona kedua dapat dituju untuk banyak orang atau satu orang. Contoh kata pronomina persona kedua tunggal, yakni kamu, engkau, Anda, -kau, -mu, dan dikau. Sementara kata pronomina persona kedua kamal, yakni kalian, Anda sekalian, dan kamu sekalian.

Contoh kalimat :

  • Kamu sangat cantik.

  • Kalian sangat pintar.

3. Pronomina persona ketiga

Pronomina persona ketiga merupakan suatu pronomina yang mengacu pada kepada orang yang dibicarakan (Ruriana: 2019). Lalu pronomina persona ketiga ini dapat tertuju terhadap banyak orang maupun satu orang. Contoh kata pronomina persona ketiga tunggal, yakni dia, beliau, ia, dan -nya. Sementara contoh dari kata pronomina persona ketiga jamak, yaitu mereka.

Contoh kalimat :

  • Dia telah membohongiku.

  • Beliau memberiku uang.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan jika pronomina persona dibagi menjadi tiga. Terdapat pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, dan pronomina persona ketiga. Lalu penjelasan lebih lanjut didukung oleh Utama (2012), yang menyatakan jika pronomina persona pertama tertuju pada diri sendiri, pronomina persona kedua mengacu pada orang yang diajak bicara, dan pronomina persona ketiga mengacu pada orang yang dibicarakan.

Referensi :

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa , 16(2), 231-246.

Utama, H. (2012). Pemakaian deiksis persona dalam bahasa indonesia. Students e-Journal , 1(1), 7.

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai macam pronomina persona, perlu diketahui terlebih dahulu apa itu pronomina. Menurut Pratama & Sujoko (2017), pronomina adalah bentuk bahasa yang berfungsi sebagai penunjuk hal atau fungsi di luar bahasa. Pronomina ini digunakan untuk menggantikan nomina. Menurut Alwi, dkk., (2017), dalam bahasa Indonesia terdapat tiga macam pronomina; yakni pronomina persona, pronomina penunjuk, dan pronomina penanya. Pronomina persona sendiri merupakan pronomina yang digunakan untuk mengacu ke orang. Pronomina persona dibagi lagi menjadi tiga macam, di antaranya:

  1. Pronomina Persona Pertama
    Pronomina persona pertama ini merupakan pronomina yang menunjuk kepada diri sendiri (Ruriana, 2018). Pronomina persona pertama dibagi menjadi pronomina persona pertama tunggal dan pronomina persona pertama jamak. Pronomina persona pertama tunggal biasanya ditandai dengan penggunaan kata saya, daku, dan aku. Sedangkan pronomina persona pertama jamak biasa ditandai dengan kata kami dan kita.
    Contoh:
  • Saya membeli buku itu kemarin sore.
  • Kami tiba di lokasi dengan selamat.
  1. Pronomina Persona Kedua
    Pronomina persona kedua merupakan pronomina yang menunjuk kepada orang kedua (Ruriana, 2018). Pronomina persona kedua juga dibagi menjadi pronomina persona kedua tunggal dan pronomina persona kedua jamak. Pronomina persona kedua tunggal biasanya ditandai dengan penggunaan kata kamu, Anda, engkau, -mu, dan kau. Sedangkan pronomina persona jamak biasa ditandai dengan kata kalian, Anda sekalian.
    Contoh:
  • Apakah Anda mengetahui di mana orang itu berada?
  • Kalian tega meninggalkanku di sini sendirian?
  1. Pronomina Persona Ketiga
    Pronomina persona ketiga merupakan pronomina yang menunjuk kepada orang lain yang dibicarakan. Pronomina persona ketiga dibagi menjadi pronomina persona ketiga tunggal dan pronomina persona ketiga jamak. Pronomina persona ketiga tunggal biasanya ditandai dengan penggunaan kata ia, dia, -nya, dan beliau. Sedangkan pronomina persona jamak biasa ditandai dengan kata mereka.
    Contoh:
  • Aku bertemu dengan dia di kantin sekolah.
  • Mereka berlari dengan sekuat tenaga.

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dari ketiga macam pronomina persona memiliki perbedaan. Perbedaan antara ketiganya adalah acuan subjeknya atau menunjuk kepada siapa. Pronomina persona pertama mengacu pada diri sendiri, pronomina persona kedua mengacu pada orang kedua, dan pronomina persona ketiga mengacu pada orang lain yang dibicarakan.

Sumber Referensi:
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Pratama, R., & Sujoko. (2017). Analisis Pemakaian Bentuk-Bentuk Pronomina Persona dalam Novel Tahajud Cinta di Kota New York Karya Arumi E. Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 33-42.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingual: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Alwi, dkk. (2003) mengemukakan bahwa kebanyakan kata ganti orang dalam bahasa Indonesia memiliki lebih dari dua bentuk. Sedangkan Muslich (2010: 78 – 79) berpendapat bahwa kata-kata yang digunakan untuk merujuk pada kata benda lain disebut kata ganti atau pronomina. Dalam sebuah kalimat, nomina dapat dipastikan menempati fungsi nomina (subjek, objek, dan predikat). Kata ganti orang selalu dapat merujuk kepada seseorang, kepada dirinya sendiri (pronomina perssona pertama), orang yang diajak berbincang (pronomina persona kedua), atau orang yang diucapkan (kata ganti orang kedua). Jadi apa perbedaan ketiganya beserta contohnya?

Pronomina Persona Pertama

Pronomina persona pertama ialah kata ganti rujukan diri. Selain terdiri secara tunggal, ada juga pronomina persona pertama jamak. Misalnya, pronomina persona pertama tunggal dalam bahasa Indonesia adalah saya (formal dan formal), aku (digunakan dalam situasi informal dan membawa keakraban), dan daku (biasa digunakan dalam karya sastra). Kata ganti orang pertama jamak dalam bahasa Indonesia adalah kami (eksklusif) dan kita (inklusif).

Contoh pronomina persona pertama tunggal :

  • Mengenai berita tentang saya yang akan menikah dengan Kim Taehyung, itu benar.
  • Walaupun terlihat sempurna, aku akan mengeceknya lagi.
  • Tidak ada nama orang lain dihatimu selain daku.

Contoh pronomina persona pertama jamak :

  • Kami benar – benar berkata jujur dan terbuka tentang rencana kedepannya.
  • Kita tidak akan pernah bubar.

Pronomina Persona Kedua

Pronomina persona kedua merupakan pronomina yang mengacu pada orang yang diajak bicara. Beberapa dari pronomina persona ini merujuk pada banyak orang, sementara yang lain merujuk pada satu orang. Pronomina persona yang merujuk pada satu persona disebut pronomina persona kedua tunggal. Pronomina persona kedua tunggal dalam bahasa Indonesia terdiri atas engkau , kamu, Anda, dikau, -kau, dan -mu. Pronomina persona kedua yang merujuk pada banyak orang disebut pronomina persona kedua jamak, dengan contoh kalian , kamu sekalian, Anda sekalian.

Contoh pronomina persona kedua tunggal :

  • Masalah ini tidak semudah yang engkau pikirkan.
  • Jangan pergi karena aku masih membutuhkanmu.
  • Jika Anda meminum ini, batuk itu akan mereda.

Contoh pronomina persona kedua jamak :

  • Kalian akan dipandu dalam wisata kali ini.
  • Mengapa Anda sekalian tidak segera berangkat?

Pronomina Persona Ketiga

Pronomina persona ketiga adalah pronomina yang merujuk pada orang yang diucapkan. Ada yang identik dengan pronomina persona ketiga, yaitu ada yang merujuk pada banyak orang dan ada pula yang identik dengan hanya satu orang. Pronomina persona yang merujuk pada orang disebut pronomina persona ketiga tunggal yang terdiri atas , ia, dia, beliau, dan -nya . Pronomina persona ketiga yang merujuk pada banyak orang disebut pronomina persona ketiga jamak. Bentuk jamak dari pronomina persona ketiga dalam bahasa Indonesia contohnya mereka.

Contoh pronomina persona ketiga tunggal :

  • Ia meneteskan air matanya karena merasa kehilangan.
  • Dia terharu karena Jeon Jungkook sang kekasih telah melamarnya.
  • Akan segera ketemu jika mencarinya dengan berpencar.

Contoh pronomina persona ketiga jamak :

  • Mereka selalu menjadi penyemangatku disaat sedihku.

Sumber :

Utama, H. (2012). Pemakaian deiksis persona dalam bahasa indonesia. Students e-Journal , 1 (1), 7.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa , 16 (2), 231-246.

Moeliono, Anton. M dkk. 2017. Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Alwi, dkk. (2003) menyatakan bahwa pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk menunjuk pada orang. Pronomina persona dapat dibedakan menjadi 3, yang mana memiliki perbedaan yaitu, Pronomina persona menunjuk pada diri sendiri (pronomina persona pertama), kepada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), atau kepada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga). Di antara pronomina tersebut , terdapat pronomina yang menunjukkan jumlah satu atau lebih dari satu.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai perbedaan dari ketiga jenis pronomina persona :

Persona Pertama

Pronomina persona pertama yaitu pronomina yang merujuk pada diri sendiri. Terdapat pronomina persona pertama tunggal dan pronomina persona pertama jamak. Pronomina persona pertama contohnya yaitu, saya, aku, dan daku. Pronomina persona pertama jamak yakni kami dan kita.

Contohnya :

Pronomina persona pertama tunggal :

  • Saya selalu makan tepat waktu.

  • Aku tidak pernah lupa memberi makan kucingku.

  • Ajaklah daku jika ingin pergi

Pronomina persona pertama jamak :

  • Kami selalu berangkat bersama
  • Kita akan pergi berbelanja sore nanti.
  1. Persona Kedua

Pronomina persona kedua merupakan pronomina yang ditunjukkan untuk menggantikan orang yang diajak bicara atau lawan bicara. Pronomina persona kedua ini dapat dibedakan menjadi dua yakni :

  • Pronomina persona kedua yang menunjuk pada satu orang disebut pronomina persona kedua tunggal. Contohnya yaitu, engkau, kamu, Anda, dikau, -kau, dan -mu.

  • Pronomina persona kedua yang menunjuk pada banyak orang disebut pronomina persona kedua jamak. Contohnya yaitu, kalian, kamu sekalian, Anda sekalian.

Adapun contohnya yaitu :

Pronomina persona kedua tunggal :

  • buku catatanmu akan dipinjam Sita sore nanti.

  • Kamu tidak boleh menangis seperti tadi.

  • saya harap Anda mengerti maksud saya.

Pronomina persona kedua jamak :

  • Kalian ingin makan nasi goreng atau ayam goreng ?

  • Kamu sekalian diharapkan untuk datang ke rapat sore nanti.

  • Anda sekalian diundang untuk datang ke seminar besuk pagi.

  1. Persona Ketiga

Pronomina persona ketiga yaitu pronomina yang menunjuk orang yang dibicarakan. Dalam pronomina persona ketiga ini juga terdapat bentuk tunggal dan jamak. Pronomina persona yang menunjukkan satu orang disebut pronomina persona ketiga tunggal. Contohnya yaitu, ia, dia, beliau, -nya. Pronomina persona ketiga yang digunakan untuk menunjuk banyak orang disebut pronomina persona ketiga jamak. Contohnya yaitu, mereka

Adapun contohnya yaitu :

Pronomina persona ketiga tunggal :

  • Ia hadir di pesta ulang tahun Ani kemarin
  • Dia datang jauh-jauh hanya untuk menemuimu
  • Beliau hadir memimpin rapat kemarin sore
  • Banyak yang datang untuk menjenguknya

Pronomina persona ketiga jamak :

Mereka tiba di bandara dengan selamat.

Referensi :

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Alwi, H. dkk., (2017) menyebutkan bahwa pronomina persona merupakan kata ganti yang digunakan untuk menyebut orang. Dalam bahasa Indonesia, pronomina persona dapat mengacu pada pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, dan pronomina persona kedua.

1. Pronomina persona pertama
Merupakan pronomina yang mengacu pada diri sendiri. Saya, aku, dan daku merupakan bentuk baku pronomina pertama tunggal. Kami dan kita merupakan bentuk pronomina pertama jamak.
Contoh:

  • Setelah menyelesaikan pekerjaan ini mungkin saya akan kembali tidur.
  • Aku tidak pernah merasa sangat kesal seperti sekarang.
  • Saat ini hanya makanan itu yang kita tunggu.

2. Pronomina persona kedua
Merupakan pronomina yang mengacu pada orang yang diajak bicara. Engkau, kamu, Anda, dikau, kau-, dan -mu merupakan wujud dari pronomina persona kedua tunggal. Sedangkan bentuk jamak dari pronomina persona kedua yaitu kalian, Anda sekalian, atau kamu sekalian.
Contoh:

  • Mudah sekali engkau membuat rajutan sebanyak itu.
  • Indah sekali rajutanmu.
  • Bagaimana jika nantinya kalian tidak bersamaku?

3. Pronomina persona ketiga
Merupakan pronomina yang mengacu pada orang yang dibicarakan. Bentuk pronomina persona ketiga tunggal yaitu ia, dia, atau -nya dan beliau. Bentuk pronomina persona ketiga jamak yaitu mereka.
Contoh:

  • Ia sangat lihai bermain piano.
  • Apakah dia berani menjual rumahnya?
  • Mereka adalah orang-orang yang sangat ceria.

Referensi:
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Utama, H. (2012). Pemakaian deiksis persona dalam bahasa indonesia. Students e-Journal, 1(1), 7.

Alwi, dkk. (2018) menyatakan bahwa pronomina persona mengacu pada kata ganti orang yang dibedakan menjadi tiga yakni pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, dan pronomina persona ketiga.

1. Pronomina Persona Pertama
Pronomina persona pertama merupakan kategori pronomina yang merujuk pada diri pembicara sendiri. Contoh pronomina persona pertama dibedakan menjadi 2 yaitu:

  • Pronomina Persona Pertama Tunggal
    Ditandai dengan penggunaan kata aku, saya, atau daku. Contoh kalimatnya yakni: Saya akan pergi ke kampus.

  • Pronomina Persona Pertama Jamak
    Ditandai dengan penggunaan kata kami atau kita. Contoh kalimatnya yakni: Kami menyukai warna biru.

2. Pronomina Persona Kedua
Pronomina persona kedua merupakan kategori pronomina yang merujuk pada lawan bicara. Pronomina persona kedua dibagi menjadi 2 contoh yakni:

  • Pronomina Persona Kedua Tunggal
    Ditandai dengan penggunaan kata anda, engkau, kamu, -kau, dan -mu. Contoh kalimatnya yakni: Apakah engkau sudah makan?

  • Pronomina Persona Kedua Jamak
    Ditandai dengan penggunaan kata kalian atau sekalian. Contoh kalimatnya yakni: Mengapa kalian tertawa?

3. Pronomina Persona Ketiga
Pronomina persona ketiga merupakan kategori pronomina yang merujuk pada seseorang yang tidak berada di pihak pembicara maupun lawan pembicara. Pronomina persona ketiga juga dibedakan menjadi 2 contoh yakni:

  • Pronomina Persona Ketiga Tunggal
    Ditandai dengan penggunaan kata dia, ia, beliau, dan -nya. Contoh kalimatnya yakni: Dia begitu manis.

  • Pronomina Persona Ketiga Jamak
    Ditandai dengan penggunaan kata mereka. Contoh kalimatnya yakni: Mereka terlihat sangat rapi.

Referensi:

Moeliono, Anton. M dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona dalam Bahasa Blambangan. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16 (2).

Salamun, T. (2017). Deiksis Persona Bahasa Indonesia Dialek Ambon. TOTOBUANG: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan, 5 (2).

Pronomina merupakan kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain, sedangkan pronomina persona adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu kepada orang. Pronomina persona dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi tiga bentuk yang dapat mengacu pada diri sendiri (pronomina persona pertama), mengacu pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), atau mengacu kepada orang yang dibicarakan (pronomina persona ketiga) (Alwi, dkk, 2003: 249). Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai macam pronomina persona:

  1. Persona Pertama
    Pronomina persona pertama merupakan pronomina yang mengacu pada diri sendiri. Pronomina persona pertama ini dibedakan menjadi pronominal persona tunggal yaitu, saya, aku, dan daku serta pronomina persona pertama jamak yaitu, kami dan kita.

Contoh:
Saya sedang berada di kantor (tunggal)
Kami menginginkan petualangan alam yang berkesan (jamak)

  1. Persona Kedua
    Pronomina persona kedua merupakan pronomina yang mengacu pada orang yang diajak bicara. Pronomina persona kedua tunggal misalnya, engkau, kamu, Anda, dikau, -kau, dan -mu. Kemudian, pronomina persona kedua jamak misalnya, kalian, kamu sekalian, dan Anda sekalian.

Contoh:
Kamu ingin pergi kemana hari ini? (tunggal)
Kalian terlihat kompak sekali! (jamak)

  1. Persona Ketiga
    Pronomina persona ketiga merupakan pronomina yang mengacu pada orang yang dibicarakan. Pronomina persona ketiga tunggal misalnya, ia, dia, beliau, -nya. Pronomina persona ketiga jamak misalnya, mereka.

Contoh:
• Kurasa dia tidak menyukaiku (tunggal)
Mereka sedang mengadakan rapat (jamak)

Referensi:

Utama, H. (2012). Pemakaian deiksis persona dalam bahasa indonesia. Students e-Journal, 1(1), 7.

Adhani, A. (2014). Analisis penggunaan pronomina persona sebagai penyapa dan pengacu. Widya Warta, 1(38).

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Menurut Alwi dkk (2003:249) pronomina ialah suatu kata yang digunakan untuk menentukan nomina yang lain, sedangkan pronomina persona ialah pronomina yang digunakan untuk menentukan pada diri sendiri (pronomina persona pertama), menentukan pada orang yang diajak bicara (pronomina persona kedua), atau bisa menentuka orang yang dibicarakan (pronomina orang ketiga). Berikut ini adalah ialah perbedaan antara ketiga pronomina tersebut:

  1. Pronomina Persona Pertama

Pronomina persona pertama ialah pronomina yang mengacu pada diri sendiri. Persona pertama dibagi menjadi dua yaitu persona tunggak dan persona jamak. Persona tunggal seperti aku, saya, dan daku sedangkan persona jamak seperti kami dan kita. Contohnya dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Pagi tadi aku pergi ke pasar bersama Ibu.

Sore tadi kami bermain bola di kampung sebelah.

  1. Pronomina persona Kedua

Pronomina kedua ialah pronomina yang mengacu kepada orang yang sedang diajak bicara. Pada persona kedua ini dapat mengacu pada satu orang saja namun juga bisa mengacu pada banyak orang. Persona kedua yang mengacu pada satu orang saja seperti engkau, anda, kamu, anda, dikau, -kau, dan -mu sedangkan persona kedua yang mengacu pada banyak orang seperti kalian, kamu sekalian, anda sekalian. Contoh dalam kalimat adalah sebagai berikut:

Besok hari rabu apakah anda bisa datang ke balai desa?

Apakah kalian sudah paham materi tersebut?

  1. Pronomina persona ketiga

Pronomina persona ketiga ialah persona yang mengacu kepada orang yang sedang dibicarakan. Seperti halnya persona yang lain, persona ketiga ini juga dapat mengacu kepada banyak orang maupun satu orang saja. persona ketiga tunggal contonya ia, dia, beliau, -nya sedangan persona ketiga yang mengacu pada banyak orang ialah seperti mereka. Contoh persona ketiga sebagai berikut:

Beliau merupakan sastrawan Indonesia yang terkenal.

Mereka senang sekali bermain air di sungai.

Referensi:

Abid, S. (2014). Deiksis Persona Bahasa Musi Desa Pulau Panggung Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas. Jurnal Perspektif Pendidikan , 8 (2), 43-50.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa , 16 (2), 231-246.

Menurut Basalama dalam Madji (2014) bahwa kata ganti atau pronomina adalah

salah satu kata yang menggantikan kata benda atau kata ganti lainnya, yang digunakan

untuk menghindari kejanggalan atau pengulangan-pengulangan yang bersifat monoton.

Pronomina salah satunya dibagi menjadi pronomina persona, lalu pronomina persona dibagi menjadi 3 macam yaitu:

1. Pronomina Persona Pertama

Dibagi menjadi dua jenis yaitu:

a. Pronomina persona pertama tunggal

Merujuk kepada diri sendiri seperti saya, aku

Contoh: Sepeda saya

b. Pronomina persona pertama jamak

Merujuk kepada diri sendiri dan orang lain seperti kami, kita

Contoh: Kami mengerjakan tugas bersama

2. Pronomina Persona Kedua

Dibagi menjadi dua jenis yaitu:

a. Pronomina persona kedua tunggal

Merujuk kepada satu orang seperti engkau, kamu, Anda, kau, mu

Contoh: Anda perlu belajar lebih disiplin

b. Pronomina persona kedua jamak

Merujuk kepada lebih dari satu orang seperti kalian

Contoh: Kalian telah bekerja sama dengan baik

3. Pronomina Persona Ketiga

Dibagi menjadi dua jenis yaitu:

a. Pronomina persona ketiga tunggal

Merujuk kepada satu orang diluar percakapan seperti ia, dia, -nya. Beliau

Contoh: Kenapa dia berubah?

b. Pronomina persona ketiga jamak

Merujuk kepada lebih dari satu orang diluar percakapan seperti mereka

Contoh: Tadi mereka berjalan bersama

Referensi:

Firdaus, W. (2018). Realisasi Pronomina dalam Bahasa Mooi: Analisis Tipologi Morfologi. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa , 7 (2), 180-193.

Utama, H. (2012). Pemakaian deiksis persona dalam bahasa indonesia. Students e-Journal , 1 (1), 7.

Pronomina persona adalah sebuah kata ganti yang digunakan untuk merujuk kepada orang. Pronomina dapat merujuk pada diri sendiri (orang yang berbicara)—sebagai pronomina persona pertama. Kemudian, dapat merujuk kepada lawan bicara (orang yang diajak berbicara)—sebagai pronomina persona kedua. Dan yang terakhir, mampu merujuk kepada orang yang sedamg dibicarakan—sebagai pronomina persona ketiga.

  1. Pronomina persona pertama
    Pronomina persona yang mengacu pada diri sendiri ini dibagi menjadi dua, yaitu pronomina persona tunggal dan jamak.
    Contoh:
  • Tunggal: Bola warna hijau itu milikku.
  • Jamak: Kami berjalan menyusuri hutan.
  1. Pronomina persona kedua
    Pronomina persona yang mengacu pada lawan bicara. Pronomina jenis ini juga dibagi menjadi tunggal dan jamak
    Contoh:
  • Tunggal: Bagaimana pendapat Anda mengenai peraturan terbaru ini?
  • Jamak: Besok, kalian harus berangkat pagi-pagi sekali.
  1. Pronomina persona ketiga
    Pronomina persona yang mengacu pada orang yang dibicarakan.
    Contoh:
  • Tunggal: Bangunan yang megah ini diprakarsai oleh beliau.
  • Jamak: Saat matahari terbit, mereka akan memulai pekerjaannya.

Jadi, perbedaan paling mencolok dari ketiga jenis pronomina persona di atas adalah tentang di mana posisi seseorang yang dimaksudkan. Pronomina persona pertama merujuk pada dirinya sendiri; pronomina persona kedua merujuk pada lawan bicara; sedangkan pronomina persona ketiga merujuk pada orang yang tidak berada dalam pembicaraan, namun berada dalam konteks pembicaraan.

Referensi:
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.

Alwi, H. dkk., (2017) menyatakan bahwa pronomina persona memiliki arti yakni kata ganti yang mengacu pada orang. Selanjutnya, pronomina persona terbagi menjadi tiga yakni: pronomina persona pertama, pronomina persona kedua, dan pronomina persona ketiga (Alwi, H. dkk., 2003: 249).

1. Pronomina Persona Pertama
Yakni pronomina yang menunjuk pada diri sendiri.
Jenis pronomina ini dibagi menjadi dua, yakni:
-Pronomina persona pertama tunggal (seperti: aku, saya, dan daku).
Contoh kalimat:
Aku merupakan seorang mahasiswi di Universitas Sebelas Maret.
Saya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

-Pronomina persona pertama jamak (seperti kami atau kita).
Contoh kalimat:
Kami akan memulai mengerjakan tugas morfologi setelah pukul 07.00.
• Besok pagi kita akan bertemu dengannya.

2. Pronomina Persona Kedua
Yakni pronomina yang menunjuk kepada lawan bicaranya.
Jenis pronomina ini dibagi menjadi dua, yakni:
- Pronomina persona kedua tunggal (seperti: anda, engkau, kamu, -kan, dan -mu).
Contoh kalimat:
• Jika besok anda tidak datang tepat waktu akan diberi sanksi yang lebih kejam.
• Bagaimana engkau bisa mengetahui karakteristiknya?

- Pronomina persona kedua jamak (seperti: kalian, kamu sekalian, anda sekalian).
Contoh kalimat:
• Sudah sepantasnya kalian sebagai mahasiswa mengetahui karakteristik setiap dosen.
• Apakah anda sekalian keberatan dengan tugas yang telah saya berikan?

3. Pronomina Persona Ketiga
Yakni pronomina yang menunjuk kepada orang yang berada di topik pembicaraan tersebut. Jenis pronomina ini dibagi menjadi dua, yakni:
- Pronomina persona ketiga tunggal (seperti: dia, ia, beliau, dan -nya).
Contoh kalimat:
Dia merupakan orang yang pertama mengetahui keberadaan Nafa.
Beliau menyetujui dengan pendapat Ichsan.

- Pronomina persona ketiga jamak (seperti: mereka).
Contoh kalimat:
• Apapun yang mereka bilang hidupku terus berjalan.
Mereka tampak menyesal dengan perbuatan yang telah dilakukannya.

Kesimpulan: perbedaan dari ketiga pronomina di atas yaitu subjek (pelaku) yang disesuaikan dengan konteks (makna dari tiap-tiap pronomina).

Referensi:

Alwi, H., dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona dalam Bahasa Blambangan (Personal Pronoun and Other Forms of Personal Pronoun in the Blambangan Language). Metalingual: Jurnal Penelitian Bahasa, 16 (2), 231-246.

Menurut (Alwi dkk,2003:249) pronomina pesona merupakan kata ganti ganti yang acuannya tertuju kepada orang. Jenis pronominal persona ada tiga yaitu, pronomina persona pertama, pronominal persona kedua, dan yang terakhir pronominal persona ketiga.

Pronomina Persona pertama beranggotakan saya, aku, daku. Kata perona pertama saya biasanya digunakan dalam buku, penelitian, dan artikel. Kata persona aku biasanya digunakan saat kegiatan tidak formal, dan yang terakhir yaitu persona daku biasanya digunakan pada karya-karya sastra.

Pronomina Persona kedua beranggotakan engkau,anda, dikau, kamu, dan –mu. Keempat kata ini merupakan pronominal persona kedua tunggal. Sedangkan jika bentuk jamak beranggotakan kalian, dan sekalian.

Pronomina Persona ketiga terdapat dua jenis yakni, *dia, ia,*dan-nya. Jika menggunakan kata beliau, biasanya digunakan untuk orang yang lebih tua. Sedangkan jika perona ketiga berbentuk jamak yaitu mereka.

Perbedaan dari pronomina persona pertama, kedua , dan ketiga yaitu pronomina persona pertama tunggal yang memiliki anggota saya, aku, dan daku. Jika pronomina kedua memiliki dua bentuk yakni kedua tunggal dan bentuk jamak. Sedangkan pronomina ketiga juga terdapat dua bentuk yakni tunggal dan jamak.

Contoh:

Pronomina persona pertama: Saya mengambil penelitian mengenai teknologi.

Pronomina persona kedua: Aku akan mengajakmu pergi dari ruangan ini.

Pronomina persona ketiga: Dia menggambil buku dalam kelas.

Sumber Referensi:

Mardiana, D. I. N. A. (2020). Pronomina Persona dalam Bahasa Jawa di Perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Hasta Wiyata, 3(1), 1-6.

Menurut Alwi, H, dkk (2017), pronomina persona merupakan pronomina yang digunakan untuk merujuk pada orang. Pronomina persona sendiri terbagi menjadi tiga dan masing-masing memiliki perbedaan yaitu antara lain :

  1. Pronomina persona pertama
    Pronomina persona pertama biasanya mengacu pada diri sendiri. Pronomia ini terbagi menjadi 2 yaitu Pronomina persona pertama tunggal dan Pronomina persona pertama jamak. Pada persona pertama tunggal yakni ada saya, aku, dan daku. Sedangkan, pada persona pertama jamak yakni kami dan kita.
    Contoh :
  • Aku sedang berada di sekolah.
  • Kami akan tiba pukul delapan malam.
  1. Pronomina persona kedua
    Pronomia persona kedua biasanya mengacu pada orang yang diajak berbicara. Pronomina ini terbagi menjadi 2 yaitu Pronomina persona kedua tunggal dan Pronomina persona kedua jamak. Pada persona kedua tunggal memiliki bentuk engkau, kamu, anda, dikau, kau-, dan -mu. Sedangkan, pada persona kedua jamak yakni ada kalian, kamu sekalian, dan Anda sekalian.
    Contoh :
  • Kamu sangat pandai.
  • Kalian semua besok harus datang ke kantor.
  1. Pronomina persona ketiga
    Pronomia persona ketiga biasanya mengacu pada orang yang sedang dibicarakan. Pronomina ini terbagi menjadi 2 yaitu Pronomina persona ketiga tunggal dan Pronomina persona ketiga jamak. Pada persona ketiga tunggal memiliki bentuk ia, dia, -nya, dan beliau. Sedangkan, pada persona ketiga jamak yakni mereka.
    Contoh :
  • Dia anak pengusaha sukses.
  • Mereka sedang berkelahi.

Referensi :
Alwi, H., dkk. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Ruriana, P. (2019). Pronomina Persona Dan Bentuk-Bentuk Lain Pengganti Pronomina Persona Dalam Bahasa Blambangan. Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa, 16(2), 231-246.