Mengenal lebih dekat apa itu Makna Kata dan Makna Kalimat

Hai sobat mijil🙌
Apa kabarnya kalian hari ini?
Semoga senantiasa sehat selalu ya…:blush:

Saya disini akan membahas mengenai salah satu materi yang ada pada mata kuliah semantik. Sebelum itu, alangkah lebih baiknya apabila saya mulai terlebih dahulu dari pengertian apa itu semantik. Menurut Verharr (2001:384), Istilah semantik digunakan untuk mengemukakan salah satu cabang sistematik ilmu bahasa yang bergerak pada tataran menyelidiki tentang makna. Sedangkan, pendapat lain datang dari Chaer (2009:6-11), menurutnya semantik ialah cabang sistematik ilmu bahasa yang bergerak pada tataran menyelidiki tentang makna yang dapat dibedakan menjadi empat, yaitu

  1. Semantik leksikal
    merupakan ilmu bahasa yang menyelidiki objek kajiannya yaitu berupa leksikon.
  2. Semantik gramatikal
    merupakan perangkat makna kalimat ilmu bahasa yang bersifat tertutup dan tidak dapat berubah atau digantikan dalam waktu yang lama.
  3. Semantik sintaksikal
    merupakan ilmu bahasa yang memiliki keterkaitan dengan sintaksis.
  4. Semantik maksud
    merupakan ilmu bahasa yang berkaitan dengan macam bentuk gaya bahasa.

Kita, termasuk saya, terutama untuk Mahasiswa calon guru, memiliki kompetensi semantik merupakan hal yang sangat perlu untuk dimiliki. Terutama bagi calon guru bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan, semantik sendiri merupakan keilmuan atau ilmu kajian bahasa yang mempelajari tentang makna dalam suatu kata atau kalimat. Objek kajian dari semantik adalah makna dari seluruh unsur bahasa. Dengan berbekal kompetensi unsur bahasa yang sudah dimiliki, para guru nantinya diharapkan dapat menjelaskan makna yang terkandung di dalam suatu kata atau kalimat kepada para Siswa dengan menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Kita pastinya sudah tahu apa itu kata dan kalimat. Tanpa kita sadari, sebenarnya kedua hal tersebut merupakan satuan unsur bahasa yang sudah kita praktikkan pada kehidupan sehari-hari sedari dulu. Selama ini perhatian utama dalam pembicaraan tentang makna diletakkan pada kata sebagai satuan linguistik yang bermakna. Akan tetapi, kita pun tahu makna kata itu baru tampil dalam kalimat sesuai dengan konteks pemakaiannya.

Nah, kali ini kita akan membahas tentang hubungan antara Makna Kata dan Makna Kalimat. Makna kata dapat terlihat dalam kalimat sesuai dengan konteks pemakaiannya. Pada bagian ini, akan dibahas hubungan antara makna kata dan makna kalimat.

- MAKNA KATA
Contohnya pada kalimat bahasa Indonesia di bawah ini:

  1. Pria tua itu menikah dengan wanita muda
  2. Wanita muda itu menikah dengan pria tua
  3. Pria muda itu menikah dengan wanita tua
  4. Wanita tua itu menikah dengan pria muda
    Pada contoh kalimat nomor 1 dan kalimat nomor 2 memiliki makna yang sama, namun maknanya tidak sama dengan contoh kalimat nomor 3 dan contoh kalimat nomor 4.
    Keempat contoh kalimat tersebut memiliki jumlah makna unsur pembentuk yang sama yaitu pria, wanita, itu, menikah, dengan, muda, dan tua. Akan tetapi, secara susunan unsur pembentuk kalimatnya berbeda. Hal tersebut yang membuat maknanya berbeda.

- MAKNA KALIMAT
Ada pula contoh dalam kalimat bahasa Inggris seperti di bawah ini :

  1. My wife wants a new dog
  2. My new wife wants a dog
  3. My new dog wants a wife
  4. My dog wants a new wife
    Dalam kalimat bahasa Inggris tersebut, susunan unsur pembentuk kalimatnya juga sama mempengaruhi makna kata yang dihasilkan. Walaupun kalimat-kalimat bahasa Indonesia dan kalimat-kalimat bahasa inggris tersebut mempunyai unsur pembentuk atau kata yang sama, namun makna kalimat-kalimat tersebut tidaklah sama. Hal ini dikarenakan, makna pada suatu kalimat juga ditentukan pula oleh susunan unsur-unsur pembentuknya atau susunan kata.

Demikian contoh-contoh kalimat tersebut di atas menunjukkan bahwa makna kalimat bukan hanya berupa jumlah makna unsur-unsur pembentuknya saja. Akan tetapi, juga ditentukan oleh susunan unsur pembentuknya. Oleh karena itu, para linguis atau ahli ilmu bahasa membedakan makna leksikal dan makna struktural atau makna gramatikal. Jadi, makna dalam sebuah kalimat dapat berupa kombinasi antara makna leksikal unsur pembentuk kalimat dan makna struktural. Pendekatan ini disebut dengan pendekatan semantik kombinatarial.

Referensi :
Chaer, A., & Muliastuti, L. (2014). Makna dan semantik. Semantik Bahasa Indonesia, 1-39.

Nafinuddin, S. (2020). Pengantar Semantik (pengertian, Hakikat, Dan Jenis).

J.D. Parera. (2004). Teori Semantik. Jakarta : Erlangga.