Mengenal Interjeksi


Oleh : Laksmi Oktaviana Putri

Apa itu interjeksi??? interjeksi atau kata seru adalah kata tugas yang mengungkapkan rasa hati atau perasaan dari pembicara. Untuk memperkuat rasa hati seperti rasa sedih, heran, kagum, orang memakai kata tertentu di samping kalimat yang mengandung makna pokok yang dimaksud. Untuk menyatakan betapa cantik seseorang dengan rambut barunya, misalnya, kita tidak hanya berkata, “Cantik sekali kamu dengan potongan rambut baru itu”, tetapi kita awali dengan, kata seru wah, cantik sekali kamu dengan potongan rambut baru itu. Pada saat mengatakan kalimat itu kita tidak hanya mengatakan sebuah fakta, tetapi juga mengungkapkan rasa hati pembicara. Selain interjeksi yang asli, dalam bahasa Indonesia terdapat pula interjeksi yang berasal dari bahasa asing. Keduanya biasanya dipakai di awal kalimat dan pada penulisan kalimat tersebut diikuti oleh tanda koma.

Secara struktural interjeksi tidak berhubungan atau bertalian dengan kalimat lainnya. Terdapat beberapa bentuk interjeksi, ada yang berupa bentuk dasar dan ada juga yang berupa bentuk turunan. Interjeksi adalah bahasa yang hemat kata, terutama bentuk interjeksi asli. Interjeksi menjadi bagian bahasa yang mengungkapkan perasaan dan emosi manusia. fungsi interjeksi dalam sebuah komunikasi sangat beragam penggunaannya karena satu interjeksi bisa memiliki banyak maksud atau satu maksud bisa diungkapkan dengan beberapa interjeksi. Variasi penggunaan interjeksi seperti itu banyak dipengaruhi oleh faktor sosial penutur (usia, pendidikan, dan jenis kelamin) sehingga interjeksi merupakan gejala sosial, untuk mengkajinya akan digunakan pendekatan sosiolinguistik sedangkan maksud penggunaan interjeksi dalam sebuah komunikasi akan dikaji secara pragmatis.

Terdapat beberapa jenis interjeksi yang dikelompokkan menurut perasaan yang diungkapkannya seperti berikut :
• Interjeksi kejijikan : cih, cis, ih, idih
Contoh : “ih, tidak tahu malu sekali kamu”
“idih, kamu selalu berpura-pura di depan banyak orang”

• Interjeksi kekesalan : brengsek, sialan, buset, keparat
Contoh : “sialan, dasar orang yang tidak bisa dipercaya”
“buset, tugas ini banyak banget”

• Interjeksi kekaguman atau kepuasan : aduhai, amboi, asyik
Contoh : “asyik, akhinya tugas ini selesai juga”
“amboi, hari ini kamu cantik sekali”

• Interjeksi kesyukuran : syukur, alhamdulillah
Contoh : “syukur, kamu sudah sampai rumah”
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar"

• Interjeksi harapan : InsyaAllah
Contoh : “InsyaAllah, aku akan menghadiri undanganmu”

• Interjeksi keheranan : aduh, aih, ai, la, duilah, eh, oh, ah
Contoh : “aduh, bagaimana sih kamu kerja seperti itu saja tidak bisa”

• Interjeksi kekagetan : astaga
Contoh : “astaga, apa yang kamu lakukan!”

• Interjeksi ajakan : ayo, mari
Contoh : “ayo, ikut kami berlibur ke bali!”
“mari, saya antarkan ke tempat tujuan anda”

• Interjeksi panggilan : hai, he, eh, halo
Contoh : “hai, apa kabar? Sudah lama tidak bertemu ya”
“halo, sudah lama menunggu?”

• Interjeksi simpulan : nah
Contoh : “nah, lalu sekarang apa yang harus kita lakukan?”

Interjeksi merupakan salah satu kata yang sering digunakan dalam berkomunikasi di ruang publik, sebuah tanda ujaran yang harus diperhatikan oleh pembicara. Interjeksi memiliki bentuk bermacam-macam, yaitu kata kata seruan, tiruan bunyi, atau kalimat lengkap. Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat dua fungsi interjeksi, yaitu fungsi interjeksi sebagai ungkapan perasaan dan fungsi interjeksi dalam percakapan.

Referensi:
Alwi, H., & dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Mahmuda , Elfi Mariatul ;. (n.d.). Interjeksi sebagai ‘Mercusuar’ pada Ragam Bahasa Percakapan di Ruang Publik Interjection as “The Lighthouse” in A Conversational Language Type in Society. Kongres Bahasa Indonesia, 1-20.