Antara Healing dan Lari dari Masalah
“ Menemukan Tenang Lewat Karya Tangan, Jalan-jalan, dan Jajan “
sumber gambar: pinterest
Ditengah tengah kesibukan tugas, tekanan, dan rutinitas yang padat, kata healing menjadi hal yang sangat sering dibicarakan oleh anak muda pada zaman sekarang, terutama mahasiswa. Di kondisi seperti ini, healing sering jadi jalan keluar yang paling masuk akal. Banyak mahasiswa yang memilih menenangkan diri lewat kegiatan membuat karya tangan, mencoba hal baru, healing atau jajan makanan favorit. Tapi tanpa sadar muncul pertanyaan penting, ini benar benar healing atau cara halus untuk lari dari masalah?
Crafting juga bisa jadi pilihan untuk healing kecil-kecilan anak muda sekarang. Crafting atau membuat karya tangan sering jadi aktivitas yang menenangkan. Saat tangan mulai sibuk merangkai, memotong, atau menyusun sesuatu, fikiran jadi lebih fokus dan tidak terlalu dipenuhi dengan overthingking. Kegiatan seperti ini bikin kita punya waktu buat bernafas dan menata emosi dan jug ada rasa puas ketika melihat hasil karya sendiri. Selain crafting bisa dikatakan sebagai healing sejenak crafting juga bisa melatih kreativitas tangan dan pikiran kita. Meluangkan semua ide ide yang ada di pikiran kita, dengan begitu kita juga membuat hati terasa senang. Namun, crafting akan jadi tidak baik kalau terus dipakai sebagai alasan untuk menunda tugas ataupun menghindari masalah yang sebenarnya harus diselesaikan.
Selain crafting, jalan-jalan juga jadi pilihan favorit untuk istirahat sejenak. Entah itu di waktu pagi hari, sore hari, siang, bahkan malam. Mulai dari pergi ke alam seperti taman dan sungai ataupun mengelilingi kota tanpa tujuan yang jelas, karna kadang hanya dengan mengelilingi kota melihat keramaian kota, menghirup udara segar, melihat senja di sore hari itu dapat mengurangi beban stress yang ada dipikiran dan membuat pikiran menjadi lebih ringan dan jernih. Jalan-jalan bukan berati kabur dari kenyataan, tapi ini salah satu cara untuk membuat jarak agar kita tidak bereaksi secara emosional terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Jajan juga mempunyai peran tersendiri bagi anak kuliah. Di tengah padatnya kegiatan, cape dan stress, jajan sering jadi penghibur dan kebahagiaan kecil yang bikin hati senang. Entah beli kopi, minuman manis, gorengan, ataupun makanan favorit. Makan makanan favorit ini bisa menjadi bentuk self-reward setelah menjalani hari yang berat dan melelahkan*. Self-reward* ini juga bentuk bertahan hidup anak kuliah zaman sekarang, karna dengan membeli makanan favorit akan merasa lebih puas dan dapat membangkitkan kesemangatan kita untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya.
Namun, jajan juga bisa berubah fungsi jika tidak disadari. Ketika jajan dilakukan setiap kali merasa stress, sedih, atau ingin menghindari masalah , kebiasaan ini bisa menjadi bentuk pelarian. Bukannya menyelesaikan masalah tapi justru malah menutupinya dengan makanan. Lama-kelamaan, hal ini bisa berdampak dengan keuangan, kesehatan, bahkan perasaan bersalah setelahnya. Oleh karna itu kita harus mengerti batas wajar, jajan jadi bentuk pengahargaan setealh usaha, bukan jadi bentuk pelarian dari tanggung jawab.
Pada akhirnya, perbedaan anatara healing dan lari dari masalah itu terletak pada kesadaran diri. Healing membantu kita untuk mengumpulkan energi dan semangat lagi, sedanbkan lari dari masalah itu hanya menunda penyelesaian. Crafting, jalan-jalan, dan jajan sangat boleh untuk dilakukan, asal tetap ingat dengan batas dan tujuan utamanya. Supaya kita bisa kembali menghadapi kehidupan dengan pikiran yang lebih tenang dan sikap yang lebih siap.
Healing bukan soal menjauhkan selamanya, tapi soal berhenti sejenak. Dari situ kita belajar untuk lebih paham diri sendiri dan pelan-pelan berani mengadapi masalah yang ada.
Sinta Beauty Ramadhani
