Membangun Peradaban Society 5.0 di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19


Sumber : Pandemi Covid-19 dan  Era Society 5.0 | Republika Online

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia saat ini telah masuk pada peradaban Revolusi Industri 4.0, sedangkan Jepang sudah masuk ke Society 5.0 yang lebih canggih. Di era Revolusi Industri 4.0 ini banyak hal yang dilakukan secara digital, mulai dari bidang pendidikan, transportasi, pelayanan, dan lain sebagainya, yang dilakukan dengan semakin mudah dan memungkinkan. Namun disisi lain, masih ada Society 5.0 yang jauh lebih canggih daripada Revolusi Industri 4.0.

Menurut Rully Chairul Azwar (2018) menyatakan bahwa: Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah kunci membangun peradaban Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, untuk dapat masuk ke Society 5.0, bangsa Indonesia memerlukan adanya dinamika kelompok sosial ke arah yang lebih baik dalam tatanan kehidupan yang perlu didukung oleh seluruh warga masyarakat Indonesia, khususnya para generasi muda. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, seluruh pihak dituntut untuk mahir dalam penggunaan IPTEK agar kegiatan dapat tetap berjalan dengan lancar.

Dalam kondisi pandemi covid-19 ini tanpa disadari kita telah memperkuat peradaban Revolusi Industri 4.0 dan mendorong Society 5.0 di Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai sektor yang bersinergi dan bekerjasama demi kelancaran kegiatan di segala bidang.

Seperti contoh dalam bidang pendidikan, seluruh kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Setiap pagi para pelajar berhadapan dengan ponsel, laptop, ataupun komputernya untuk mendengarkan dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan oleh pengajar baik guru maupun dosen. Bertatap layar di ruang zoom meeting, menggunakan aplikasi pembelajaran, berdiskusi, presentasi, atau yang lainnya sesuai dengan arahan dalam pembelajaran. Untuk menuju kesuksesan proses belajar mengajar virtual ini, tentu baik pengajar maupun siswa diharap dapat mengikuti perkembangan IPTEK. Namun juga tidak dapat dipungkiri, bahwa tidak semua orang dapat menerima dan mengikuti perkembangan IPTEK dengan baik. Maka dari itu, perlu dilakukannya pembinaan dan penanganan lebih lanjut agar proses belajar mengajar dapat maksimal.

Dalam bacaan di atas juga telah disinggung bahwa para generasi muda menjadi pendukung utama dalam mendukung peradaban. Contohnya dalam bidang ekonomi masa pandemi saat ini tak dapat dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia menjadi melemah. Hal ini terjadi akibat adanya peraturan-peraturan baru yang dibuat untuk meminimalkan penyebaran virus covid-19. Namun disisi lain dengan adanya peraturan tersebut menimbulkan perekonomian tidak leluasa untuk bergerak dan berdampak buruk pada bidang ekonomi sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan IPTEK.

Dengan kegiatan ekonomi yang bergerak online seperti ini, perlu yang namanya promosi agar masyarakat luar mengenal apa yang kita tawarkan. Dalam hal inilah para pemuda khususnya yang mahir dalam mendesain dan mempromosikan secara online sangat dibutuhkan. Para mahasiswa yang notabenenya mahir dalam dunia desain dan IPTEK dapat mencoba mencari pengalaman baru dan belajar untuk berpenghasilan. Dengan berjalannya promosi tersebut lama kelamaan masyarakat akan mengenal dan dapat tertarik untuk mencoba sehingga perekonomian dapat kembali berjalan. Selain itu juga dapat digunakan aplikasi-aplikasi online yang dapat menunjang perekonomian seperti e-commerce, yang lebih mudah dan lebih praktis. Kemudian juga digunakan aplikasi-aplikasi transportasi yang lebih memudahkan penggunanya seperti gojek, grab, dan lain sebagainya, yang mana juga memperhatikan protokol kesehatan guna mengurangi penularan dan juga tetap menghidupkan roda perekonomian.

Untuk menuju Society 5.0 bangsa Indonesia harus mempersiapkan segala hal dengan matang-matang. Memang, jika dibandingkan dengan negara Jepang bangsa Indonesia masih kalah jauh dibawahnya. Juga terlihat sangat jelas bahwa Jepang adalah negara maju sedangkan Indonesia adalah negara berkembang. Namun bukan berarti Indonesia tidak mampu mencapai Society 5.0. Bahkan dengan kondisi pandemi saat ini, segala sektor dan seluruh masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi yang ada agar kegiatan dapat tetap berjalan dengan mengacu pada kemajuan teknologi. Dengan hal ini ternyata sudah mendukung Indonesia untuk menuju Society 5.0 walaupun belum sempurna seluruhnya.

Referensi :
Rully, C. A. (2018). Membangun peradaban ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan budaya pancasila. Jurnal Ketatanegaraan, 1.