Manfaat semantik

Manfaat mempelajari studi semantik sangat tergantung dari bidang yang
kita geluti dalam tugas sehari-hari (Chaer, 1994 :11). Manfaat semantik bagi pemakainya bergantung pada
bidang yang digeluti seseorang. Seorang wartawan, reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuannya
tentang semantik. Untuk mereka, pengetahuan semantik akan
memudahkannya dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Adapun mereka yang berkecimpung dalam penelitian bahasa, seperti
mereka yang belajar di Fakultas Sastra, pengetahuan semantik akan banyak
memberi bekal teoretis untuk menganalisis bahasa. Sementara itu, untuk para guru atau calon guru, pengetahuan mengenai semantik akan memberikan manfaat secara teoretis dan praktis. Lalu bagi masyarakat awam, pengetahuan yang luas akan teori semantik tidaklah diperlukan. Namun, pemakaian dasar-dasar semantik tentunya masih diperlukan untuk dapat memahami dunia di sekelilingnya yang penuh dengan
informasi dan lalu lintas kebahasaan. Dasar-dasar semantik akan membantu mereka menyerap semua informasi yang disampaikan melalui bahasa
sehingga mereka membutuhkan dasar-dasar itu sebab mereka tak akan bisa hidup, tanpa memahami alam sekitar.

Referensi:
Chaer, A., & Muliastuti, L. Hakikat Semantik.

Manfaat dari semantik, tergantung pada bidang apa yang dihadapi serta siapa yang tengah menggunakannya. Begitupula yang diungkapkan oleh Chaer (1994) yang menjelaskan 3 manfaat dari semantik, antara lain:

  1. Bagi wartawan, reporter, atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan akan memperoleh manfaat praktis dari pengetahuannya tentang semantik, memudahkannya dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum secara tepat dan benar.

  2. Bagi penelitian bahasa, seperti mereka yang belajar di Fakultas Sastra, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoretis untuk menganalisis bahasa.

  3. Bagi guru atau calon guru, pengetahuan mengenai semantik akan memberikan manfaat secara teoretis dan praktis

Nafinuddin, S. (2020). Pengantar Semantik (pengertian, Hakikat, Dan Jenis).

Menurut Lontoh (2019) manfaat mempelajari semantik sangat banyak, tergantung pada bidang yang dikerjakan di studi semantik tersebut. Secara umum dengan mempelajari semantik maka seseorang akan mampu memilah kata yang baik saat berkomunikasi karena telah memahami makna kata dalam tuturan maupun tulisan. Artinya, seorang yang mempelajari semantik (makna) akan lebih tahu penempatan kata dalam komunikasi. Hal ini sangat perlu karena saat berkomunikasi, ada beberapa kata yang biasa digunkana belum tentu bisa digunakan dalam komunikasi lain.

Berdasarkan kutipan tersebut maka semantik memiliki manfaat bagi berbagai kalangan seperti yang diungkapan oleh Nafinuddin (2020) yaitu :

•Manfaat semantik bagi wartawan
Bagi seorang wartawan, seorang reporter atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan, mereka barang kali akan memperoleh manfaat praktis dari mengenai semantik. Pengetahuan semantik akan memudahkannya dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Tanpa pengetahuan akan konsep-konsep polisemi, homonimi, denotasi, konotasi dan nuansa-nuansa makna tertentu akan sulit bagi mereka untuk dapat menyampaikan informasi secara tepat dan benar.

•Manfaat semantik bagi penelitian Bahasa
Bagi mereka yang berkecimpung dalam penelitian bahasa, seperti mereka yang belajar di Fakultas Sastra, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoretis kepadanya untuk dapat menganalisis bahasa atau bahasa-bahasa yang sedang dipelajarinya.

•Manfaat semantik bagi guru dan calon guru
Sementara itu, Bagi seorang guru atau calon guru pengetahuan semantik mengenai semantik akan memberi manfaat teoretis dan juga manfaat praktis. Manfaat teoretis karena dia sebagai guru bahasa harus pula mempelajari dengan sungguh-sungguh mengenai pembelajaran bahasa yang diajarkannya. Dengan mempelajari teori-teori semantik ini akan menolong memahami dengan baik bahasa yang akan diajarkannya itu. Sedangkan manfaat praktis yang akan diperoleh bagi guru maupun calon guru berupa kemudahan bagi dirinya dalam mengajarkan bahasa itu kepada murid-muridnya.

Sumber Referensi:

Lontoh, Irma Maria. 2019. “Fungsi Semantik Kosakata Alat Dan Teknik Penangkapan Ikan Masyarakat Nelayan Di Kawasan Boulevard Manado.” Kajian Linguistik 5(3):58–74. doi: 10.35796/kaling.5.3.2018.24778.

Nafinuddin, Surianti. 2020. “Pengantar Semantik (Pengertian, Hakikat, Jenis).” Pengantar Sematik 1–21.

Menurut Tarigan (1985:2) berpendapat bahwa semantik dapat dipakai dalam pengertian luas dan dalam pengertiansempit. Semantik dalam arti sempit dapat diartikan sebagai telaah hubungan tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut. Untuk manfaat dari semantik berikut ini merupakan penjelasan manfaat dari semantik:

  1. Bagi seorang wartawan, seorang reporter atau orang-orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan, mereka barang kali akan memperoleh manfaat praktis dari mengenai semantik. Pengetahuan semantik akan memudahkannya dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Tanpa pengetahuan akan konsep-konsep polisemi, homonimi, denotasi, konotasi dan nuansa-nuansa makna tertentu akan sulit bagi mereka untuk dapat menyampaikan informasi secara tepat dan benar.
  2. Bagi mereka yang berkecimpung dalam penelitian bahasa, seperti mereka yang belajar di Fakultas Sastra, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoretis kepadanya untuk dapat menganalisis bahasa atau bahasa-bahasa yang sedang dipelajarinya.
  3. Bagi seorang guru atau calon guru pengetahuan semantik mengenai semantik akan memberi manfaat teoretis dan juga manfaat praktis. Manfaat teoretis karena dia sebagai guru bahasa harus pula mempelajari dengan sungguh-sungguh akan bahasa yang diajarkannya. Teori-teori semantik ini akan menolong memahami dengan baik “rimba belantara rahasia” bahasa yang akan diajarkannya itu. Sedangkan manfaat praktis akan diperolehnya berupa kemudahan bagi dirinya dalam mengajarkan bahasa itu kepada murid-muridnya. Sorang guru bahasa, selain harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas mengenai segala aspek bahasa, juga harus memiliki pengetahuan teori semantik secara memadai.

Sumber Referensi:
Nafinuddin, S. (2020). Pengantar Semantik (Pengertian, Hakikat, Dan Jenis).

Amilia, F., & Anggraeni, A. W. (2019). Semantik: Konsep dan Contoh Analisis. Pustaka Abadi.

Semantik memiliki beberapa manfaat, di antaranya adalah:

  1. Pengetahuan semantik akan memudahkan para penulis seperti jurnalis dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum. Tanpa pengetahuan akan konsep-konsep polisemi, homonimi, denotasi, konotasi dan nuansa-nuansa makna tertentu akan sulit bagi mereka untuk dapat menyampaikan informasi secara tepat dan benar.
  2. Bagi akademisi bahasa dan sastra, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoretis untuk menganalisis bahasa dalam penelitian bahasa atau untuk lebih menguasai dan memahami bahasa spesifik yang sedang dipelajarinya.
  3. Bagi seorang guru atau calon guru, pengetahuan semantic akan memberi manfaat teoretis dan juga manfaat praktis. Manfaat teoretis karena seorang pengajar bahasa harus pula mempelajari dengan sungguh-sungguh akan bahasa yang diajarkannya.
  4. Semantik juga memiliki manfaat praktis, yaitu diperolehnya berupa kemudahan bagi dirinya dalam mengkomunikasikan bahasa itu kepada murid-muridnya melalui berbagai makna yang tepat guna yang dikuasai karena memahami semantik.

Referensi:
Chaer, A., & Muliastuti, L. Hakikat Semantik.

Chaer, A., & Muliastuti, L. (2014). Makna dan Semantik. Semantik Bahasa Indonesia , 1-39.

Linguistik kaya akan ilmu tentang bahasa, banyak yang dapat dipelajari di dalam linguistik. Salah satunya adalah ilmu yang mempelajari makna, semantik. Apabila membahas mengenai definisi semantik, banyak para ahli yang membatasi kajian semantik itu sendiri.

Menurut Verhaar (1982), Semantik adalah cabang linguistik yang bertugas semata-mata meneliti makna. Sedangkan ada pendapat Aminudin (1988) yang mengemukakan bahwa semantik adalah studi tentang makna.

Dari kedua pendapat ini, ada perbedaan batasan mengenai luas dan sempitnya semantik. Pengertian Verhaar terasa sempit karena semantik hanya menelaah makna kata. Sedangkan bagi Aminudin, kajiannya sangat luas karena tidak hanya mengkaji makna satuan-satuan bahasa saja, namun memungkinkan adanya pemaknaan dari berbagai bidang telaah atau studi. Dari dua pendapat ini bisa dilihat bahwa manfaat semantik secara sempitnya adalah untuk memahami makna kata. Sementara secara luas, semantik dapat memahami makna dari berbagai bidang dan studi yang memerlukan kajian makna (Abidin, 2019:194).

Adapun, fungsi semantik dengan ilmu lain itu cukup banyak. Bagi filsafat, semantik berfungsi menyusun simbol bahasa agar membentuk sebuah pola kalimat atau struktur realitas secara benar. Bagi psikologi, semantik berfungsi mengkaji kebermaknaan kata atau satuan ujaran dalam bahasa. Bagi antropologi dan sosiologi, semantik berfungsi sebagai analisis makna pada sebuah bahasa, melalui pilihan kata yang dipakai penuturnya yang dapat menjanjikan klasifikasi praktis tentang kehidupan budaya penuturnya. Bagi sastra, semantik berfungsi dalam kajian makna dalam gaya bahasa supaya dapat memahami isi sastra. Bagi linguistik, semantik berfungsi sebagai semantik gramatikal terhadap cabang ilmu linguistik lainnya.

Referensi:

Abidin, Yunus. 2019. Konsep Dasar Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Linguistik sebagai kajian dari ilmu bahasa memiliki beberapa topik kajian. Diantaranya adalah semantik. Secara garis besar Kridalaksana (1993:193) mengonsepkan semantik dengan makna dan sub-topik lainnya. Chaer (2014) menjabarkan manfaat semantik sebagai berikut:

  • Untuk jurnalis, semantik dapat membantu memilih bahasa sesuai makna sehingga informasi yang disampaikan jelas dan terukur
  • Untuk peneliti, semantik akan sangat menolong dalam penelitian bahasa menurut teorinya
  • Untuk pengajar dan khalayak. Pengetahuan teorikal semantik akan membantu dalam proses pengajaran, sedangkan khalayak mendapatkan ilmu dalam studi semantik.

Referensi:
Chaer, Abdul. (2014). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta