Kekayaan budaya indonesia sangat beragam dari berbagai aspek termasuk adat istiadat, kesenian daerah, makanan tradisional, dan masih banyak lagi. Kesenian tari tradisional merupakan salah satu aspek nilai budaya tak benda yang berharga bagi bangsa Indonesia. Salah satu yang menarik dalam pembahasan kali ini adalah kesenian tari Kuda Lumping Temanggung. Kuda lumping merupakan tarian daerah yang dimainkan dengan kuda kepang dan sangat populer di Temanggung.
Jathilan Wiroyudho
Kuda Lumping di Temanggung yang juga disebut Jathilan Wiroyudho, merupakan kesenian tari daerah yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Kesenian ini diwariskan turun temurun oleh nenek moyang hingga masih populer sampai saat ini.
Tari Kuda Lumping ini dimainkan dengan model tarian bertemakan prajurit penunggang kuda yang dipimpin oleh satu orang. Biasanya tari Kuda Lumping ini dimainkan oleh 16-20 orang dengan 1 orang tambahan yang digambarkan sebagai pemimpin para prajurit. Tari Kuda Lumping ini dimainkan menggunakan kuda yang dibuat dari anyaman bambu, dan rambut wig yang tebal menjadi ciri khas tari Kuda Lumping Temanggung.
Satu orang yang digambarkan menjadi pemimpin dari prajurit biasanya memegang pecut. Hal ini seolah-olah menceritakan seorang pemimpin yang sedang membawahi pasukannya untuk berperang. Pada masa sekarang kesenian kuda kumping kerap dikreasikan dengan berbagai musik atau budaya lain. Salah satu kreasi dari kuda lumping temanggung yaitu dibarengi dengan tari Leak Bali.
Tari Kuda Lumping Temanggung
Tari Kuda Lumping Temanggung ini diiringi dengan musik khas jawa dengan berbagai macam gamelan yang dimainkan. Di zaman modern seperti saat ini musik yang digunakan untuk mengiringi tari Kuda Lumping ini juga semakin maju. Alat musik modern seperti keyboard, drum, bass gitar, juga sering dimainkan untuk menambah kesan kuat dalam pembawaan musiknya.
Seni Tari Kuda Lumping Temanggung
Pertunjukan seni tari Kuda Lumping Temanggung seringkali digelar di acara acara tertentu, seperti tasyakuran, peringatan hari adat, bersih desa, atau acara ritual lain. Terkadang tari Kuda Lumping dibalut dengan unsur magis dan spiritual, ditandai dengan ritual pembukaan, sampai atraksi kesurupan. Keseluruhan elemen dalam tari Kuda Lumping ini menciptakan suasana yang unik dan menjadi ciri khas tersendiri tari Kuda Lumping Temagggung.
Sejarah Kuda Lumping
Jika ditarik kebelakang pada zaman kerajaan, tari Kuda Lumping ini pernah diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada saat menyebarkan agama islam pada zaman dulu. Artinya, tari Kuda Lumping ini sudah ada sejak zaman kerajaan hindu budha yang kini diwariskan kepada para penerus-penerus baru. Kita sudah sepatutnya bangga mempunyai nilai budaya tak benda yang sangat berharga ini.
Dalam era modern seperti saat ini kebudayaan seperti tari tradisional mengalami berbagai tantangan dalam keberadaannya. Arus globalisasi dan budaya ke barat-baratan semakin merajalela di kalangan para generasi muda saat ini.
Pelestarian Budaya
Pelestarian kesenian daerah seperti tari Kuda Lumping ini perlu dilakukan agar kesenian tradisional seperti ini dapat terjaga. Para generasi muda saat ini perlu diajarkan mengenai pentingnya melestarikan kebudayaan daerahnya. Tidak hanya kuda lumping, pelestarian budaya lain juga perlu dilakukan agar tidak kehilangan nilai budaya warisan leluhur.
