Ketika Alam Kehilangan Penjaganya

Allahu Akbar menggema diantara air dan puing reruntuhan

Doa terlepas dari bibir yang gemetar

Bukan karena kurang iman

Tetapi karena bumi yang kehilangan pelukannya

Ini bukan hujan yang bersalah

Ia hanya mengetuk pintu tanah yang sudah retak

Sebab hutan telah lama dilucuti dari akarnya

Sungai tak lagi mengenal batas

Bukit-bukit runtuh membawa ingatan

Tentang pohon yang ditebang tanpa doa

Tentang tanah yang dijual tanpa masa depan

Dibalik longsor ada keputusan

Dibalik banjir ada kebijakan

Dan dibalik air mata ada negara yang terlambat hadir

Ketika alam dilukai

Gelombang arus memeluk seluruh yang ada dihadapannya

Selama pohon dihitung sebagai angka

Nyawa sebagai laporan

Bencana akan selalu pulang

Ke rumah yang sama

Menuntut keadilan semata