Kenakalan Remaja Dan Dekadensi Moral, Saat Ini

Kenakalan Remaja Dan Dekadensi Moral, Saat Ini

Dari segi budaya dan fungsional, remaja adalah mereka yang tumbuh berusia 12 - 18 tahun. Dimana terjadi perubahan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada saat itu perkembangan dan pertumbuhan yang terjadi berupa fisik, psikologis dan intelektualnya mengalami perubahan yang sangat cepat dan pesat sehingga dapat dikatakan sebagai masa paling rawan.

Perubahan yang terjadi menyebabkan remaja berada di keadaan yang disebut labil, mudah berubah keadaan antara fisik dan jiwanya, dimana mereka berupaya untuk mencari jati dirinya. Pada saat itu juga, remaja tidak dapat mengendalikan diri mereka dengan baik sehingga dapat dengan mudah terjerumus kedalam hal-hal negatif disebut kenakalan remaja.

Kenakalan remaja merupakan tindakan atau perilaku yang melewati batas norma yang dapat merugikan masa depan kita dan lingkungan sekitar. Kenakalan remaja meliputi perilaku-perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang ada di masyarakat. Kenakalan remaja dapat berupa tawuran, mencuri barang milik orang lain, narkoba, kekerasan, se*s dan masih banyak lagi.

Adapun yang sering terjadi di lingkungan masyarakat adalah dekadensi moral pada remaja. Dekadensi moral merupakan penurunan moral yang terjadi pada individu, dimana mereka sudah kurang mengenal sopan santun dan aturan. Sebagai contohnya dalam trend busana yang berkembang di kalangan remaja perempuan saat ini yang lebih terbuka dan mengumbar aurat, contoh lain adalah penggunaan kata-kata yang kurang baik di kalangan remaja, kurangnya sopan santun dalam bertutur kata dan bertindak di kalangan remaja.

Dekadensi moral menjadi masalah yang memprihatinkan, hal ini karena remaja yang merupakan generasi muda bangsa bisa terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dan mengancam keharmonisan masyarakat. Pada masalah dekadensi moral, semua ini tidak jauh dari perkembangan teknologi dan kemajuan peradaban, kemudahan dalam mengakses informasi baik berita maupun gambar, menjadikan remaja bisa melihat hal-hal yang seharusnya tidak dilihat.

Kenakalan remaja dan dekadensi moral dapat terjadi karena keluarga dan lingkungan disekitarnya. Keluarga berfungsi sebagai lembaga pertama yang memberi pengajaran kepada anak, namun kenyataannya banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk memberikan pengetahuan dan pengajaran kepada anak. Hal ini membuat anak merasa tidak memiliki contoh untuk berperilaku. Keadaan lingkungan disekitarnya juga mampu berpengaruh pada perkembangan sikap remaja, dimana saat mereka tumbuh di lingkungan yang baik maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik, namun juga sebaliknya.

Perkembangan teknologi yang pesat juga menjadi faktor terjadinya kenakalan remaja dan dekadensi moral. Teknologi yang berkembang jika tidak dimanfaatkan dan digunakan dengan baik, maka dapat memberi hasil yang buruk menyebabkan apapun informasi yang didapat diserap tanpa difilter atau disaring terlebih dahulu.

Remaja yang tidak dapat memfilter informasi yang mereka dapatkan, akan menjadi bomerang untuk dirinya sendiri. Disaat mereka melakukan hal yang baik, maka hasil yang akan mereka terima juga hal baik, begitu sebaliknya. Jika mereka melakukan hal yang buruk atau negatif, maka hasil yang mereka dapat juga buruk. Sebagai contohnya, jika remaja mengadaptasi kebudayaan asing kebarat-baratan dalam hal kedisiplinan, dalam bidang ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi itu adalah hal yang sangat positif dan patut untuk ditiru. Namun trend dalam berbusana, dalam hubungan antara pria dan wanita, gaya hidup yang mereka terapkan kurang sesuai dengan norma yang berlaku di negara kita. Budaya bangsa timur yang berciri khas sopan santun dan ramah mulai menghilang seiring dengan perkembangan zaman.

Pada zaman ini, peran orang tua menjadi kunci utama dalam perkembangan karakter. Orang tua wajibnya menanamkan karakter yang baik untuk anaknya dan menjadikan dirinya sebagai contoh suri tauladan anak dalam berpikir dan bertindak yang baik. Pembinaan dan penanaman moral juga dilakukan sejak awal agar saat anak menjadi dewasa sudah terbiasa dengan tingkah laku positif. Hal ini bertujuan akan remaja berperilaku baik, tidak menyimpang dari norma-norma dan aturan yang ada dimasyarakat.