Ada apa sih dengan mahasiswa baru?
Kenapa mahasiswa harus menjaga kesehatan mental?
Kesehatan bukan hanya kesehatan fisik atau yang terlihat dari luar, tetapi juga kesehatan mental. Kesehatan merupakan faktor penting dalam kehidupan seseorang. Setiap orang ingin sehat jasmani dan rohani untuk meningkatkan kualitas hidupnya, baik secara sosial maupun finansial. Begitu juga mahasiswa membutuhkan kesehatan fisik dan mental yang seimbang untuk menunjang kelancaran perkuliahan. Pada realita sekarang mahasiswa sering menyepelekan kesehatan. Banyaknya tugas menjadi alasan utama mengapa mahasiswa tidak dapat mengatur makan tepat waktu, kualitas tidur berantakan atau bahkan jarangnya bersosialisasi dengan baik. Tidak jarang mahasiswa mengalami stres karena tidak bisa mengatur waktu secara konsisten.
Padahal mahasiswa sangat erat kaitannya dengan kesehatan mental, sebab kesehatan mental tidak mudah diukur, diperiksa atau dipastikan dengan meteran seperti halnya kesehatan fisik. Masa pandemi belakangan ini juga berdampak pada kondisi mental mahasiswa di Indonesia yang terus meningkat, apalagi saat ini perkuliahan sudah dilakukan secara tatap muka membuat mahasiswa mau tidak mau beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal tersebutlah membuat kesehatan mental berperan penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja kehidupan di kampus dan di sekolah sangatlah berbeda. Mahasiswa tahun pertama menemukan banyak perkumpulan yang berbeda dan metode belajar yang berbeda pula dibandingkan ketika mereka di sekolah. Secara tidak langsung mahasiswa baru terpacu untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sangat disayangkan pada realita saat ini masih banyak mahasiswa yang kesulitan menjaga kesehatan mental, beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya seperti lingkungan keluarga, pertemanan, gaya hidup, atau bahkan di dalam bangku perkuliahan yang banyaknya tuntutan. Banyak mahasiswa yang melupakan kesehatan mental karena hanya fokus pada tugas, laprak, organisasi, kepanitiaan, jadwal kuliah padat serta tuntutan yang mereka terima dari orang-orang di sekitarnya.
Mahasiswa perlu belajar self-regulation atau pengaturan diri yang baik untuk membantu memenuhi tuntutan yang mereka hadapi. Self-regulation atau pengaturan diri merupakan kemampuan seseorang secara mandiri mengendalikan emosi dan perilakunya dalam situasi apa pun. Kesehatan fisik dan mental bergantung pada kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, salah satunya adalah kebutuhan istirahat dan tidur. Tanpa istirahat dan tidur yang cukup, kemampuan untuk berkonsentrasi, membuat keputusan, dan berpartisipasi dalam aktivitas akan melemah. Pentingnya menjaga kualitas tidur, terlebih mahasiswa seperti saya dan teman-teman banyak menghabiskan waktu untuk begadang sedangkan, tubuh membutuhkan tidur teratur untuk memulihkan proses biologis. Padahal kurangnya tidur akan mengakibatkan terganggunya konsentrasi belajar, hilang fokus saat berkendara, stress yang meningkat pada tubuh kita sendiri.
Banyak cara yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa untuk menjaga pola tidur dan kesehatan mental seperti berolahraga secara teratur, hindari makan dan minum berlebihan sebelum tidur, konsisten dengan jadwal dan kualitas tidur, istirahat yang cukup, sesekali me time atau melakukan hobi yang disukai juga dapat meningkatkan suasana hati, menghindari lingkungan yang toxic dan lebih fokus kepada diri sendiri. Selalu menjaga mood juga dapat meningkatkan produktifitas kita. Kita semua harus menjadi mahasiswa yang sadar, kuat, dan sehat mental. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan sifat peduli atau bahkan merangkul teman-teman sekitar yang membutuhkan pertolongan seperti halnya bersedia menjadi tempat cerita, biasanya teman yang curhat dengan saya hanya butuh didengar dan sesekali diberi masukan karena terkadang masalah yang dihadapi terlalu kompleks membuat kita tidak bisa menyelesaikannya sehingga saya menyarankan teman saya untuk berkonsultasi pada ahlinya yaitu psikolog. Banyak testimoni dari teman saya ketika sudah berkonsultasi kepada psikolog membuat masalahnya dapat teratasi dengan sempurna serta tidak lagi ada keinginan untuk self harm. Besar harapan saya untuk teman-teman mahasiswa agar bisa menjaga kondisi kesehatan mental dan pola tidur yang cukup.