Kata Tugas dan Partikel Penegas itu apa sih?

Kata Tugas dan Partikel Penegas itu apa sih?
oleh Septa Kurnia Sari

Bahasa merupakan objek yang sangat menarik untuk selalu dibahas, hal ini di karenakan bahasa sangat penting dan tentunya tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia. Ekspresi bahasa dapat dituangkan dalam bentuk sebuah tulisan dan tentunya hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan menulis adalah mengurangi kesalahan-kesalahan yang kerap terjadi.

Dalam menulis, perlu memperhatikan kaidah kebahasaan yang baik dan benar. Di dalam sebuah tulisan tak jarang terdapat partikel penegas pula sebagai unsur di dalamnya. Jika kita membahas partikel penegas tentu berkaitan erat dengan kata tugas, karena partikel penegas merupakan salah satu bagian dari kata tugas itu sendiri. Perlu diketahui bersama bahwa kata tugas merupakan hal yang harus diperhatikan dalam penulisan sebuah kalimat. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Alwi, H., dkk. (2003:287) dalam jurnal Pratami, I., dkk (2016:162) yang mengemukakan bahwa kata tugas merupakan kata yang hanya mempunyai arti gramatikal dan tidak mempunyai arti leksikal. Menurut Chaer (2011:212) dalam jurnal Pratami, I., dkk (2016:162) kata tugas adalah kata yang secara inhern tidak mempunyai makna, hanya memiliki tugas dalam sintaksis. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kata tugas adalah kata yang tidak mempunyai arti atau makna jika berdiri sendiri tetapi akan memiliki arti jika dirangkai dengan kata lain dalam frasa atau kalimat.

Hampir seluruh kata tugas tidak dapat menjadi dasar untuk membentuk kata lain. Kata tugas merupakan kelas kata tertutup, yang tentunya sangat berbeda dengan kelas kata verba, adjektiva, adverbia dan nomina yang merupakan kelas kata terbuka. Sangat mudah bagi kelas kata verba, adjektiva, adverbia dan nomina dalam menambah kata dan menerima unsur bahasa lain sebagai kata baru atau padanan kata yang telah ada. Hal ini berbeda dengan kata tugas yang merupakan kelas kata tertutup.

Dalam praktinya, siswa kerap kali melakukan kesalahan dalam penggunaan kata tugas, kesalahan tersebut muncul di karenakan ketidaktahuan serta tidak telitinya siswa dalam menggunakan kata tugas. Maka dari itu, dalam artikel kali ini akan membahas tentang kata tugas beserta pengelompokkannya. Menurut Alwi, H., dkk. (1998:288) berdasarkan peranannya dalam frasa atau kalimat, kata tugas dibagi menjadi lima kelompok, yakni : (1) preposisi, (2) konjungtor, (3) interjeksi, (4) artikula, dan (5) partikel penegas. Dalam artikel ilmiah populer kali ini akan membahas salah satu dari seluruh kata tugas tersebut, yakni membahas tentang partikel penegas.

Menurut Prihantini (2015:55) partikel penegas adalah morfem-morfem yang digunakan untuk menegaskan sesuatu. Menurut Alwi, H., dkk (1998:307) partikel penegas meliputi kata yang tidak tertakluk pada perubahan bentuk dan hanya berfungsi menampilkan unsur yang diiringinya. Ada empat macam partikel penegas, yakni : -kah, -lah, -tah, dan -pun. Berikut ini pemaparannya :

Partikel yang pertama adalah partikel -kah yang berbentuk klitika dan bersifat manasuka serta untuk menegaskan kalimat interogatif. Kaidah pemakaiannya yang pertama jika dipakai dalam kalimat deklaratif, partikel -kah ini akan mengubah kalimat tersebut menjadi kalimat interogatif, seperti contohnya “diakah yang akan datang?”, “siapakah yang kulihat di jalan sore itu?”, “baikkah jika kita terus bertengar?” Kaidah pemakaian yang kedua, jika dalam kalimat interogatif sudah ada kata tanya seperti apa, di mana, kapan, bagaimana, maka partikel -kah bersifat manasuka. Seperti contohnya “apakah ayahmu sudah datang?”. Kaidah pemakaian yang terakhir, jika dalam kalimat tidak ada kata tanya tetapi intonasinya adalah intonasi interogatif, maka partikel -kah akan memperjelas kalimat tersebut. Seperti contohnya “haruskah aku yang memulainya?”

Partikel yang kedua adalah partikel -lah, partikel -lah sendiri digunakan pada kata kerja dalam kalimat perintah untuk memberi kesan halus pada kalimat perintah, serta untuk menegaskan kata dalam kalimat berita. Seperti contohnya “pergilah sekarang, sebelum hujan turun!”, “dialah yang menjaga kami selama ini.” Partikel yang ketiga adalah partikel -tah, dipakai dalam kalimat interogatif, tetapi penanya tidak mengharapkan sebuah jawaban, dan biasanya dipakai pada akhir kata tanya dalam sebuah kalimat. Seperti contohnya “apatah arti hidup ini tanpa engkau?”. Sebenarnya pemakaian partikel penegas -tah tidak terlalu dianjurkan karena termasuk jenis partikel arkais, jadi lebih dianjurkan menggunakan partikel penegas -kah (Prihantini, A. 2015:51).

Partikel yang terakhir yang akan dibahas dalam artikel ini adalah partikel -pun, partikel penegas ini sebenarnya dipakai pada kata benda dan memiliki makna sejajar dengan “juga”. Partikel pun hanya dipakai dalam kalimat deklaratif dan dalam bentuk tulisan dipisahkan dari bentuk mukanya. Kaidah pemakaian yang pertama, partikel -pun dipakai untuk mengeraskan arti kata yang diiringinya. Kaidah yang kedua biasa dipakai untuk menandakan perbuatan atau proses mulai berlaku atau terjadi. Contohnya seperti “para demonstran itu pun berbarislah dengan teratur”, “aku suka makan seblak, adikku pun suka makan seblak”.

Setelah pembahasan kali ini, diharapkan siswa dapat lebih baik lagi dalam menggunakan kata tugas serta mampu meminimalisir kesalahan-kesalahan yang kerap kali terjadi, terkhusus pada partikel pejelas. Karena kesulitan dan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran adalah masalah yang harus diselesaikan.

Daftar Pustaka

Alwi, H., dkk. (1998). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Perum Balai Pustaka.
Pratami, I., Emidar & Ratna, E. (2016). Penggunaan Kata Tugas Dalam Teks Eksposisi Siswa Kelas Vii Smp Negeri 2 Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(5), 161-168.
Prihantini, A. (2015). Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta : Bentang Pustaka).