Jerit Bumi di Negeri yang Dibisukan

Langit menangis di tanah gundul,

air mencari pelukan yang tak lagi ada,

Bukit-bukit botak menunduk malu,

menyimpan rahasia luka yang dipaksa diam.

Kapak berayun tanpa nurani,

menjatuhkan hijau satu per satu,

Hutan dijarah atas nama untung,

sementara alam dipaksa menanggung murka.

Arus mengamuk, menyeret sunyi,

menelan jejak langkah dan cerita,

Rumah-rumah runtuh bersama harap,

tersisa doa yang hanyut di dada.

Masih ada waktu merajut kembali,

menyemai akar dan rasa peduli,

Bumi tak menuntut balas dendam,

ia hanya ingin dijaga, bukan dilukai.