Jalur langit? the real of "ucapan adalah do'a"

Haloo Cuanders (Cuandaresha Readers)

Untuk kali pertama nih aku mau cuap-cuap santai sharing ringan ke cuanders di mijil,dengan topik “Kok bisa sih aku masuk Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di UNS?”

Cerita dimulai ketika aku menghadapi beberapa jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri(PTN).Aku adalah anak MIPA dengan cita-cita kuliah di PTN prodi kesehatan yang pada akhirnya memilih lintas jurusan.Sejak pertama aku memutuskan masuk MIPA,aku sudah bertujuan nantinya aku akan kuliah di prodi kedokteran,farmasi,ahli gizi,kesehatan masyarakat,dan sebagainya.Namun impian itu harus pupus ketika aku mengetahui bahwa SNMPTN prodi yang berhubungan dengan kesehatan,keketatannya tinggi di beberapa PTN Jawa Tengah.Setelah melalui banyak pertimbangan akhinya aku memutuskan mendaftar SNMPTN prodi Biologi di kampus sebelah.Dan ternyata aku gagal di SNMPTN.But it’s okay,aku mencoba lagi untuk memperjuangkan masuk PTN melalui jalur SPAN PTKIN,dan ternyata ditolak lagi,ehehe.Tidak putus asa sampai disitu,aku mencoba lagi di jalur SBMPTN.Dari awal memilih PTN aku memang sudah tertarik dengan UNS,karena kampus nya dekat rumah dan lingkungannya juga enak.SBMPTN pun aku mencoba mendaftar di UNS,tapi pada saat itu aku belom berpikiran untuk masuk FISIP.Ego ku masih mengatakan untuk mengambil prodi-prodi saintek mengingat aku anak MIPA.Padahal saat itu tante ku sudah menyarankanku untuk mencoba di prodi Ilmu Administrasi Negara.Bertepatan saat itu juga kakak tingkat dari himpunan mahasiswa (HIMA),mengadakan suatu pengenalan UNS di SMA ku dan kebetulan dia anak administrasi negara angkatan 19,hehe halooo kak R.Dia cerita banyak tentang UNS dan prodi Administrasi Negara yang seketika mampu membuatku penasaran,apa sih sebenarnya prodi Ilmu Administrasi Negara itu?
Aku mencoba searching,mencari informasi tentang prodi Ilmu Administrasi Negara.

Entah dorongan dari mana aku membuat story whats app dengan caption “Yallah kasih jalan masuk UNS prodi Ilmu Administrasi Negara terserah jalur apapun itu”.

Tapi,karena egoku yang sering meledekku dengan bisikan serius mau lintas jurusan,katanya anak MIPA anak saintek,akhirnya aku terpengaruh dan menuruti ego ku dengan mengambil prodi Statistika di UNS.Yups,aku dipermalukan ego ku sendiri karena aku ditolak lagi di jalur SBMPTN.Setelah kegagalan ku di SBMPTN,aku sudah berada di titik menyerah untuk masuk PTN.Aku sudah memutuskan untuk memperjuangkan prodi Farmasi meskipun di universitas swasta.Saat aku mengatakan ke orang tua,sepupu dan juga teman-teman ku bahwa aku akan masuk universitas swasta,mereka menyayangkan keputusanku karena mereka yakin jika aku mau berusaha lebih keras lagi aku sebenarnya bisa masuk di PTN. Setelah melewati banyak pemikiran,drama,dan istikhoroh,akhirnya aku bangkit dan mau mengikuti jalur seleksi mandiri di UNS.Saat itu aku dibuat pusing lagi dengan prodi apa yang akan aku ambil untuk SMUNS.Aku cerita lagi ke tante ku bahwa aku akan memperjuangkan farmasi di pilihan pertama meskipun keketatannya tinggi,karena aku berpikir ini adalah perjuangan terakhirku masuk PTN.Orang tua pun tanteku mengiyakan kemauanku.Untuk pilihan kedua karena aku tidak punya gambaran prodi akhirnya aku mau mengikuti saran tanteku untuk mencoba di prodi Ilmu Administrasi Negara.Persiapanku mengikuti SMUNS cukup keras,baik itu dikeraskan belajarnya maupun dikencangakan do’a nya ,mengingat aku mengikuti ujian campuran.Ketika hari H ujian SMUNS,tiba-tiba badanku yang malamnya masih sehat-sehat,pagi itu entah karena faktor apa aku merasa pusing.Ujian dimulai pukul 07.00 sampai 13.00.Pukul 11.00 tanganku mulai tremor dan sepertinya asam lambung ku naik karena aku merasa mual.Dengan kondisi tangan dan kaki yang mulai dingin,aku masih berusaha menyelesaikan ujianku meskipun bisa dikatakan asal mengerjakan yang penting selesai.
Ketikan malam pengumuman SMUNS gelombang satu,aku sudah mempersiapkan kegagalanku karena aku merasa tidak maksimal mengerjakan ujian,jadi malam pengumuman SMUNS aku memutuskan untuk mendaftar lagi di PTN Islam jalur SM.Pukul 24.00 pengumuman SMUNS aku sengaja menunda untuk melihat hasil pengumuman karena takut kecewa lagi.Pagi hari ketika bangun tidur tepatnya sekitar pukul 06.15,aku memberanikan diri membuka hasil pengumuman SMUNS,ternyata aku dibuat senang dan sedih di waktu yang bersamaan.Aku senang karena aku diterima di UNS dan sedih karena di tolak di prodi Farmasi.Belum bisa menerima kenyataan karena diterima di pilihan ke dua yaitu di prodi Ilmu Adminitrasi Negara,aku akhirnya memilih langkah motivasi dan dukungan dengan meminta nasehat orang tua,curhat ke Allah,dan istikhoroh lagi.Allah memberiku jawaban dengan cara aku diingatkan perihal story whats app ku beberapa bulan yang lalu.Masyallah,mulai saat itu aku bersyukur karena ternyata diterimanya aku di Ilmu Administrasi Negara UNS adalah jalur langit pilihan dari Allah sendiri.Ada suatu pelajaran yang bisa diambil dari cerita ku kali ini,bahwa “Tuhan tidak memberi apa yang kamu inginkan tetapi memberi apa yang kamu butuhkan.Belajarlah ikhlas dan bersyukur karena yang kamu dapatkan saat ini adalah hasil dari do’a mu di masa lalu,percayalah pilihan tuhan adalah pilihan terbaik untuk hidupmu di masa depan”.

Sekian cerita masuknya aku di Ilmu Administrasi Negara FISIP UNS.Terima kasih cuanders sampai jumpa di curhatan selanjutnya.

1 Like

Judulnya bisa diganti jadi “Story di WhatsApp Adalah Doa” :grimacing:

1 Like