Heaven Light Goa Grubug

Goa Grubug adalah salah satu keindahan alam terkenal di kawasan Karst Gunung Sewu, tepatnya di Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Goa ini dikenal karena fenomena “cahaya surga” atau heaven light, yaitu cahaya matahari yang masuk melalui lubang goa dan jatuh tepat di dasar ruangan Grubug.


Gambar : kotajogja

Cahaya ini muncul ketika matahari berada di posisi tertentu sehingga membentuk berkas cahaya yang tampak seperti pilar. Untuk melihatnya, pengunjung harus turun ke dalam goa menggunakan Teknik Single Rope Technique (SRT), yaitu teknik turun dengan satu tali khusus. Kedalaman goa se kitar 60–90 meter sebelum sampai ke ruangan utama.

Keindahan Goa Grubug bukan hanya dari cahaya matahari, tetapi juga dari ruang goanya yang sangat besar, stalaktit besar yang menggantung di langit-langit, serta gema alami yang membuat suasana terasa unik. Di dasar goa terdapat sungai bawah tanah yang jernih, menambah kesan alami dan menunjukkan betapa kaya bentuk batuan karst di Gunungkidul. Berbeda dengan Goa Jomblang yang terkenal memiliki hutan purba di dasarnya, Goa Grubug lebih dikenal karena cahayanya yang sangat kuat dan terlihat lebih dramatis. Inilah alasan banyak fotografer memilih Goa Grubug untuk mendapatkan foto cahaya yang memukau.

Perjalanan untuk menuju ke Goa Grubug dimulai dari kawasan wisata Goa Jomblang, karena pintu masuk menuju Grubug berada dalam satu jalur dengan Jomblang. Dari area parkir, pengunjung biasanya akan diberi perlengkapan keselamatan seperti helm, sepatu, dan harness. Setelah itu, pengunjung berjalan melewati jalur tanah dan pepohonan menuju titik penurunan pertama.

Jalur ini tidak terlalu jauh, tetapi cukup menanjak dan licin ketika musim hujan, sehingga perlu berhati-hati. Setibanya di tepi mulut goa, pengunjung akan disambut pemandangan berupa lubang vertikal besar. Di sini, instruktur akan membantu memasang alat Single Rope Technique (SRT) untuk turun ke dasar Goa Jomblang terlebih dahulu.

Proses turun memakan waktu beberapa menit dan harus dilakukan perlahan sambil mengikuti arahan pemandu. Setelah tiba di dasar Jomblang, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur goa yang lembap dan gelap menuju ruang Grubug. Jalur ini berupa lorong panjang dengan dinding batu kapur yang tinggi. Suara tetesan air dan aliran sungai bawah tanah mulai terdengar semakin jelas. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 15–20 menit tergantung kondisi rombongan.

Di ujung lorong, terdengar suara gemuruh dari ruangan besar Goa Grubug. Dari titik ini, cahaya matahari biasanya sudah terlihat dari kejauhan. Pengunjung akan turun sedikit mengikuti jalur batu sebelum sampai tepat di titik fenomena “cahaya surga”, di mana pilar cahaya jatuh dari atas goa dan menyinari dasar ruangan luas tersebut. Di sini pengunjung dapat melihat bagaimana proses geologi berlangsung selama ribuan tahun, mulai dari pembentukan stalaktit hingga aliran sungai bawah tanah.

Goa ini juga mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam, sebab keindahan seperti ini hanya bisa bertahan jika lingkungan tetap bersih dan terjaga. Karena itu, Goa Grubug tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga pengalaman belajar yang berharga. Selain cahaya indah yang menjadi daya tarik utamanya, Goa Grubug juga memberikan pengalaman belajar tentang bagaimana kawasan karst terbentuk.

Dinding-dinding goa yang terdiri dari batu kapur berasal dari proses pelarutan air hujan yang berlangsung sangat lama, bahkan sampai ribuan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa air memiliki peran besar dalam membentuk bentuk goa. Saat berjalan di dalam goa, pengunjung dapat melihat berbagai bentuk batuan seperti stalaktit dan stalagmit yang tumbuh sangat lambat, hanya sedikit setiap tahun. Melihatnya membuat kita seolah sedang mengamati perjalanan waktu yang panjang.

Suasana di dalam goa juga berbeda dari tempat wisata lainnya. Udara terasa lembap, aroma batu basah tercium jelas, dan suara gema terdengar dari dinding-dinding goa sehingga membuat kita merasa berada di tempat yang unik. Banyak orang yang berkunjung ke Goa Grubug tidak hanya untuk berfoto, tetapi juga untuk menikmati ketenangan dan keindahan alamnya. Di beberapa bagian goa, terdapat aliran air dari sungai bawah tanah yang sangat jernih karena tersaring oleh batu kapur. Selain itu, pemandu biasanya menunjukkan berbagai hewan kecil yang hidup di dalam goa, seperti kelelawar, serangga, dan organisme kecil lainnya yang mampu bertahan tanpa cahaya. Ini menunjukkan bahwa goa memiliki ekosistem sendiri yang tetap hidup meski gelap.

Di akhir perjalanan, para wisatawan biasanya merasa kagum karena Goa Grubug menawarkan petualangan, keindahan, dan pengetahuan tentang geologi sekaligus. Goa Grubug membuktikan bahwa Indonesia memiliki alam yang luar biasa dan tidak kalah dengan negara lain. Fenomena cahaya surga yang hanya muncul pada waktu tertentu membuat kunjungan terasa istimewa.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian goa sangat penting agar kecantikannya tetap bisa dinikmati generasi berikutnya. Dengan mengikuti aturan pemandu dan menghargai proses alam yang panjang, kunjungan ke Goa Grubug akan menjadi pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Kawasan karst seperti Gunung Sewu menyimpan sejarah bumi, sehingga berkunjung ke tempat ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian untuk menjaga lingkungan.
Syahita Farah Yuaninda