Abstrak
GOA LAWA PURBALINGGA (GOLAGA) merupakan keajaiban alam di Indonesia yang terbentuk dari aliran lava Gunung Slamet Purba yang mendingin selama ribuan tahun. Proses pendinginan lava ini menghasilkan batuan yang keras dan kuat berwarna hitam tanpa stalagmit dan stalaktit, menjadikannya sebuah Lava Tube yang unik dan menarik, yang secara geologi hanya ditemukan di Purbalingga dan Bali. Goa ini terletak di lereng Gunung Slamet, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, dengan luas kawasan 11,5 Ha.
Secara historis, penemuan Goa Lawa bermula dari kejadian hilangnya kambing seorang penggembala yang dibantu oleh Ki Wangsa Dirana saat membabat semak-semak, hingga mereka menemukan lubang menganga di bawah tanah pada tahun 1978. Potensi wisata dan keindahan alamnya membuat Goa Lawa diresmikan sebagai objek wisata Kabupaten Purbalingga pada tanggal 30 November 1979.
Saat ini, Goa Lawa tidak hanya menawarkan keindahan geologi, tetapi juga menampilkan arsitektur yang unik, termasuk Candi Kala (Gerbang Waktu) yang dihiasi relief Mahabarata dan Ramayana, Candi Kelir (Layar Pertunjukan) yang menggambarkan siklus hidup manusia, dan Candi Selo Gilang (Batu yang Bersinar) yang menyimpan arca Siwa Mahaguru. Dengan luas ruangan mencapai 6.683 meter persegi dan panjang 1.200 meter, Goa Lawa merupakan destinasi wisata alam dan budaya yang cocok untuk berbagai kegiatan seperti reuni dan outbound, serta menjadi pusat edukasi dan inspirasi bagi generasi muda
Pendahuluan
GOA LAWA PURBALINGGA atau GOLAGA merupakan keajaiban alam di Indonesia, terbentuk dari lava pegunungan aktif yang meleleh selama ribuan tahun. Proses pendinginan lava inilah yang mengakibatkan batuannya keras dan kuat dengan warna hitam tanpa menimbulkan stalagnit dan stalagmit.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan daya tarik wisata alam dengan nuansa pegunungan yang sejuk, berlokasi di lereng Gunung Slamet dan memiliki luas 11,5 Ha. Suasana yang asri dan alami dengan hamparan rumput yang hijau di bawah rindangnya pohon pinus.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan tujuan wisata yang tepat bagi Anda untuk menyatu dengan alam, untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan menghapus kejenuhan dengan penuh kegembiraan bersama sahabat dan orang-orang tercinta.
GOA LAWA PURBALINGGA merupakan tujuan wisata yang sesuai untuk mengadakan berbagai kegiatan, acara keluarga, reuni, outbound, kumpul-kumpul komunitas dengan tempat yang luas, nyaman dan bersih.
GOA LAWA PURBALINGGA terletak di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Berjarak ± 25 Km dari Pusat Kota Purbalingga dan bisa ditempuh dengan mudah selama satu jam perjalanan. Jam buka mulai pukul 08.00 - 17.00 Wib setiap hari.
Pembahasan
A ASAL MULA TERBENTUKNYA GOA LAWA
Pada masa itu ada seorang warga bernama Ki Keli menguasai hutan yang banyak ditanami kopi hingga pada masa penjajahan belanda hutan tersebut dijadikan koffiee central atau sentral kopi. Orang pribumi sendiri menyebutnya kopi santri. Hal itu dikatakan Danu Wikarta yang kala itu menjabat sebagai kepala desa siwarak tahun 1893 – 1946.
Secara turun temurun lahan tersebut berpindah tangan dan menjadi hak milik Ki Wangsa Dirana. Pada saat ki wangsa sedang memotong rumput ada seorang warga yang sedang menggembalakan kambing disekitaran tanah datar diantara rimbunnya pohon dan semak-semak. Semilir angin membuat si penggembala tertidur dibawah rindangnya pohon hingga dia baru tersadar setelah dibangunkan oleh ki wangsa. Sipenggembala tersentak kaget karena kambing yang dia gembalakan sudah tidak ada lagi ditempat semula. Di bantu Ki Wangsa sipenggembalapun mencari kambing yang hilang hingga lama. Merasa putus asa karena lama tidak menemukan kambingnya, dia bersama ki wangsa membabad semak-semak yang ada disekitar situ dengan harapan bisa menemukan kambing yang hilang.
Namun alangkah kagetnya Si penggembala dan Ki wangsa karena justru mereka menemukan lubang menganga dibawah tanah yang tertutup semak. Merekapun mengadukan penemuan ini ke warga disekitar ditemukannya goa tersebut hingga warga sering datang untuk melihat-lihat. Hal inipun diketahui pemerintah desa hingga pemerintah desa sepakat melaporkan hal ini ke Pemda pada tahun 1978 dan ditanggapi oleh Pemerintah yang langsung mengirim tim ahli geologi dari ITB. Melihat potensi yang dimiliki Goa Lawa dan keindahan alamnya yang menarik untuk dijadikan obyek wisata, pada tanggal 30 November 1979 Goa Lawa diresmikan sebagai obyek wisata Kabupaten Purbalingga.
PROSES TERBENTUKNYA GOA LAWA
Sungai Lava adalah aliran lava yang keluar dari kepundan atau kawah gunung api yang mengalir menuruni lereng gunung api menuju tempat yang lebih rendah. Sebagaimana kita ketahui bahwa lava adalah matrial berupa cairan panas yang berpijar-pijar, yang bila mendingin menjadi batu. Jadi bisa dibayangkan betapa dahsyatnya fenomena sungai lava ini.
Goa Lava secara geologi terbentuk dari fenomena Sungai Lava. Pada awal proses pembentukkannya, lava keluar dari kepundan, sebut saja “Gunung Api Slamet Purba”. Tentu saja letak kepundan atau kawahnya berbeda dengan posisi kawah Gunung Api Slamet saat ini. Lava mengalir menuruni lembah membentuk sungai. Saat lava keluar ke permukaan maka ia seketika membeku dan mengeras menjadi batu. Tetapi tidak demikian pada bagian dalam lava. Ia masih cair dan bersifat seperti layaknya cairan, mengalir menuju tempat yang lebih rendah. Maka ketika bagian dalam lava yang cair ini mengalir, tertinggallah bagian lava yang mengeras menjadi batu itu menjadi selubung dan kubah-kubah keras. Ruang dibawah selubung dan kubah batu ini yang kemudian menjadi ruang kosong, yang pada akhirnya menjadi goa.
Goa Lawa Purbalingga atau “GOLAGA” merupakan Goa yang tersusun dari batuan lava yang sangat unik dan menarik. Dari struktur batuan pembentuknya, Goa lava (Lava Tube) hanya ada di Purbalingga dan Bali. Hasil survei keguaan dengan metode Lead Frog Method dan pengukuran Chamber menggunakan metode poligon terbuka, luas ruangan Goa Lawa 6.683 meter persegi dengan panjang dari ujung ke ujung 1.200 meter. Semua bagian gua terbentuk dari lava gunung yang membeku. Lorong lava terbentuk pada aliran lava basal yang relatif encer dengan viskositas rendah, dan pada bagian permukaannya telah mengerak dan membeku. Sementara pada bagian dalamnya masih cair dan panas dengan suhu lebih dari 1.100 derajat celcius, dan tetap mengalir sehingga pada akhirnya menyisakan ruang berbentuk ruang atau tabung (tube).
B ARSITEKTUR GOA LAWA
Goa Lawa memiliki arsitektur yang unik dan terdiri dari beberapa bagian penting, di antaranya:
1.Candi Kala: Gerbang Waktu
Saat memasuki kompleks Goa Lawa, pengunjung akan disambut oleh Candi Kala yang megah. Candi ini berbentuk gapura dan berfungsi sebagai gerbang utama menuju area candi lainnya. Di atas gapura, terdapat arca Kalamakara yang melambangkan waktu atau raksasa pemakan manusia. Kedua sisi gapura dihiasi dengan relief yang menggambarkan adegan pertempuran dari kisah Mahabharata dan Ramayana.
2.Candi Kelir: Layar Pertunjukan
Di belakang Candi Kala, berdiri Candi Kelir yang sedikit lebih kecil. Candi ini memiliki pintu masuk di sisi timur yang diapit oleh dua arca penjaga. Di dalam candi, terdapat relief yang menceritakan kisah perjalanan hidup manusia dari lahir hingga meninggal. Relief-relief ini layaknya layar pertunjukan yang menggambarkan siklus hidup manusia.
3.Candi Selo Gilang: Tempat Bersinar
Terakhir, ada Candi Selo Gilang yang terletak di sebelah utara Candi Kelir. Candi ini berbentuk persegi dan memiliki dua buah jendela. Di dalam candi, terdapat sebuah arca Siwa Mahaguru yang merupakan dewa tertinggi dalam agama Hindu. Arca ini memancarkan aura ketenangan dan keteduhan bagi siapapun yang mengunjunginya. Kata “Selo Gilang” sendiri berarti batu yang bersinar, merujuk pada kepercayaan masyarakat bahwa arca Siwa Mahaguru mengeluarkan cahaya pada malam hari.
Goa Lawa merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi kita. Sebagai warga Desa Tayem, kita wajib melestarikan dan menjaga situs sejarah ini agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Mari kita jadikan Goa Lawa sebagai pusat edukasi dan wisata, sehingga generasi muda kita dapat belajar tentang kejayaan leluhur kita dan menjadikannya sumber inspirasi di masa depan.
Kesimpulan
Goa Lawa Purbalingga (GOLAGA) adalah destinasi wisata alam dan warisan budaya yang sangat berharga.
Keunikan Geologi: Goa Lawa adalah fenomena Goa Lava (Lava Tube) yang terbentuk dari aliran lava Gunung Api Slamet Purba. Pembentukannya terjadi ketika permukaan lava membeku menjadi selubung keras, sementara bagian dalamnya yang masih cair dan panas terus mengalir, menyisakan ruang kosong berbentuk tabung.
Potensi Wisata: Selain daya tarik alam pegunungan yang sejuk dan asri, Goa Lawa diresmikan sebagai objek wisata pada tahun 1979. Luasnya tempat menjadikan Goa Lawa sesuai untuk berbagai acara dan kegiatan komunitas.
Nilai Budaya dan Edukasi: Kawasan Goa Lawa diperkaya dengan arsitektur budaya Hindu, seperti Candi Kala, Candi Kelir, dan Candi Selo Gilang. Ini menjadikannya situs yang memiliki nilai sejarah dan edukasi untuk belajar tentang kejayaan leluhur.
Kewajiban Pelestarian: Masyarakat, khususnya warga setempat, memiliki kewajiban untuk melestarikan dan menjaga situs sejarah ini agar dapat terus dinikmati dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
Daftar pustaka
Goalawa Purbalingga. (n.d.). Info Tentang Golaga | Goalawa Purbalingga.
Desa Tayem. (2025, 15 September). Desa Tayem: Benteng kearifan lokal di era modern. Desa Tayem.

