Gagasan-Gagasan dari Tiga Paslon untuk Pengembangan SDM Publik

Pendahuluan
Menjelang Pemilihan Presiden 2024, ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden aktif memperkenalkan visi, misi, dan janji-janji mereka kepada publik. Kampanye telah dimulai sejak 28 November, melibatkan serangkaian acara di seluruh negeri untuk mencapai sekitar 205 juta pemilih, hampir 75 persen dari total penduduk Indonesia.

Dalam upaya untuk memenangkan dukungan, para kandidat secara terbuka memaparkan ide-ide mereka tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Publik. Hal ini melibatkan pembahasan rencana mereka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karir.
Gagasan mereka melibatkan berbagai sektor, termasuk upaya untuk mendorong kemajuan ekonomi melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, aspek perlindungan lingkungan dan penegakan hukum juga menjadi fokus, dengan janji untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Dengan kampanye yang berfokus pada isu-isu kunci ini, para kandidat berharap dapat meraih dukungan masyarakat dengan menunjukkan komitmen mereka terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia Publik demi mewujudkan masa depan yang lebih baik untuk Indonesia.

Pembahasan
a. Visi dan Misi dari Tiga Capres

  1. Paslon 01, Anies – Muhaimin: Indonesia Adil Makmur untuk Semua
    Anies dan Muhaimin mengusung visi “Indonesia Adil Makmur untuk Semua” dengan misi “Delapan Jalan Perubahan”. Janji pemilu Anies menyatakan bahwa ia ingin menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia jika ia menjadi presiden.
    Tujuannya adalah untuk mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan, memastikan bahwa setiap orang Indonesia memiliki akses terhadap layanan publik yang berkualitas, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan biaya hidup yang terjangkau.
  2. Paslon 02, Prabowo – Gibran: Asta Cita
    Prabowo dan Gibran, yang merupakan pasangan dengan nomor urut 2, telah meluncurkan visi dan misi mereka yang diberi nama “Asta Cita” yang berarti delapan poin gagasan untuk mendorong Indonesia menuju “Indonesia Emas” pada tahun 2045.
    Untuk mencapai misi dan visinya, pasangan yang saat ini memimpin dalam sejumlah survei ini berpusat pada pembangunan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan keamanan nasional.
  3. Paslon 03, Ganjar – Mahfud: Indonesia Unggul, Gerak Cepat Wujudkan Negara Maritim, Adil dan Lestari
    Ganjar dan Mahfud bertekad mengubah Indonesia menjadi negara maritim terkemuka dengan meningkatkan konektivitas laut, industri kelautan, dan pariwisata pesisir, jika mereka menang.
    Ganjar dan Mahfud memang lebih memprioritaskan fasilitas dan pariwisata dalam Indonesia, namun meski begitu paslon ini memiliki pemikirannya sendiri soal SDM Publik. Mereka juga fokus pada keadilan, keberlanjutan, dan pembangunan di berbagai sektor dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

b. Gagasan atau Janji Seputar SDM Publik dari Ketiga Paslon
Dalam pengembangan SDM Publik, para paslon mempunyai janji dalam kualitas pengembangan SDM Publik menurut versi mereka masing-masing.

  1. Paslon 01, Anies –Muhaimin
    Janji pasangan nomor urut pertama ini termasuk:
    • Meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    • Memastikan siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) atau yang sederajat dapat melanjutkan pendidikan hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat, dengan meningkatkan daya tampung di sekolah negeri maupun melibatkan sekolah swasta.
    • Mempercepat pelaksanaan wajib belajar 1-12 tahun dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA.
    • Memfasilitasi program Kejar Paket A, Paket B, Paket C, dan homeschooling untuk memperluas akses pendidikan bagi semua.
    • Memperluas akses sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
    • Menekan angka anak putus sekolah dengan menyediakan bantuan pendidikan bagi yang membutuhkan dan menangani faktor-faktor lain yang berkontribusi pada terjadinya putus sekolah.
    • Melanjutkan pemberian bantuan operasional sekolah berbasis kebutuhan.
    • Meningkatkan secara signifikan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan dikaitkan dengan kinerja
    • Meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan sekolah melalui berbagai pelatihan dan beasiswa pendidikan lanjutan
    • Mengurangi beban administrasi guru melalui pemanfaatan teknologi dan pembentukan satu data dan sistem terintegrasi
    • Memberikan kepastian jenjang dan jalur karier bagi profesi guru yang transparan berbasis meritokrasi dan sesuai minat
    • Memastikan ketersediaan guru di kawasan pesisir, kepulauan, dan pedalaman dengan pemberian tunjangan khusus

  2. Paslon 02, Prabowo – Gibran
    Janji pasangan nomor urut kedua ini termasuk:
    • Pmberian makan siang dan susu gratis di sekolah, serta bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil.
    • Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menurunkan kasus tuberkulosis sebesar 50% dalam lima tahun, dan membangun rumah sakit lengkap di setiap kabupaten.
    • Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten dan memperbaiki sekolah yang perlu direnovasi.
    • Penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi.
    • Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
    • Menyediakan beasiswa bagi putra-putri petani, nelayan, guru, dan buruh, untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 hingga S3.
    • Pengembangan dana abadi pendidikan, dana abadi pesantren, dana abadi kebudayaan, dan dana abadi lembaga swadaya masyarakat (LSM).
    • Melanjutkan program Kartu Indonesia Pintar dan memperluas cakupan program hingga ke pesantren dan perguruan tinggi.
    • Memperluas program pendidikan baik formal maupun non-formal dan pendampingan kepada para pekerja dan komunitas seni akan pentingnya kewirausahaan di bidang seni, budaya, dan kreatif untuk menghasilkan seniman yang berjiwa entrepreneurship.
    • Membenahi kurikulum Perguruan Tinggi, Pendidikan Vokasi dan Politeknik berbasis riset, inovatif, aplikatif, dan inkubasi yang terhubung dengan industri.

  3. Paslon 03, Ganjar – Mahfud
    Janji pasangan nomor urut ketiga ini termasuk:
    • Wajib Belajar 12 Tahun Gratis, transformasi pendidikan termasuk penggunaan tele-education bagi anak Indonesia secara merata, berkualitas, dan produktif di sekolah.
    • Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, memastikan setiap keluarga miskin mampu menyekolahkan minimal satu anaknya hingga sarjana untuk memutus rantai kemiskinan.
    • Guru dan Dosen Sejahtera, Berkualitas, dan Kompeten, pendapatan guru dan dosen harus meningkat juga sejahtera, melalui penyempurnaan sertifikasi guru dan dosen secara lebih sederhana.
    • Integrasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, menyambungkan kebutuhan dunia usaha dengan kurikulum pendidikan, pelatihan disertai dengan dukungan pemagangan yang nyata terhadap sekolah vokasi.
    • Mempercepat pembangunan manusia Indonesia unggul yang berkualitas, produktif, dan berkepribadian.
    • Mempercepat penguasaan sains dan teknologi melalui percepatan riset dan inovasi berdikari.
    • Menyambungkan kebutuhan dunia usaha dengan kurikulum pendidikan, pelatihan disertai dengan dukungan pemagangan yang nyata terhadap sekolah vokasi.
    • Menciptakan program CERAH Digital – Cerdas dan Ahli Digital, program pendidikan dan beasiswa yang mendukung peningkatan SDM digital yang berdaya saing dan peningkatan literasi digital bagi aparatur pemerintah dan seluruh rakyat.

Simpulan
Ketiga pasangan calon, Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud, masing-masing menawarkan visi dan misi yang beragam. Anies-Muhaimin fokus pada penciptaan masyarakat adil dan sejahtera, Prabowo-Gibran memiliki visi “Asta Cita” untuk mendorong Indonesia menuju “Indonesia Emas,” sementara Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk mengubah Indonesia menjadi negara maritim terkemuka.

Dalam konteks Pengembangan SDM Publik, masing-masing pasangan calon memiliki janji-janji konkret. Anies-Muhaimin menekankan peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan, Prabowo-Gibran menawarkan berbagai program pembangunan sumber daya manusia, dan Ganjar-Mahfud fokus pada wajib belajar, kesejahteraan guru, dan integrasi pendidikan vokasi.

Analisis menunjukkan bahwa setiap pasangan calon menawarkan langkah-langkah yang penting untuk pengembangan SDM Publik. Namun, dari ketiga paslon, pasangan calon nomor 02 (Prabowo-Gibran) dianggap memiliki gagasan dan janji yang lebih realistis dan baik untuk jangka panjang. Gagasan mereka mencakup pemberian makan siang dan susu gratis di sekolah, pembangunan sekolah-sekolah unggul, penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta beasiswa untuk berbagai profesi.

Meskipun demikian, keberhasilan implementasi dari gagasan-gagasan tersebut tetap bergantung pada kemampuan pasangan calon untuk mengatasi berbagai tantangan dan hambatan yang mungkin muncul selama pelaksanaan program-program tersebut. Diperlukan komitmen yang kuat, alokasi sumber daya yang memadai, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai hasil yang signifikan dalam jangka panjang.