Frasa Koordinatif: Pilih Aku atau Dia?

image

Halo sobat sastra!

Pernah mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat bucin; “Kamu pilih aku atau dia?” Hm…yuk kita bahas bersama-sama terkait dengan kalimat tersebut!
Sebelum kita kupas apa sih yang menonjol pada kalimat tersebut, mimin akan memberikan informasi simak baik-baik ya… Seringkali teman-teman kerap bingung dengan ketiga sahabat ini; kata, klausa dan frasa. Ketiga sahabat tersebut hampir mirip tapi tak sama, lho.

Kata ialah satuan bahasa yang memiliki makna atau arti. Sedangkan itu, klausa merupakan sekumpulan kata yang paling tidak terdiri dari subjek dan predikat yang berpotensi menjadi kalimat jika diakhiri dengan tanda baca. Beda cerita dengan frasa, Frasa merupakan gabungan kata non-predikatif yang tidak melebihi fungsi dari klausa. Gimana nih, sobat? Sudah paham atau semakin bingung, xixi.

Pada artikel ini, mimin akan menjelaskan terkait dengan salah satu dari jenis frasa, nih! Frasa yang akan mimin bahas kali ini merupakan frasa koordinatif. Jenis frasa ini merupakan golongan dari frasa endosentrik. Frasa endosentrik yakni frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan unsurnya, baik dengan semua unsurnya maupun salah satu dari unsurnya. Sementara itu, frasa koordinatif merupakan frasa yang terdiri dari unsur setara. Kesetaraannya itu dapat dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur yang dihubungkan dengan konjungsi dan atau atau. Agar lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini:

  • Ayah sedang membersihkan rumah pekarangan kita.
  • Suami Istri itu sedang tertimpa musibah.
  • Dua tiga hari yang lalu dia sedang ditinggal pergi kucing kesayangannya.
  • Ayah ibu sedang membantu adik mengerjakan tugas sekolah.
  • Belajar atau Bekerja adalah suatu pilihan.
  • Desa itu perlu pengembangan dan pembinaan yang lebih dalam.
  • Adik menangis merindukan kakek nenek.
  • Mereka menangis dan meratapi nasibnya.
  • Kami pergi atau menunggu dulu?
  • Dia tidak akan mengingkari dan mengakui perbuatannya.
  • Pilih aku atau dia?
  • Sesudah ujian kami akan makan dan minum lagi
  • Aku harus menaati dan mematuhi nasihat orang tua.

Baiklah, sampai disini saja mimin menjelaskan terkait dengan frasa koordinatif, jangan gantungkan harapanmu pada sebuah satu hati yang tak kau miliki, pastikan yang mana kamu pilih, sehingga tidak akan ada salah satu pihak yang melontarkan kata bucin; pilih aku atau dia—lagi, xixi. Sampai jumpa dilain kesempatan, see ya!

REFERENSI

Alwi, H. (2003). Tata Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dwiaiskurniy. (2017). Analisis Frasa Endosentris dan Frasa Eksosentris dalam Kumpulan Puisi “Malu Aku jadi Orang Indonesia” Karya Taufiq Ismail. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5-7.

Rachmawati, A. (2018). Penggunaan Konjungsi Koordinatif dalam Teks Cerpen : Suatu Kajian Wacana. 38-39.

Ramlan, M. (2005). Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta: Karyono.